Liburan Berseragam PRAMUKA, mauuuu…?

Akhir dan awal bulan yang menyenangkan, dimana akhir bulan saatnya menerima uang gaji disambut awal bulan dengan liburan. Disaat semua teman-teman kantor sudah asyik menyusun rencana jalan-jalan ke mall, belanja, atau berdiam diri di rumah, saya malah bingung sendiri mau kemana. Bosan dan enggan liburan dihabiskan di maal dan pusat-pusat keramaian, atau memang bukan habitat saya. Mencoba melihat sebentar keluar kira-kira ada tujuan kemana trip awal bulan ini.
Tidak mungkin ke Gunung, sebab tenda dan perlengkapan gunung saya sudah ikut menemani teman di lereng Gunung Slamet 3428mdp. Kamera yang selalu setia menjadi pendamping sedangn selingkuh dengan adik saya yang bermain-main di Pantai Kota Rembang. Sepeda gunung yang selalu mengantar pulang pergi ke kantor sepertinya harus istirahat sebentar, sebab sifhter pecah akibat tabrakan kemarin. Dalam bimbang mencari liburan, tiba-tiba otak ini terngiang masa lalu yang membuat saya tersenyum dan geli sendiri “nulis sambil mesem-mesem sendiri”.

Sebuah perkampungan ditengah lebatnya hutan Kalimantan yang terpencil jauh dari pusat kota. Untuk melintasi perjalanan antara kampung dan kota propinsi memakan waktu 8 jam lewat sungai. Sebuah tempat eksotis dimana rumah panngung menjadi kediaman kami. Didekat rumah mengalir sungai jernih membelah hutan yang kaya akan ikan-ikan air tawar, buaya dan ular. Setiap hari rasanya puas bermain air dan sampan-sampan kecil, sewaktu pulang sekolah atau selesai ibadah di gereja. Perahu kecil milik orang tua menjadi ajang bermain kapal-kapalan, dimana berenang dan scuba diving menjadi syarat wajib jika ingin bergabung dalam game ini. Lompat dari ketinggian beberapa meter lalu meluncur di sungai yang jernis laksana belaian empuk yang menemani permainan kami.

Puas bermain di aliran keringat dihutan rimba Kalimantan, permainan dilanjutkan dengan masuk di hutan-hutan dekat rumah. Suara-suara monyet dan kicau burung selalu memenuhi isi hutan, belitan ular menghiasi pepohonan, loncatan kijang serasa ingin mengajak adu lari dan beruang madu nampak asik menikmati santapannya dengan rakus. Tak ada rasa takut dan kawatir, yang ada hanya senang dan riang penuh kegembiraan. Alam dan bimbingan orang tua mengajarkan kami untuk tahu dan mengenal lebih dekat dengan alam. Layaknya manusia purba, berburu dan meramu serta mengambil langsung dari alam yang masih segar. Bakar ikan, menikmati bebuahan hutan, mencucup air segar dari perkaran, atau sekedar mencicipi segarnya madu hutan.

Disaat perayaan hari-hari besar; seperti lebaran, hari kemerdekaan, atau natal, maka orang tua akan membelikan pakaian baru. Sebuah pakaian yang tidak bakal terlupa, bahkan melekat sampai bangku SMA. Orang tua sepertinya cerdik “maklum Guru SD” membelikan pakaian baru berwarna cokelat muda, dan cokelat tua, ada pisau, tali, topi baret dan lambang-lambang yang tidak saya pahami saat itu. Disaat lebaran, dan waktunya berkunjung kesanak famili dan tetangga, dengan pede memakai seragam tersebut.

Wajah-wajah penuh senyum melihat pakaian baru saya, sepertinya mereka bangga dan heran. saya senang bukan kepalang sebab, satu kampung yang punya pakaian itu hanya saya sendiri. Lebaran berlalu, maka tepat tanggal 17 agustus, saya di ajak untuk melihat karnaval di kota kecamatan dengan naik perahu selama 3 jam. Ibu yang sejak pagi sudah mempersiapkan seragam safari bapak, dan seragam cokelat saya dengan digosok lempengan besi panas berlambang ayam jago. Duduk di haluan perahu dengan badan tegap, sebab takut bajunya terlipat dan Bapak asyik mengendalikan laju mesin 2 pk.

