Biarkan Pelangi Perang Sodara untuk Keindahan

Perang sodara Bharatayuda di Kurusetra antara Pandawa dan Kurawa merupakan perang sodara yang dirancang menjadi sebuah cerita pertarungan antara kebenaran dan kejahatan. Beberapa sisi sulit diterima disaat Dewi Kunthi harus rela melihat anak sulungnya “Karna” harus berhadapan dengan adik-adiknya “Pandawa”. Perang Bharatayuda sudah tidak mengenal itu sodara sekandung layakanya “karna dan pandawa”, guru dan murid “Durna dan Arjuna” atau Kakek dan cucu “Bisma dan Pandawa”. Skenario para Dewa telah membuat babak demi babak dimana Sri Krisna sebagai dalangnya.

Tinggalkan dahulu epos pewayangan dengan para dalang dan lakonnya, tetapi coba melihat pewayangan yang terjadi saat ini. Bharatayuda tanpa ada skenario, dalang dan tokoh, semua masuk dalam kurusetra dan chaos. Tidak tahu apa yang dibela, tak paham berdiri di kubu siapa yang penting “sak tubruk-tubruke”. Alasan solidaritas, pertemanan atau sekedar nimbrung sebagai penggembira untuk memeriahkan suasana bahkan memperkeruhnya. Sungguh emosi yang tidak terkendali dan brutal. Pelajaran berharga untuk sebuha tragedi berdarah Priok.

Hidup dengan 2 sodara laki-laki tanpa ada pendampingan orang tua. Cekcok, berkelahi, berangkulan, sepiring bertiga atau tukar baju celana adalah bumbu-bumbu yang harus dijalani. Ada saat harus bersama, ada saat harus bermusuhan, ada saat berpeluk damai ada juga bersitegang adu mulut dan jotos. Sungguh chemistry yang unik dan rumit, bahkan jika ingat masa lalu ingin tertawa sendiri melihat kebodohan-kebodohan yang dilakukan, tetapi tak ada rasa sesal sebab itu semua adalah pelajaran berharga.

Dilapangan hijau, berhadapan sebelas lawan sebelas, ditengahi 3 orang hakim. Dengan seragam berbeda, bendera berbeda, kubu dan masa berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama “menang”. Bertemu dilapangan hijau dan mempermainkan sikulit bundar sambil adu kekuatan dengan adik kandung memiliki rasa yang berbeda. Libero bertemu dengan striker, sebuah pertarungan yang tidak dapat dihindarkan. Pemain belakang yang tak kenal ampun siap menghajar penyerang yang coba-coba mengancam gawang. Tak ada rasa sungkan, dan segan itu kakak adik, yang ada bagaimana gawangku aman dan bagaimana cetak gol. Adu kekuatan dan teknik dipertontonkan dan acapkali menjurus keras dan kasar. Akhir pertandingan Libero masih menjaga virginitas gawang dan penyerang masih mandul. Saatnya kembali kerumah berboncengan motor butut sambil cerita pertandingan tadi.

Kantor Wali Kota yang sepi mendadak ramai oleh ratusan pendemo, hari itu ada demonstrasi menuntut pengungkapan korupsi anggaran pendidikan. Saat itu duduk di BEM Universitas dan dengan spanduk dan tulisan mencoba berorasi serta bertemu dengan Wali Kota. Bukti-bukti pelanggaran sudah ada, dan saatnya untuk menuntut bertemu serta berdialog langsung. Layaknya permainan, sang tikus hilang entah kemana dengan melarikan diri. Tidak tahu lewat mana sang pimpinan pergi, makan timbullah kekacauan dan berujung ke kantor Wakil Rakyat yang disebelahnya. Sepertinya aparat tidak mau diam, Polisi dan sat Pol PP dengan pentungnya siap menghadang.

