Valentino Rossi Bisa Kepleset Gara-gara Opor Ayam

Sebuah perkara sederhana sebenarnya tatapi bisa membuat orang celaka tanpa disadari sebelumnya. Prediksi sudah menuliskan bahwa segala kemungkinan tinggal kemungkinan, namun kenyataan berbicara lain. Ini bukan masalah bener salah, tetapi berdasar pengalaman bodoh yang bisa jadi pelajaran berharga untuk memperhatikan sesuatu yang kecil, sepele dan sederhana namun bisa membuat orang celaka.

Mungkin bukan yang aneh jika soerang Valentino Rossi dengan kuda besinya tiba-tiba jatuh gara-gara oli yang tercecer di track sirkuit. Para ahli sudah memperkiran bahwa dengan dimensi roda sekian, alur sekian tidak akan selip di jalanan, tetapi apapun rodanya tetap kalah dengan yang namanya licin, kecuali roda penggilas aspal. Berkaitan dengan roda, beberapa waktu yang lalu ada kejadian yang lucu, konyol namun juga kasihan.

Suatu siang niat hati ingin melatih otot tubuh, maka dengan Adik menuju ke Sebuah Kolam renang tak jauh dari rumah. Dengan motor butut kelahiran 1991 yang melaju tak lebih dari 60 KM/jam, kecuali jalan turun. Pelan namun pasti melaju sambil mengenakan helm Panjat Tebing dan saya Helm Arung Jeram “SNI gak ya..? yang pasti bukan untuk jalanan”, tiba-tiba dari belakang preman kampung dengan nunggang macam keluaran terbaru sambil membonceng ceweknya menyalip sambil memepet.

“Mentang-mentang macan, san enak ususe” kami menerima kenyataan dengan lapang dada. Terlihat motor sang preman yang dimodifikasi mirip motornya super bike atau GP, dengan bodi gede dan roda yang tak kalah gedenya. Keren, apalagi dibelakangnya ada cewek, tambah ngganteng sajah. Mendekati tikungan, terlihat motor macan tersebut kok tidur ditengah jalan dan penumpangnya tiduran di pinggir jalan sambil merintih. Wah kecelakaan sepertinya, dan tak ada tanda-tanda tabrakan dan sepertinya kecelakaan tunggal.

Diatas sebuah pematang “galengan” ada seorang nenek sambil membewa galah yang menahan geli atau kesedidahan, di balik gigi ompongnya sehingga susah membedakan 2 ekspresi yang bertolak belakang tersebut. Sang preman dengan badan lecet lecet bangun dan ceweknya yang mulus kinyis-kinyis nampak mandi debu, nampak jelek banget, namun tetap gengsi. Macan di berdirikan mesin dinyalakan lalu tancap gak kenceng bersama ceweknya “nahan malu mungkin yah”.

Nenek di atas pematang sepertinya shock melihat kejadian tersebut, lalu bercerita dalam bahasa Jawa yang kira-kira seperti ini terjemahannya. “tadi ada honda dari sana, kenceng larinya… wah pokoe ugal-ugalan… trus pas sampai tikungan tidak ngerem dan jatuh”. Lalu dengan terbata-bata nenek tersebut melanjutkan ceritanya. “jatuhnya gara-gara melindas jambu biji yang saya petik untuk cucu saya”, sambil menunjukan galah dan beberapa jambu biji klutuk “jambu yang kerasnya minta ampun, bisa mematahkan gigi dan rahang saat masih mentah”.

“Hahahahahahahaha……” kita tertawa serempak. Rossi jatuh karena ceceran oli, lha nie preman jatuh nginjek jambu biji, pantesan di buru-buru pergi sambil nahan sakit dan enggan saat mau di tolongin. Kejadian yang menginspirasi saya untuk memodifikasi sepeda gunung dengan ban yang lebih sangar biar lebih aman, gagah dan joss tentunya. Dengan sisa-sisa kartu ATM pergi ke toko sepeda, dan beli roda sepeda dengan ukuran gede ama gerigi yang kaya tahu kotak, ntar kalau buat off road biar mantab.

Sepulang dari tukang tambal ban lalu tets drive di jalanan kampung yang masih becek, tanah gembur, bebatuan dan pematang tambak. Jalanan licin, bergelombang, sempit libas semuanya dan sepertinya roda sepeda ini sakti bener buat jalanan off road. Makin jatuh cinta saja dengan roda baru dan hampir setiap sore selalu menyempatkan diri maen kebut-kebutan dijalanan kampung dan jalanan setapak hutan sekedar cros country.

Pagi seperti biasa, bike to work dengan tas ransel, sepatu gunung gowes menuju kantor. Kebetulan hari jum’at agak masuk siang, dan seperti biasa di lingkungan pabrik ada acara makan pagi dahulu. Sepertinya parkir sudah penuh sesak, dan terpaksa pindah dekat kantin. Dengan gaya yang sok yess… ngebut di antara karyawan cewek yang sedang asyik makan pagi sambil duduk berjajar. Tiba-tiba….sraaaaaaaaaaaaaaakkkk…… grobyaaaakk….. tidak tahu salto berapa kali, yang pasti jatuh berguling-guling dan ketimpa sepeda.

