Senja itu Langitku Ternoda

Mahalnya sebuah keindahan dan harus ditebus dengan tidak sedikit pengorbanan. Demi keindahan dalam koridor kecantikan, kaum hawa rela merogoh koceknya lebih dalam agar tampil cantik menawan. Atas nama keindahan pula, sebuah taman kota dipoles dengan lembaran-lembaran uang agar nampak indah dan asri. Bagaimana jika sebuah keindahan alami dan tidak perlu diupayakan agar nampak indah itu harus dibayar mahal untuk sebuah keindahan.
Langit yang temaran oleh senja terhias oleh hangatnya sang surya yang masuk peraduan harus ternoda. Keindahan alam yang kotor akibat ulah manusia atas nama kehidupan dan kesejahteraan. Sedikit mengorbankan keindahan untuk sebuah kelangsungan hidup jutaan manusia dan eksistensi perekonomian. Tak ada harga yang dibayar untuk keindahan yang tersisihkan, hanya tetesan keringat pekerja dan kantong tebal juragan yang dibayarkan.

Para penikmat alam seolah tak mendapat kompensasi atas terganggunya kenikmatan sesaat. Keindahan non artificial yang ternoda sebagai konsekwensi dari kegiatan industri yang menghidupi jutaan umat manusia dan memenuhi kebutuhan papan dunia harus mengusik sedikit keindahan. Tak ada yang bisa dipersalahkan atas nama keindahan yang ternoda oleh akibat ulah manusia.

Tak bisa dibayangkan juga jika industri sebasar itu dengan ribuan karyawan harus berhenti demi keindahan. Ribuan tulang punggung akan lemah lunglai menjaga tiang hidup keluarga, ribuan toko juga akan tutup, kapal-kapal niaga lego jangkar dan perputaran uang juga berhenti. Mungkin para penikmat alam juga akan bersorak sesaat lalu terhenyak melihat apa yang terjadi. Entah bagaimana mencari solusi yang terbaik dari simbiosis tersebut, tanpa ada konsekwensi logis yang menyengsarakan obyeknya.

Nampaknya mencoba melihat dan berpikir bijak bagaimana menyikapi keindahan tersebut. Kepulan asap dari cerobong dipadukan dengan warna senja yang dipantulkan lembutnya air laguna, ternyata tak kalah indah. Mencoba mengkombinasikan antara noda-noda keindahan dengan keindahan alami ternyata bisa nampak indah dari sisi lain. Mencoba bijak dan menikamti apa yang ada dengan tetap menjaga yang belum ternoda.

Salam

DhaVe
Hela nafas seberang PT KLI Semarang, 21 April 2010 11:45

14 thoughts on “Senja itu Langitku Ternoda

  1. sulisyk said: tanyaken…napa..??😀

    pernah dengar dulu pemda smg mau atur tempat khusus untuk industritapi sepertinya sejauh ini belum melangkah sejangkahpuntapi…. bukankah keindihan itu tak memilih tempat? jadinya gimana ya? hhhehehehe malah nanya balik

  2. lalarosa said: pernah dengar dulu pemda smg mau atur tempat khusus untuk industritapi sepertinya sejauh ini belum melangkah sejangkahpuntapi…. bukankah keindihan itu tak memilih tempat? jadinya gimana ya? hhhehehehe malah nanya balik

    aku tanya sapa dunk…..?”rumput bergoyangpun enggan menjawab”

  3. udelpot said: wah .. berarti kalo rokokan, harus merhatiin lingkungan sekitar ya? wah ……. bakal berat nih!! =D

    lha iya lah KI….kalo ngrokok ndak pas sama sikon-nya itu kriminal…..sama aja ngracoon yang lain,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s