Tanngung sepertinya jika berdiam diri saja, maka sepakat untuk masuk ke lingkungan rumah wakil Rakyat. Hadangan aparat bukan menjadi masalah, dan benar saja semua bisa diterobos dengan mudah dan bisa masuk di gedung rakyat tersebut. Disaat semua berlarian masuk, ada beberapa mahasiswi yang tertinggal di laur pagar setinggi 1,5m. Lompat dan nolong mahasiwi tersebut agar bisa masuk di dalam pagar. Disaat mahasiswi tersebut sudah berhasil melompat denga bertumpu di pundak dan giliran melompat ada yang menarik kaki. Seorang Polisi menarik kaki hingga jatuh dan yang teringat hanya beberapa wajah seram dan pentung rotan memijit sekujur tubuh.

Truk Dalmas membawa tubuh lemes dan biru-biru ke kurungan besi untuk di amankan sementara. Disaku kanan ada sebuah ponsel dan pesan singkat
“mas Kamu dimana posisinya” sebuah pesan dari adik. Secepat saya pencet tombol ijo dan call.
“haloow..haloww…posisi di mana mas?” jawab adik.
“gundulmu…. aku di sel, habis di gebugi temen-temenmu” jawab saya
“ya udah aku kesana sekarang” jawab adik
“tut..tut….tut..”

Tak berselang berapa lama pintu sel di buka bersama-sama mringis dikantor polisi dan munculah Pak Dhe dan Adik yang masih berseragam lengkap polisi. 6 Mahasiswa yang tertangkap langsung dievakuasi di mobil tahanan dengan jeruji besi dan tak tahu mau dibawa kemana. Teman-teman pada diam ketakutan terlihat dari wajah pucatnya dan mobil semakin jauh meninggalkan kota. teringat akan eksekusi pengikut PKI yang dibantai, akankan terjadi pada aktivis mahasiswa?.

Dipinggir kota di sebuah warung makan yang cukup besar mobil berhenti, Pak Dhe yang duduk di kursi depan dan Adik yang nyetir segera membuka pintu dan menyuruh kami keluar.
“ayo makan… saya yang traktir disel gak ada makanan” teriak Pak Dhe
Kamipun keluar dengan masih mengenakan jas almamater dan megaphone di leher. Makan sambil ngobrol ngalor ngidul, sambil disertai canda tawa kami semua. Tak ada rasa dendam dan kebencian antara kita, dan tak berapa lama beberapa polisi datang juga. Ternyata mereka yang gebug kita-kita tadi dan semua damai, minta maaf dan memaafkan. Pulang ke kampus di antar Polisi dengan mobil krangkengnya, di sana teman-teman demonstran yang khawatir akan kami menjadi lega.

Sore di rumah yang adem, kejadian kemarin dilapangan hijau dan pagi sampai sore di kantor pemerintahan coba diceritakan oleh para pelaku yang antagonis. Okelah bersinggungan membela seragam masing-masing asal sesuai dengan aturan main, nah disaat seragam tersebut ditanggalkan kembali berdamai. Pelangi tetaplah pelangi yang indah dengan aneka warna yang menjadi kesatuan dalam garis lengkung yang cantik dimana air adalah asalnya.

salam

DhaVe
Lab Mikro, 16 april 2010, 09:30

30 thoughts on “Biarkan Pelangi Perang Sodara untuk Keindahan

  1. udelpot said: pengalaman pribadi?jadi mikir .. sebenarnya Satpol PP itu dibayar untuk melakukan apa sih? soalnya kalo ada huru hara, di situ pasti ada petugas ini.

    ya dibayar untuk itu.. Ki… hehehe😀

  2. sulisyk said: Mau tanya pendaftaran satpol pp kapan ya ada wakakakaka

    Tes nya sekarang berat..1.kudu tega ama rakyat kecil…2.siap jalankan perintah atasan hidup atau mati…3.tidak menyesal jika harus babak belor..4.syap ada pemutusan hubungan kekerabatan dan pertemanan5.tahan makian….dll…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s