Waduh cilaka, banyak yang lihat lagi sambil di kerubungi karyawan. Untung pakai helm, jadi muka ini bisa ditutupi dikit. Setelah semua tenang dan aman, terlihat kaki dan sikut beret-beret dan snut-snut kena plesteran lantai. Masih penasaran kenapa kok bisa jatuh, sambil jalan menahan malu menuju TKP “tempat Kejadian Perplesetan” dan dengan manggut-manggut sambil ngomong agak banter.
“Mbak….mBak….tadi siapa yang makan disekitar sini…?”
“lain kali kalu buang kuah santan yang bener yah”
“sompret kepleset gara-gara kuah opor”

Salam

DhaVe
Laborat ku, 28 April 2010, 09:30

72 thoughts on “Valentino Rossi Bisa Kepleset Gara-gara Opor Ayam

  1. udelpot said: jadi inget kejadian kebut2an ma Tiger, Malang – Surayaba, sepeda motor legendaris mahalnya dan kerennya, dan tau apa tandingannya waktu itu? sepeda motor butut mocin buatan malang ………….. sanggup ngeladeni dan mempermainkan si tiger! keren banget gak coy!?

    halah pengendara sini kenceng kalau jalanan lurus tok, begitu ketemu tikungan mati kutu. kalau motor banter, jalan kosong lurus pula wes sana menang, tapi nanti dulu kalau jalan penuh tikungan, penuh halangan truk, bus, mobil2, yuk tak ladeni hahaha

  2. sulisyk said: halah pengendara sini kenceng kalau jalanan lurus tok, begitu ketemu tikungan mati kutu. kalau motor banter, jalan kosong lurus pula wes sana menang, tapi nanti dulu kalau jalan penuh tikungan, penuh halangan truk, bus, mobil2, yuk tak ladeni hahaha

    itulah bedanya jakarta dan salatiga..eh malang

  3. dhave29 said: itulah bedanya jakarta dan salatiga..eh malang

    ndak om, wong jakarta juga sama kalau diajak balapan rata2 cuma kenceng di jalanan lurus kalau ketemu tikungan dan kek celeng , apalagi kalau jalan keluar kota jian ra karuan hahaha

  4. sulisyk said: ndak om, wong jakarta juga sama kalau diajak balapan rata2 cuma kenceng di jalanan lurus kalau ketemu tikungan dan kek celeng , apalagi kalau jalan keluar kota jian ra karuan hahaha

    whahahaha getu yah… cilaka..cilaka….. wes sesuk balapan mangan wae…

  5. sulisyk said: ndak om, wong jakarta juga sama kalau diajak balapan rata2 cuma kenceng di jalanan lurus kalau ketemu tikungan dan kek celeng , apalagi kalau jalan keluar kota jian ra karuan hahaha

    wakakakkaka, tak pikir ngebruke sepeda terus mlayu ning warung oporjebule malah tunggangane ngicipi santen opor tho wkakakakkakasak no ndoro bei sing nunggang :)))))

  6. lalarosa said: wakakakkaka, tak pikir ngebruke sepeda terus mlayu ning warung oporjebule malah tunggangane ngicipi santen opor tho wkakakakkakasak no ndoro bei sing nunggang :)))))

    jan ora gagah pisan-pisan…

  7. lalarosa said: wakakakkaka, tak pikir ngebruke sepeda terus mlayu ning warung oporjebule malah tunggangane ngicipi santen opor tho wkakakakkakasak no ndoro bei sing nunggang :)))))

    Mas….Untuk jalan basah, beda untuk jalan off road rodanya.Beda juga untuk jalan kering..Gimana sich Mas Dhave ini…Sepedanya gimana Mas, kok gak diceritain…

  8. otto13 said: Mas….Untuk jalan basah, beda untuk jalan off road rodanya.Beda juga untuk jalan kering..Gimana sich Mas Dhave ini…Sepedanya gimana Mas, kok gak diceritain…

    makasih Om masukannya….Gak mungkin kan ganti roda setiap kali genjoot…yang saya pakai ban yang sering aja dipakai…kebetulan XC ya udah yang ban tahu aja, nah kena musibah dah hahahaSepedanya baik-baik saja….cuma orangnya yang malu.

  9. otto13 said: Mas….Untuk jalan basah, beda untuk jalan off road rodanya.Beda juga untuk jalan kering..Gimana sich Mas Dhave ini…Sepedanya gimana Mas, kok gak diceritain…

    wahahahaha kasihan deh kepleset gara gara kuah santantapi aku gak terima tuh rossi dibegitukan wakakaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s