Andai Bersama Satpam Kerampokan di ATM

Saat dompet dibuka, terus ada susunan kartu berlogo bank pasti ada pikiran ”ini berduit”. Kartu dari bank, baik kredit maupun debit bisa dijadikan sebagai penanda strata sosial seseorang, dan menerangkan bahwa dia ”pemegang kartu punya simpanan uang di bank”. Persepsi masyrakat yang sudah melekat bahwa kartu atm pasti ada duitnya, walau kadang bokek juga. Pemegang kartu dari bank bisa dikatakan memiliki duit min 50ribu perak atau pernah setoran seperempat juta atau lebih sebagai setoran awal. Siapa tidak ngiler melihat jajaran kartu ada garis hitamnya dengan nomor serial, syukur-syukur berwarna kuning atau kartu yang ada semacam sim card ponsel minimal ada 3 juta.

Diluar maraknya kejahatan perbankan, penggunaan kartu di ATM kian marak, selain praktis juga relatif lebih privasi ”masak di bank narik 20 rebu?”. Suatu sore dihari dan tanggal yang semakin tua dan dompet yang menipis sambil diantar Satpam dengan senjata lengkap menuju ATM di SPBU terdekat. Gaya seperti mengambil uang yang banyak, sebab ada pengawal dibelakang dengan seragam kebesarannya.

Nampak seorang wanita dengan tas dan beberapa buah amplop serta catatan kecil berdiri didekat pintu ATM. Layaknya orang tertib saya mempersilahkan duluan, karena Dia datang lebih awal. Aneh yang terjadi, saya diberi amplop dan catatan kecil dan dipersilahkan langsung ke ATM. Masuk dalam bilik sambil membaca secarik kertas bertuliskan ”Yayasan xxxx Yatim Piatu blaa..blaaa”, intinya minta sumbangan.

Keringat dingin mengalir deras, sebab di ATM bertuliskan Pecahan Rp 50.000,00. Keringat semakin mengalir deras disaat kartu debit masuk ke mesin ATM dan pin 4 digit sudah di enter. Menu bahasa Indonesia dan langsung cek saldo. Saat tulisan ”permintaan sedang diproses” degub jantung semakin kencang layaknya mendapat undian 1 miliar dari bank. Begitu keluar hasil dari layar mesin ATM, lemes se lemes-lemesnya ”saldo anda Rp 54.127,00”. Tak tahu apa yang terjadi, ternyata kas bon dari kantor belum masuk.

Kartu ATM keluar dan masuk lagi ditempatnya, didompet masih ada 2 lembar uang dengan angka 4 digit sambil memperhatikan amplop serta mBaknya yang setia menunggu dipintu luar. Sisa-sisa uang terakhir, ya sudahlah berbagi rata saja. ”Ini mBak… maaf hanya segini, saya lagi bokek bener”. mBaknya hanya mengangguk pelan dan menuju mas Satpam yang nangkring di motor ”sory pak…. puasa dulu sampe nanti sore, duitnya belom masuk hahahaha….”.

Tak terbayangkan bukan? disaat persepsi masyarakat ”jika ke ATM pasti ambil uang tunai, apalagi dikawal satpam, pasti banyak”. Syukur cuma mBak-mbak, bayangkan jika perampok yang menunggu dipintu ATM ”alangkah kasihan sekali saat merampok saya yang kere, dan satpam pun akan enggan menolong malah tertawa terbahak-bahak”. Kasihan sekali bukan rampoknya? ”nie aku kasih seribu, yang seribu lagi buat parkir dah sana pergi….!!!”.

Salam Bokek

DhaVe
Terminal Peti Kemas, 23 April 2010, 10:00

Advertisements

17 thoughts on “Andai Bersama Satpam Kerampokan di ATM

  1. pennygata said: naiknya gaji gak berbanding lurun dgn naiknya bahan kebutuhan ..hehehehehehskrng uang 100rb, buat belanja dapur, dapetnya mak sak ipet..

    bener sist..tak ada harganya…… sedih..sedih..ning tetep di syukuri…

  2. dhave29 said: Tak terbayangkan bukan? disaat persepsi masyarakat ”jika ke ATM pasti ambil uang tunai, apalagi dikawal satpam, pasti banyak”. Syukur cuma mBak-mbak, bayangkan jika perampok yang menunggu dipintu ATM ”alangkah kasihan sekali saat merampok saya yang kere, dan satpam pun akan enggan menolong malah tertawa terbahak-bahak”. Kasihan sekali bukan rampoknya? ”nie aku kasih seribu, yang seribu lagi buat parkir dah sana pergi….!!!”.Salam Bokek

    hhahahaha gokil neh ceritanya…Salam akhir bulan :p

  3. dhave29 said: Tak terbayangkan bukan? disaat persepsi masyarakat ”jika ke ATM pasti ambil uang tunai, apalagi dikawal satpam, pasti banyak”. Syukur cuma mBak-mbak, bayangkan jika perampok yang menunggu dipintu ATM ”alangkah kasihan sekali saat merampok saya yang kere, dan satpam pun akan enggan menolong malah tertawa terbahak-bahak”. Kasihan sekali bukan rampoknya? ”nie aku kasih seribu, yang seribu lagi buat parkir dah sana pergi….!!!”.Salam Bokek

    @sis Ave; menunggu sist..@sir Hamz; bernasib sama sepertinya..@sist sia; hahaha… menghitung hari….

  4. dhave29 said: Tak terbayangkan bukan? disaat persepsi masyarakat ”jika ke ATM pasti ambil uang tunai, apalagi dikawal satpam, pasti banyak”. Syukur cuma mBak-mbak, bayangkan jika perampok yang menunggu dipintu ATM ”alangkah kasihan sekali saat merampok saya yang kere, dan satpam pun akan enggan menolong malah tertawa terbahak-bahak”. Kasihan sekali bukan rampoknya? ”nie aku kasih seribu, yang seribu lagi buat parkir dah sana pergi….!!!”.Salam Bokek

    Dasar….Pak Satpamnya ketawa sampek guling-guling tuch…he.he..he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s