mBah Priok Ngelus Dada Rumahnya Jadi Kurusetra

Peristiwa dan tragedi kemanusiaan kembali terjadi di era reformasi setelah dahulu di jaman orde baru juga terjadi. Tragedi berdarah di Jakarta Utara, Priok kembali terjadi dan menjadi tontonan masyarakat. Bentrokan aparat dan rakyat di medan laga makam mBah Priok menjadi arena adu kuat, adu jotos, lempar tendang. Aneka jurus beladiri dikerahkan semua untuk menunjukan siapa yang kuat.

Tidak diketahui dari mana sumbu tragedi itu tersulut dan meledak menjadi bentrokan yang luar biasa hebatnya. Korban berjatuhan dan bergelimpangan tak berdaya yang harus menerima keroyoakan dari masing-masing masa. Banyak yang pro aparat, banyak pula yang pro rakyat. Semua seolah mempunyai pandangan masing-masing, siapa yang bener dan siapa yang salah. saling klaim dan membela diri siapa yang paling benar dan saling tuduh untuk kambing hitamnya.

Pagi ini dikantor sedikit heboh, karena sebelum pekerjaan dan rutinitas dimulai terjadi sedikit obrolan tentang tragedi Priok. Hampir semua menghujat Pol PP dan aparat, saat melihat tayangan diinternet dan televisi. Saya hanya diam dan tetap dengan foto-foto dan tulisan saya. Diem melihat dan mendengar tingkah laku dan hujatan dari teman-teman kantor yang tak kalah sangarnya dengan yang ditelevisi.

Diam mungkin jalan yang terbaik untuk melihat dan mendengar pandangan dari teman-teman yang sangat reaktif dengan kejadian Priok. Status demi status di layangkan di jejaring sosial mengenai apa yang di otak dan emosi mereka. Sebagai kaum minoritas “paham agama” saya hanya diam daripada ikut digebugin. Bisa dibayangkan, diantara sekian ratus karyawan berdiri sendiri dengan keyakinan berbeda, bahkan aturan perusahaan sudah menganut hukum agama. Fanatisme religi dengan bumbu konflik atas nama religi menjadi menu yang sedap untuk dihidangkan.

Pandangan demokrasi, aturan dan undang-undang tertutup sudah dengan aksi solidaritas paham agama. Tak ada pandangan sebagai seorang nasionalis yang melihat berdasar aturan main yang berlaku dan disepakati sebagi panduan hukum yang mengikat. Semua melihat berdasar emosi, fanatisme berlebih, dan solidaritas persaudaraan. Tak tahan telinga ini melihat teman-teman teriak diruang kerja, tanpa mikir disekeliling ada apa dan siapa.

Tak tahu kenapa mulut ini keluar kata-kata yang membuat mereka diam…
“kalian punya sodara aparat dan keluarga tidak disana..?” tanya saya…
“ndak punya..gak ada ntuh.. “jawab teman-teman.
“tau kenapa saya diem saja sambil nunduk?” tanya saya
“ndak… paling kamu ndak paham atau ndak suka dengan tingkah kami”

Saya diem karena saya miris melihat itu kejadian. Saya punya adik kandung di Kepolisian yang di drop langsung di lokasi. Atas perintah komandan/atasan harus melakukan semestinya apa yang harus di lakukan. Saya juga punya keluarga besar dari Ibu yang ada di sana yang sekarang bentrok. Bayangkan, 1 darah, 1 manusia, 1 sodara yang dipisahkan paham, persepsi, pemikiran, kelompok dan seragam harus bentrok dan adu gebug. Saya hanya bisa berdoa, polisi yang dikeroyok itu bukan adik saya dan bukan sodara-sodaranya yang mengeroyok. Saya juga berharap seorang masa yang menjadi bulan-bulanan aparat bukan keluarga saya dan bukan adik saya dan teman-temannya yang membantai membabi buta. Mungkin mBah Priok juga akan miris dan mengelus dada melihat pesareannya dijadokan kurusetra oleh para umatNya.