Saat di pinngir jalan sambil melihat iring-iringan karnaval senang sekali hati ini “jingkrak-jingkrak”. Nah lebih bangga lagi saat barusan dengan seragm cokelat dengan memanggul buah kelapa yang bertunas dengan gagah berjalan beriringan. karnaval usai dan pulang kembali kerumah dengan wajah cemberut dan malu. Sebuah pertanyaan dari Ibu 
“Ada apa dek..?”
“Bapak bohong… saya malu… lebaran kemarin ternyata saya memakai seragam Pramuka, bukan baju baru”
seisi rumah tertawa puas sambil menunjuk-nunjuk dan bapak di pojok ruangan sambil tersenyum geli.
Saya baru tahu, sebab seragam disekolah kami hanya ada warna merah dan putih yang dipakai senin sampai sabtu, dan baru 2 tahun kemudian kenal dengan seragam pramuka.

Tak jauh beda saat menghadiri resepsi pernikahan teman, kebetulan dari kantor dapat jatah baju batik. Momment yang pas untuk dipakai walau sedikit kurang pas dengan celana jeans dan sandal gunung. Celaka dan sungguh celaka, ada teman kantir yang datang dan memakai batik yang sama.
“seragam Tim Nas ya”.

Akhirnya kembali tersadar karena ada pesan singkat yang masuk
“mas besok hunting foto di Rawa Pening dan Kebun Telogo”
“syap berangkat”

Salam

DhaVe
Ruang Meeting ber hot spot: 30 Maret 2010; 14:30

20 thoughts on “Liburan Berseragam PRAMUKA, mauuuu…?

  1. lalarosa said: gowo tongkat sikil 3tali cangklonganbendero ne warna opo?hahahhaa selamat menyambut paskah dan happy holiday 😀

    aku tergabung dalam regu “anggrek”ayoo liburan….sekarang nyangklong eos….sajah

  2. lalarosa said: gowo tongkat sikil 3tali cangklonganbendero ne warna opo?hahahhaa selamat menyambut paskah dan happy holiday 😀

    kocakkkkkkkk bhuahahahahasakit ati tuhhsi anak, si bapak senyum kemenanganwakakakakaka

  3. dhave29 said: Orang tua sepertinya cerdik “maklum Guru SD” membelikan pakaian baru berwarna cokelat muda, dan cokelat tua, ada pisau, tali, topi baret dan lambang-lambang yang tidak saya pahami saat itu.

    Ha,ha,ha,ha,ha! Tapi dalam hati saya sungguh prihatin. Di Indonesia ini aneh, seragam suatu perkumpulan, kok diwajibkan dipakai di banyak sekolah, tanpa tahu maksud dan artinya.

  4. hardi45 said: Ha,ha,ha,ha,ha! Tapi dalam hati saya sungguh prihatin. Di Indonesia ini aneh, seragam suatu perkumpulan, kok diwajibkan dipakai di banyak sekolah, tanpa tahu maksud dan artinya.

    merujuk PRAMUKA ya Om…..?

  5. hardi45 said: Ha,ha,ha,ha,ha! Tapi dalam hati saya sungguh prihatin. Di Indonesia ini aneh, seragam suatu perkumpulan, kok diwajibkan dipakai di banyak sekolah, tanpa tahu maksud dan artinya.

    Msh berani pk seragam itu, trs naik bus minas smp bawen dg tarif pelajar ga hahaha

  6. hardi45 said: Ha,ha,ha,ha,ha! Tapi dalam hati saya sungguh prihatin. Di Indonesia ini aneh, seragam suatu perkumpulan, kok diwajibkan dipakai di banyak sekolah, tanpa tahu maksud dan artinya.

