Warisan Jaman Batu yang Terkikis, Namun Tetap Eksis

Mencoba flash back jauh kebelakang disaat eranya manusia purba sedang berjaya. Teknologi berbahan dasar batu seolah menjadi andalan. Berburu dengan ujung panah batu yang runcing, membelah dengan kapak perimbas dan lain sebagainya. Maju sedikit di era sebelum masehi, dengan batu orang Mesir bisa membangun Piramid dan orang yunani dengan polis-polisnya. Di era kerajaan tanah Jawa, Borobudur, Prambanan dibangun dengan begitu megahnya dan semua konstruksi dari batu. Di era modern saat ini, barang-barang berbahan dasar batu masih tetap bertahan dan digunakan, acap kali menjadi andalan.

Warisan jaman batu yang terkikis modernisasi namun tetap eksis, bisa dikatakan seperti itu melihat perkembangan penggunaan teknologi dari batu. Jarang terlihat saat ini orang menumbuk padi di lumpang, tak ditemukan juga pengirikan gandum, semua sudah diganti dengan mesin penumbuk modern (selep). Sangat langka juga ditemukan ibu-ibu rumah tangga yang membuat sambal dengan cobek, atau rumah makan besar yang menumbuk bumbu masakan diatas penggilingan batu, sekarang sudah diganti dengan blender.

Yang menjadi kerinduan saat ini adalah masalah rasa dan selera yang dirasakan oleh panca indera. Bagaimana enak dan pulennya nasi yang dihasilkan dari beras yang ditumbuk dengan lumpang dari batu. Tak terbayangkan juga rasa dan aroma sambal yang di “ulek” dengan cobek batu. Sensasi mandi dengan air mancur dari batuan alam dan tubuh di gosok lembutnya batuan alam.

Atas nama modernisasi dan kepraktisan telah mengikis bebatuan warisan jaman dahulu pada saat ini. Keengganan orang menumbuk padi, karena waktu dan tenaga atau malasnya ibu-ibu membuat sambal di cobek karena takut lelah, lengannya besar dan tidak praktis. Bermunculan alibi-alibi mengapa mulai ditinggalkannya benda-benda dari batu. Disaat satu sisi ditinggalkan disisi lain kembali dilirik untuk menjadikan daya tarik.

Bebarapa tempat wisata menawarkan teknologi dari batu tersebut sebagai atraksinya. Makan dari piring batu, sambal cobek, menumbuk padi di lumpang, berendam di bak air dari batu dan lain sebagainya. Batu bukan lagi digunakan berdasarkan nilai fungsidan pakai, tetapi coba di alihkan ke nilai estetika dan budaya. Sejenak meninggalkan mesin blender untuk membuat sambal atau sebentar merasakan sensasi mandi dengan sabun batuan alam.

Andaikata nilai fungsi dari batu bisa dikembalikan seperti semula, mungkin bisa sedikit memperbaiki nasib bumi yang sudah tua ini. Menghemat energi dengan mengganti blender dengan cobek mungkin salah satu cara mudah untuk menghemat listrik. Listrik bisa sedikit dihemat, tangan bisa bergerak “anggap saja olahraga” dan aroma rasa bisa diperoleh. Sedikit mengurangi pengikisan teknologi modern dan mencoba memakai teknologi alam yang lebih ramah lingkungan.

Selamat hari bumi, bumi kita satu, satu bumi kita, mari bersatu menjaga bumi kita.

Salam

DhaVe
My Laboratory, 22 April 2010, 11:30

48 thoughts on “Warisan Jaman Batu yang Terkikis, Namun Tetap Eksis

  1. demikian yang dapat saya laporkan dari Prumpung Muntilan Kabupaten Magelang Jawa Tengah, saya bersama sotreker Mo Imho eh Mo With-O segera undur diri, silakan mbakyu…lho??? :))))

  2. sulisyk said: demikian yang dapat saya laporkan dari Prumpung Muntilan Kabupaten Magelang Jawa Tengah, saya bersama sotreker Mo Imho eh Mo With-O segera undur diri, silakan mbakyu…lho??? :))))

    hahaha….hahaha…. besok baru terbit Om….. edisi munthilan… sambi nunggu racooon datang hahaha……

  3. dhave29 said: hahaha….hahaha…. besok baru terbit Om….. edisi munthilan… sambi nunggu racooon datang hahaha……

    termasuk titipan saya kan mas wuikikikikiRacooooonnnnn **sambil nyanyi lagunya cangcuter**

  4. sulisyk said: termasuk titipan saya kan mas wuikikikikiRacooooonnnnn **sambil nyanyi lagunya cangcuter**

    syap..syap… nanti saya yang belah duren di laut ama tambak…..”khusus arus deras dan sunset”RACOOON….Ditangan kananmu RACOOOON di tangan kirimu…aku tak mau…nolak…”hahahaha……”

  5. dhave29 said: Tak terbayangkan juga rasa dan aroma sambal yang di “ulek” dengan cobek batu. Sensasi mandi dengan air mancur dari batuan alam dan tubuh di gosok lembutnya batuan alam.

    jadul tapi cool!yang alami itu nikmat tenan

  6. skrekanex said: Orang dulu kalau mecahin cobek.. mesti diruwat.. nanggap wayang kulit

    emang sih nek gawene akeh lbh praktis diblendertapi keknya setiap ibu rumah tangga pasti deh banyak yg masih punyaitu uleg’an ama lumpang… dirumahku ajah masih ada koq

  7. pennygata said: emang sih nek gawene akeh lbh praktis diblendertapi keknya setiap ibu rumah tangga pasti deh banyak yg masih punyaitu uleg’an ama lumpang… dirumahku ajah masih ada koq

    masih sering dipakai kah?

  8. pennygata said: emang sih nek gawene akeh lbh praktis diblendertapi keknya setiap ibu rumah tangga pasti deh banyak yg masih punyaitu uleg’an ama lumpang… dirumahku ajah masih ada koq

    Selamat hari Bumi Om Dhave….

  9. dhave29 said: masih sering dipakai kah?

    ya masihlaahhhlha kemaren ajah tuh uleg’an masih dipakai buat nguleg bumbu soto.. hehehekalo lumpang, gak kubawa kebali, masih ada dirumah di sbydan masih dipakai, biasanya kalo bikin yg bumbunya banyak, nah tuh pake lumpangnya..

  10. pennygata said: ya masihlaahhhlha kemaren ajah tuh uleg’an masih dipakai buat nguleg bumbu soto.. hehehekalo lumpang, gak kubawa kebali, masih ada dirumah di sbydan masih dipakai, biasanya kalo bikin yg bumbunya banyak, nah tuh pake lumpangnya..

    weits mantabs…pasti rasanya mak nyos……joss,,,,jossss

  11. dhave29 said: weits mantabs…pasti rasanya mak nyos……joss,,,,jossss

    xixixixixi entah ye Dhave, tapi keknya yg diulegato ditumbuk pake alat jaman batu itu koq rasane luweh manteph yo?opo cuman perasaan yo..? heheheh

  12. dhave29 said: Bali resepsi…. yaw….. hahaha…. begitu ketemu Mo Wit langsung ganti kaos hahaha…. samar dan wanti-wanti.. bisa ciloko

    sik tah.. aku ki lagi mbayangke dirimu bathikan……. xixixixix….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s