Lihat dampak yang ditimbulkan, mobil aparat banyak yang dibakar dan dirusak. Aparat tidak rugi, mereka hanya meringis, sebab besok beli lagi yang baru. Duit kamu-kamu, duit rakyat yang dipakai, disaat pajak disalah gunakan dan masyarakat gembar-gembor, sekarang dinodai sendiri. Tidak usah mikir siapa yang salah dan siapa yang bener, bukan porsi kita untuk ikut-ikutan mikir. Sekarang lebih baik kerja, buat cari nafkah anak bini kalian dari pada ngumpat gak karuan dan bikin gaduh ruangan.

Weh bisa galak juga ternyata, membentak orang-orang tua yang kaya anak kecil yang mau perang-perangan. Sekarang coba lihat dengan arif dan bijaksana melihat dan menghadapi setiap permasalahan, jangan ikut media massa dengan segala tayangannya, cukup disaksikan dan dinikmati acaranya. jangan jadikan perbedaan pendapat, persepsi dan seragam menjadi gesekan dan bentrokan.

“Adiku selamat menjalankan tugas negara, tetap gunakan akal sehat dan hati nurani”
“sodaraku, hadapi dengan kepala dan hati yang dingin, seperti yang di ajarkan mBah priok”

Salam

DhaVe

My Office, 15 April 2010, 09:15

48 thoughts on “mBah Priok Ngelus Dada Rumahnya Jadi Kurusetra

  1. manja80 said: aku kira semua ada skenario tersembunyi di balik peristiwa ini….

    setiap ada peristiwa besar yg memalukan pasti ada pengalihan kasus….tidak 1 dua kali terjadi tapi setiap kasus terungkap selalu seperti ini, dan selalu korbannya rakyat kecil ……dalang dan wayang tidak pernah berhenti bermainkan perannya mengelabuhi penonton …..walaahhh………..

  2. dhave29 said: amiin..amiin…. pokoe pisss lah…

    bangsa kita ini mentalnya kok gak berubah ya … semua bangsa maju ke depan, bangsa kita malah mundur terussss … dulu dijajah londo udah merasakan politik adu domba, sekarang saudara saling mengadu domba …

  3. manja80 said: setiap ada peristiwa besar yg memalukan pasti ada pengalihan kasus….tidak 1 dua kali terjadi tapi setiap kasus terungkap selalu seperti ini, dan selalu korbannya rakyat kecil ……dalang dan wayang tidak pernah berhenti bermainkan perannya mengelabuhi penonton …..walaahhh………..

    adakah konspirasi dibalik kasus tersebut?

  4. 5191t said: jiaaan ora ono sing mikir ngasi kedadean koyongono

    mudahnya orang diadu domba, diprovokasi,sehingga saling bentrok antar sesama dengan baju yang berbeda,…..kenapa dengan baju yang berbeda bisa menjauhkan rasa kebersamaan…..?

  5. simbokdhe said: bangsa kita ini mentalnya kok gak berubah ya … semua bangsa maju ke depan, bangsa kita malah mundur terussss … dulu dijajah londo udah merasakan politik adu domba, sekarang saudara saling mengadu domba …

    tidak mundur Bu… masih terus jalan dan berlari, sayang “ditempat”

  6. giehart said: mudahnya orang diadu domba, diprovokasi,sehingga saling bentrok antar sesama dengan baju yang berbeda,…..kenapa dengan baju yang berbeda bisa menjauhkan rasa kebersamaan…..?

    karena saling menjunjung seragamnya masing-masing….

  7. giehart said: mudahnya orang diadu domba, diprovokasi,sehingga saling bentrok antar sesama dengan baju yang berbeda,…..kenapa dengan baju yang berbeda bisa menjauhkan rasa kebersamaan…..?

    sedih dan malu menyaksikan kemanusiaan telah hilang dan terbang dari mereka2 yang terlibat bentrokan…

  8. giehart said: mudahnya orang diadu domba, diprovokasi,sehingga saling bentrok antar sesama dengan baju yang berbeda,…..kenapa dengan baju yang berbeda bisa menjauhkan rasa kebersamaan…..?