    hehehehee…cerita yang mengharukan…. TFS, Mas…kalo saya, berhubung dari SD sudah tidak di Tanah Air, tapi Ayah saya bersikeras saya tetap bersekolah di sekolah Indonesia di sana… jadinya, tiap Sabtu, saat Pramuka, saya seneng banget…rasanya bangga jalan2 disekitar negeri asing dengan seragam pramuka Indonesia lengkap dengan semua atributnya terutama slayer bendera Merah Putih. Dan ketika mendapatkan kesempatan liburan ke Jakarta, saya mborong semua atribut lengkap seragam Pramuka….. hehehhee… soalnya sekolah2 Indonesia di luar, seragamnya ngikut seragam negara masing masing…jadi yang masih khas hanya seragam Pramuka doang….hidup Pramuka!!plokplokplok…plokplokplok..plokplokplok plok plok plok plok…

  7. sulisyk said: Msh berani pk seragam itu, trs naik bus minas smp bawen dg tarif pelajar ga hahaha

    jamanku SMA..dulu 500 perak Mas,,,,, hehehe…wes meh dibilangPRAjurit MUka KAdalKorps Sego Goreng….Cuek Om penting Murah.. dari bawen lalu sambung ke Bandungan sampai dei Gedong Songo ganti kostum dan naik gunung dah hahaha….. begitu juga turunnya

  8. harataya said: hehehehee…cerita yang mengharukan…. TFS, Mas…kalo saya, berhubung dari SD sudah tidak di Tanah Air, tapi Ayah saya bersikeras saya tetap bersekolah di sekolah Indonesia di sana… jadinya, tiap Sabtu, saat Pramuka, saya seneng banget…rasanya bangga jalan2 disekitar negeri asing dengan seragam pramuka Indonesia lengkap dengan semua atributnya terutama slayer bendera Merah Putih. Dan ketika mendapatkan kesempatan liburan ke Jakarta, saya mborong semua atribut lengkap seragam Pramuka….. hehehhee… soalnya sekolah2 Indonesia di luar, seragamnya ngikut seragam negara masing masing…jadi yang masih khas hanya seragam Pramuka doang….hidup Pramuka!!plokplokplok…plokplokplok..plokplokplok plok plok plok plok…

    wah….Salam Pramuka dulu mBak DyaN…..wehehehe…. bisa diceritakan itu korps susu soklatnya hehehehe…..lucu juga sepertinya…..

  9. harataya said: hehehehee…cerita yang mengharukan…. TFS, Mas…kalo saya, berhubung dari SD sudah tidak di Tanah Air, tapi Ayah saya bersikeras saya tetap bersekolah di sekolah Indonesia di sana… jadinya, tiap Sabtu, saat Pramuka, saya seneng banget…rasanya bangga jalan2 disekitar negeri asing dengan seragam pramuka Indonesia lengkap dengan semua atributnya terutama slayer bendera Merah Putih. Dan ketika mendapatkan kesempatan liburan ke Jakarta, saya mborong semua atribut lengkap seragam Pramuka….. hehehhee… soalnya sekolah2 Indonesia di luar, seragamnya ngikut seragam negara masing masing…jadi yang masih khas hanya seragam Pramuka doang….hidup Pramuka!!plokplokplok…plokplokplok..plokplokplok plok plok plok plok…

    Macam-macam juga! Orang di luar negeri bangga pakai pakaian pramuka. Sementara pramuka di tanah air (khususnya anak-anak sekolah tertentu/negeri seenaknya saja memakai pakaian pramuka tidak sesuai dengan aturan pemakaiannya. Ini yang merusak pendidikan kepramukaan di Indonesia.

  10. hardi45 said: Macam-macam juga! Orang di luar negeri bangga pakai pakaian pramuka. Sementara pramuka di tanah air (khususnya anak-anak sekolah tertentu/negeri seenaknya saja memakai pakaian pramuka tidak sesuai dengan aturan pemakaiannya. Ini yang merusak pendidikan kepramukaan di Indonesia.

    hihihi… kena jewer Om Har aku…wah… dulu pramuka hanya sebagai kamuflase biar murah saat naik bis… kalo pake OSIS takut dikira bolos…. kalo pramuka kan disangka kemping..padahal ya kemping tanpa ijin….ampoon..ampoon… gak di ulang lagi deh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s