Berawal dari Kecebong, lalu menjadi Kadal dan Terlahir sebagai Manusia

Perlombaan itu telah berakhir dengan mengalahkan jutaan kompetitor dan menjadi yang terdepan dan pertama. Lahir menjadi seorang pemenang dan mengalahkan lalu menghancurkan sesama sodara, itulah hakekat awal penciptaan manusia. Didesain siapa yang paling unggul, beruntung dan kompetitif untuk menyeleksi siapa yang berhak menemukan pasangan dalam pembuahan, berkembang biak dan lahir dalam dunia. Yah anak manusia yang terlahir dalam dunia memiliki perjalanan panjang dan kompetitif untuk keluar sebagai seorang pemenang.

Berawal dari lomba renang diantara jutaan kecebong-kecebong bersel tunggal yang menbawa kotak hitam berisi kode genetik dari ayah. Berenang dengan gesit menuju sel-sel telur yang sudah bersiap menerima kedatangan jutaan marinir. Bendera finis dikibarkan disaat satu sel sperma berhasil menembus dinding sel telur dan membuahinya. Sebuah sportifitas alam berlaku disini, dimana marinir-marinir yang terlambat akan bergururan dan menerima kekalahan, kecuali ada yang beruntung menjadi sodara kembar.

Berawal dari pembuahan sel telur, makan akan terbentuk zigot yang nantinya menjadi cikal bakal manusia utuh. Fase awal dimulai dari peleburan 2 sel dan menjadi bulatan rata yang disebut morula. Tahap selanjutnya adalah blastula dimana sel yang terbentuk mulai tumbuh dan bentuknya mulai tidak rata. Tahap pembelahan yang terakhir adalah gratulasi, pada tahap ini terjadi pembentukan organ-organ tubuh manusia dan selanjutnya terjadi proses penyempurnaan. Pada bulan pertama Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat serta kulit. Bulan kedua terbentuk tangan dan kaki, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Bulan ketiga Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar dan sampai bulan kesembilan bayi siap untuk dilahirkan.

Sebuah fenomena menarik disaat proses Gastrulasi, dalam proses ini terbentuk organ-organ tubuh manusia. Sebuah organ penting yakni jantung, terbentuk perlahan dari serambi sampai ke biliknya. Perlu diketahu, hanya binatang apa yang jantungnya hanya serambi, dan bilik; sudah tentu jawabnya sebangsa kadal, merpati dan ikan. Bisa dikatakan, jantung manusia mirip bangsa ikan/pisces, reptil dan burung/aves sebalum menjadi manusia. Diperhatikan lagi disaat pembentukan janin dan struktur pertulangannya. Bentuk embrio manusia dari mirip ikan, reptil dimana ditandai adanya ekor lalu memendek dan jadilah manusia. Bahkan sebelum lahir ceprot manusia hidup didalam air dan pernafasannya lewat plasenta, karena paru-paru belum berfungsi, tak beda dengan ikan yang mengandalkan insang bukan?.

Sudah saatnya lahir saat bertapa mencapai usia 9 bulan lebih sekian hari. Entah dengan lahir paksa atau normal, intinya sebuah pertandingan telah usai untuk naik ke level yang lebih tinggi. Sampai disini usai sudah sebuah siklus yang menarik dari seorang anak manusia. Disaat sudah tumbuh berkembang, maka muncul bermacam persoalan diamana manusia sudah melupakan hakekat dari penciptaan. Bisa juga tidak tahu atau melupakan sesaat dari mana sebenarnya manusia berasal. Acapkali manusia tidak tersadar dan dengan keangkuhan, melupakan bahwa dirinya pernah menjadi kecebong, ikan, kadal, burung yang lemah didalam keheningan air ketuban.

Sebuah pengorbanan, perjuang dari seekor kecebong yang mengalahkan jutaan lawan renangnya dan itulah kita. Hargai sebuah kemenangan, kehidupan dengan tetap menghargai kehidupan yang lain, sebab semuanya seperti halnya kecebong tadi. Saya yakin Tuhan memilih kita tak seperti mengambil undian atau lewat lemparan dadu, tetapi dengan sebuah seleksi yang panjang dan rumit. Karya tangan dingin Tuhan tersebut haruslah kita apresiasi dengan tetap terus bersinergi. Kita adalah pemenang, sama seperti Bapa mengutus anakNya untuk diserahkan di kayu Salib.
Menunduk sejenak menjelang Paskah….

Salam

DhaVe
Office, 31 Maret 2010, 07:30
foto; Lennart Nelsson

 

24 thoughts on “Berawal dari Kecebong, lalu menjadi Kadal dan Terlahir sebagai Manusia

  1. manja80 said: fantastic …..penemuan ilmiah dan gebrakan terbaru …..met pagi mas..

    terimakasih mBak…ini sudah lama, namun jarang orang yang tahu dan mengetahui, sebuah beban moral jika tahu namun tidak mencoba berbagi. Masih banyak keajaiban lagi didalam sana……salam pagi juga mBak….salam GBU

  2. sulisyk said: pelajaran biologi lagi :))

    lebih tepatnya Struktur Perkembangan Hewan yang berfokus pada embriologi…Aneh kan mas kalo aku mbahas urusan pajak, ntar dikira mau nandingin Pak Gayus “ketip..ketip”

  3. nakamurawa said: rrruarrrbiasa…gimana bisa masih ingat masa bertapa di gua garba?lha kurawa dari satu gumpal daging mreteli dadi satus jhe…pandawa dari doa kunti, dewa turun langsung jadi.hehehehe…

    wah dalam mitologi wayang lebih sangar ya Om..proses pembelahan sel-nya/cleavage… bisa langsung terdefrensiasi menjadi 100…sedang kunti hanya dengan doa bisa ceprot 3 anak….mantabs….makna yang lebih dalam tentunya jika ingin diselami…thanks inspirasinya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s