    hmmmm…jadi kelingan lagi lagu yang aku aplut:jaman edan apa wis kelakon tenan; jurus ngedan dadi pusaka andalan, ora ngedan wedi yen ora keduman… meluuuuuuuuuu ngedan jebule kepenak teunan…

  9. giehart said: mudahnya orang diadu domba, diprovokasi,sehingga saling bentrok antar sesama dengan baju yang berbeda,…..kenapa dengan baju yang berbeda bisa menjauhkan rasa kebersamaan…..?

    tragedi 26 silam aja belum kelar udah keluar tragedi baru. Piye toh? Kalo kata kuncen makam mbah Priok: “Bwt Satpol PP, sy cuma mau mengingatkan, hati-hati dlm bertugas d Priok coz Mbah Priok gk suka tempat istirahat y diacak-acak ap lg d bongkar… ~horormodeon~

  10. sulisyk said: sedih dan malu menyaksikan kemanusiaan telah hilang dan terbang dari mereka2 yang terlibat bentrokan…

    yups Om…mengerikan….mengerikan pokonya…ndak usah ikut-ikutan dah,,,,

  11. yswitopr said: hmmmm…jadi kelingan lagi lagu yang aku aplut:jaman edan apa wis kelakon tenan; jurus ngedan dadi pusaka andalan, ora ngedan wedi yen ora keduman… meluuuuuuuuuu ngedan jebule kepenak teunan…

    akhire babak belur tenan….

  12. marpleholmes said: tragedi 26 silam aja belum kelar udah keluar tragedi baru. Piye toh? Kalo kata kuncen makam mbah Priok: “Bwt Satpol PP, sy cuma mau mengingatkan, hati-hati dlm bertugas d Priok coz Mbah Priok gk suka tempat istirahat y diacak-acak ap lg d bongkar… ~horormodeon~

    woh getu yah….”satpol pp bukannya cuma alat? bagaimana dengan yang nyuruh?” atau di balik layar itu siapa

  13. marpleholmes said: tragedi 26 silam aja belum kelar udah keluar tragedi baru. Piye toh? Kalo kata kuncen makam mbah Priok: “Bwt Satpol PP, sy cuma mau mengingatkan, hati-hati dlm bertugas d Priok coz Mbah Priok gk suka tempat istirahat y diacak-acak ap lg d bongkar… ~horormodeon~

    semoga adek dan sodara-sodara om Dhanang tidak menjadi korban.Miris liat banyak darah di tivi…Semoga tidak ada kejadian seperti ini lagi…

  14. dhave29 said: adakah konspirasi dibalik kasus tersebut?

    kitaa tonton aja nanti akan mengerti kemana alur cerita paanggung sandiwara ini…tapi heran knp yah pak presiden diam aaja…..?? ini yg patut di pertanyakan….

  15. dhave29 said: adakah konspirasi dibalik kasus tersebut?

    ini bukan sekedar ‘ drama kekerasan” sebagaimana postingan mo Har beberapa waktu lalu, tapi sungguh kekerasan, perang tanding, dua kubu yang bertikai …

  16. manja80 said: kitaa tonton aja nanti akan mengerti kemana alur cerita paanggung sandiwara ini…tapi heran knp yah pak presiden diam aaja…..?? ini yg patut di pertanyakan….

    yups..kita lihat sajah..pak presiden lagi puyeng juga kalee yah?lagi bingung mau ngapain..kasihan yah…

  17. giehart said: ini bukan sekedar ‘ drama kekerasan” sebagaimana postingan mo Har beberapa waktu lalu, tapi sungguh kekerasan, perang tanding, dua kubu yang bertikai …

    yah.. tetapi mungkin tetap ada skenario dibalik tragedi tersebu Om Gie…Semoga semua baik-baik saja…

  18. giehart said: ini bukan sekedar ‘ drama kekerasan” sebagaimana postingan mo Har beberapa waktu lalu, tapi sungguh kekerasan, perang tanding, dua kubu yang bertikai …

    …jenazah Mbah Priok sudah di pindahkan ke pemakaman Semper dari tahun 1997…. uuumm… mereka yang telah meninggal, sudah berbeda dunia dengan kita yang masih hidup…. mungkin ada baiknya kalau kita tidak usah mempertimbangkan perasaan orang yang telah meninggal…karena urusannya didunia, telah selesai. apapun itu. maap…bukannya saya mau kurang ajar atau sok tau..

