Kepulan Kriminal Asap Tembakau

Sebuah tindakan atau aktivitas disituasi dan kondisi yang tidak tepat serta merugikan orang lain bisa dikatakan sebagai kriminal atau kejahatan. Ada beberapa hal sederhana yang acapkali tanpa disadari adalah perwujudan tindakan kriminal, walau tidak ada sanksi secara langsung. Lemahan tingkat kesadaran, pengertian, pendidikan dan kepekaan sosial menjadikan kriminal tersebut syah dilakukan sebab tidak ada hukum yang mengikat.

Tidak usah berimajinasi bahwa tindak kejahatan atau kriminal tersebut identik dengan membunuh, mencuri, merampok, memperkosa dan lain sebagainya. Contoh sederhana kriminal kelas teri yang amat sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan korbannya adalah merokok. Merokok syah saja dan tidak ada hukum yang mengikat asal dilakukan dalam situasi, tempat, waktu yang benar dan tepat.

Merokok adalah hak setiap orang, namun acapkali tindakan tersebut sangat amat mengganggu sekelilingnya akibat asap yang ditimbulkan. Mungkin bagi penikmatnya akan enjoy dengan nikotin dan tar nya yang membelai lembut paru-paru, namun yang tak bisa menikmati bisa berakibat fatal. Para korban seringkali diam disaat kena racun dari sekitarnya, mungkin sungkan, takut, atau acuh tak acuh, padahal beberapa sudah menunjukan indikator terganggu akibat asap; batuk, menutup hidung, mengipas-ngipas udara dan lain sebagainya.

Dari pengalaman sering saya berkonfrontasi dengan perokok-perokok yang tidak tahu diri. Didalam bus umum yang disekitar asap ada anak kecil, wanita hamil coba tegur dengan halus dan sopan walau acapkali mendapat cemoohan. Waktu naik gunung saat didalam tenda, ada aturan ketat yang tidak boleh dilanggar atau saya tendang ”silahkan merokok, asal asapnya ditelan semua”.

Tidak tahu mengapa begitu risih dan tertanggu dengan asap rokok, walau pernah mencoba untuk beradaptasi dengan merokok. Gagal, batuk-batuk, keringat dingin, jantung berdebar-debar ”byuuh memang tak berbakat merokok sepertinya”. Biarkata orang bilang banci, ndak laki, nyirih saja sana, cowok bener atau nggak..? tetap tak peduli dengan suara pecandu tembakau. Pernah sekali mencela perokok-perokok ulung disaat adu cepat mendaki gunung, dimana waktu normal biasa ditempuh 7-9 jam bisa saya tempuh 3 jam 20 menit, dan saat turun smoker..smoker sudah terkapar di 1/3 perjalanan dengan kondisi muntah-muntah.

Mencoba sedikit peka dan peduli terhadap lingkungan agar tindakan kriminal itu tidak terjadi, sehingga tetap bisa menikmati nikmatnya surga tembakau dan tidak ada yang menghisap racun. Tidak perlu ada fatwa haram jika semua bisa ditempatkan distuasi dan kondisi yang benar, sehingga tetap bisa melihat liga inggris, buruh pabrik rokok tetap bisa hidup, petani tembakau tetap makmur dan kudus tetap kota kretek.

Salam

DhaVe
Bus AC yang bebas asap tembakau, 26 April 2010, 09:45

27 thoughts on “Kepulan Kriminal Asap Tembakau

  1. smallnote said: Saya anti rokok hehehe…

    Meski merokok (kelas ringan) sy ckp peka u tdk merokok di angkutan umum, ruang publik dan tempat2 yg ga semestinya merokok. Bahkam saat lg ngobrol dan kumpul2 sy jg ga ngrokok kecuali lg jauh dr org2. D rmh pun saya membatasi dr cuma merokok di kmr mandi hahaha

  2. smallnote said: Saya anti rokok hehehe…

    pertama, aku tidak setuju dengan pernyataan efek fatal (:mematikan) bagi orang lain. karena belum ada catatan kematian langsung bagi pengguna terkecuali perokok berat dalam jangka panjang, inipun disebabkan efek karsiogenik.kedua, dalam tendaku nonsmoker silahkan enyah, hehehe… kecuali perempuan, dengan rendah hati aku menghormati.ketiga, meski aku perokok berat-aku rela tidak merokok di kendaraan umum, kecuali kendaraan itu kosong. aku juga mengecam perokok yang semena-mena terutama jika ada bayi di sekitarnya.ke-empat, negeri kita adalah penghasil tembakau kualitas dunia secara tradisi. hal ini telah diakui negeri-negeri eropa. jangan lupa sebutan java juga mengacu pada tembakau atau kretek selain juga mengacu pada rempah-rempah dan kopi.so, dalam hal ini aku berpegang pada: jangan sekali-kali melupakan sejarah bangsa (nb: jas merah; soekarno).

  3. sulisyk said: Meski merokok (kelas ringan) sy ckp peka u tdk merokok di angkutan umum, ruang publik dan tempat2 yg ga semestinya merokok. Bahkam saat lg ngobrol dan kumpul2 sy jg ga ngrokok kecuali lg jauh dr org2. D rmh pun saya membatasi dr cuma merokok di kmr mandi hahaha

    setuju dan saluud..

  4. nakamurawa said: pertama, aku tidak setuju dengan pernyataan efek fatal (:mematikan) bagi orang lain. karena belum ada catatan kematian langsung bagi pengguna terkecuali perokok berat dalam jangka panjang, inipun disebabkan efek karsiogenik.kedua, dalam tendaku nonsmoker silahkan enyah, hehehe… kecuali perempuan, dengan rendah hati aku menghormati.ketiga, meski aku perokok berat-aku rela tidak merokok di kendaraan umum, kecuali kendaraan itu kosong. aku juga mengecam perokok yang semena-mena terutama jika ada bayi di sekitarnya.ke-empat, negeri kita adalah penghasil tembakau kualitas dunia secara tradisi. hal ini telah diakui negeri-negeri eropa. jangan lupa sebutan java juga mengacu pada tembakau atau kretek selain juga mengacu pada rempah-rempah dan kopi.so, dalam hal ini aku berpegang pada: jangan sekali-kali melupakan sejarah bangsa (nb: jas merah; soekarno).

    jos Cak….besok bawa tenda dewe-dewe yah hahahhaa……

  5. dhave29 said: Mencoba sedikit peka dan peduli terhadap lingkungan

    Siapa yang mau…Merokok sakit, gak merokok sakit.., keruan saja merokok…Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, jadi ngapain milih yang lebih berbahaya bila ada yang lebih aman…Duch…Kalo udah gini, saya lebih baik menyingkir, percuma bicara dengan orang model gitu.

  6. otto13 said: Siapa yang mau…Merokok sakit, gak merokok sakit.., keruan saja merokok…Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, jadi ngapain milih yang lebih berbahaya bila ada yang lebih aman…Duch…Kalo udah gini, saya lebih baik menyingkir, percuma bicara dengan orang model gitu.

    hehehe cari amannya saja Om

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s