  19. giehart said: ini bukan sekedar ‘ drama kekerasan” sebagaimana postingan mo Har beberapa waktu lalu, tapi sungguh kekerasan, perang tanding, dua kubu yang bertikai …

    saya berdoa semua baik baik saja untuk Mas Dhanang dan keluarga….. Tuhan memberkati.

  20. dhave29 said: Lihat dampak yang ditimbulkan, mobil aparat banyak yang dibakar dan dirusak. Aparat tidak rugi, mereka hanya meringis, sebab besok beli lagi yang baru. Duit kamu-kamu, duit rakyat yang dipakai, disaat pajak disalah gunakan dan masyarakat gembar-gembor, sekarang dinodai sendiri. Tidak usah mikir siapa yang salah dan siapa yang bener, bukan porsi kita untuk ikut-ikutan mikir. Sekarang lebih baik kerja, buat cari nafkah anak bini kalian dari pada ngumpat gak karuan dan bikin gaduh ruangan.

    saya setuju ini….saya sendiri malu napa merusak sambil sholawatan huh!

  21. harataya said: …jenazah Mbah Priok sudah di pindahkan ke pemakaman Semper dari tahun 1997…. uuumm… mereka yang telah meninggal, sudah berbeda dunia dengan kita yang masih hidup…. mungkin ada baiknya kalau kita tidak usah mempertimbangkan perasaan orang yang telah meninggal…karena urusannya didunia, telah selesai. apapun itu. maap…bukannya saya mau kurang ajar atau sok tau..

    makasih mBak sudah mengingatkan…salam

  22. siasetia said: saya setuju ini….saya sendiri malu napa merusak sambil sholawatan huh!

    baca artikel tentang botol–botol chivaz regall di mobil satpol PP…oalah , ternyata satpol PP nggak kalah bajingan dibanding saya….jkakaka…nek aku mendhem mergo dicekoki bule, nek satpol PP ???..wasyewww

  23. jarody said: baca artikel tentang botol–botol chivaz regall di mobil satpol PP…oalah , ternyata satpol PP nggak kalah bajingan dibanding saya….jkakaka…nek aku mendhem mergo dicekoki bule, nek satpol PP ???..wasyewww

    dicekoi atasan mBah…….ancen wasyuuuw hahaha 😀

  24. jarody said: baca artikel tentang botol–botol chivaz regall di mobil satpol PP…oalah , ternyata satpol PP nggak kalah bajingan dibanding saya….jkakaka…nek aku mendhem mergo dicekoki bule, nek satpol PP ???..wasyewww

    Selamat datang di negeri yang tidak memiliki nurani… Salam!

  25. jarody said: baca artikel tentang botol–botol chivaz regall di mobil satpol PP…oalah , ternyata satpol PP nggak kalah bajingan dibanding saya….jkakaka…nek aku mendhem mergo dicekoki bule, nek satpol PP ???..wasyewww

    edan tenan tayangan-e mas….aku meh turu dadi ra sido turu wingi pajar, ngeri ah…

  26. jarody said: baca artikel tentang botol–botol chivaz regall di mobil satpol PP…oalah , ternyata satpol PP nggak kalah bajingan dibanding saya….jkakaka…nek aku mendhem mergo dicekoki bule, nek satpol PP ???..wasyewww

    tur meneh sing ngliput yo mbe ngakak ngakak ngono e…hehe

  27. ndiphe13 said: tur meneh sing ngliput yo mbe ngakak ngakak ngono e…hehe

    ironis…. yang penting dapat momment walau harus melihat sodara sendiri dibantai… profesional….prosfesional tapi gak ada nurani juga…yang penting beritan tetap one dan gambar tetap metro….dan semua memang untuk anda….semprul…semprul…rating luwak tenan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s