Pesan Guru Silat kepada Peternak Sapi Perah

Seorang Guru Silat biasanya tak akan menurunkan jurus andalan/pamungkasnya kepada anak didiknya jika belum terpaksa atau mendekati sekarat. Sebuah alasan klasik mendasari alasan kenapa sangat susah menurunkan jurus adalannya, karena takut tersaingi muridnya atau di khianati. Ternyata pelajaran Guru silat tersebut bisa dipraktikan dalam lingkungan kerja di perusahaan orang.

Berhari-hari ini dipusingkan dengan desain produk yang susah sekali. Juragan memberi mandat untuk membuat sebuah produk yang bebas bakteri, bahan kimia sintetis, bebas kontaminasi dan pokoknya yang perfect lah. Utak diputer dan di peres, telinga sampai mau budeg mendengar ocehan juragan yang nampak tak puas dengan hasil dari produk. Tiap hari sang juragan hanya ngamuk dan uring-uringan tak karuan gara-gara belum dapat apa yang diinginkan.

Pada awalnya terjadi peningkatan kwalitas dari produk, dimana sudah lolos dari batas standar bawah dan diterima pasar. Manusia dengan sifat tak mudah puasnya minta lebih dan lebih, maka para kuli-kulinya menjadi sasaran. Para kuli yang selama ini kerja keras untuk mencari formulasi yang tepat seolah diremehkan dengan hasil kinerjanya saat ini. sebuah metode produksi yang ada sekarang seolah barang usang dan harus disempurnakan lagi, tanpa melihat bagaiman proses penemuannya yang rumit.

Sebenarnya para kuli sudah mendapat formulasi untuk penyempurnaan, tetapi karena sang Juragan yang selalu tidak puas maka disimpan rapat-rapat itu senjata. Sebuah kekawatiran, jika itu formula dikasihkan pasti akan minta lebih dan parahnya lagi tak ada reward sama sekali untuk para kuli. Dengan formula baru, maka saat ini yang ada pasti langsung tersingkir dan dilalukan begitu saja.

Sebuah kumpulan Guru silat berdiskusi untuk jual mahal terhadap ilmunya atau diam seribu bahasa layaknya orang bego. “Ana rego ana rupa” mencoba untuk menaikan harga dari sebuah ilmu dan penemuan, disaat ilmu tak di hargai jangan harap bisa mendapat dengan cuma-cuma. Apalagi bekerja di perusahaan orang, tolong di hemat kepinteran, amunisi, sebab jika semua logistik habis siap-siap ditendang nan jauh kesana.

Pura-pura jadi orang bego aja nie para kuli, setiap kali di tanya juragan;
“wah saya nyerah Pak….”
“itu sangat sulit dan mustahil…”
“saya gak sanggup Pak…..”

“serahkan ahlinya saja saya kira..”
Sebuah bentuk perlawanan terhadap tidak dihargainya hasil jerih payah kuli dan sama sekali tanpa ada apresiasi. Saya sangat setuju, bahkan andaikata para kuli bersatu dan mendirikan perusahaan serupa seolah dan semudah membalikan telapak tangan untuk menjadi kompetitor.

Apakah sebuah makna loyalitas terhadap perusahaan tanpa ada hubungan timbal balik sama sekali. kuli-kuli seolah menjadi sapi perah yang sadar kalo dirinya di explotasi tanpa mampu berbuat apa-apa. Mungkin jadi kebo budeng dan sapi goblog adalah pilihan terakhir jika kondisinya demikian. Artinya jangan kasih semua kemampuan, keahlian, kepakaran, tetapi cukup pada porsi dan nilai yang diterima. Sangat disayangkan bukan jika semua ilmu sudah tersedot habis lalu ditendang, seperti halnya sapi perah yang tidak lagi produktif menghasilkan susu digiring ke rumah potong hewan.

Warning dari Guru Silat kepada pemilik sapi perah, hargai dan apresiasi terhadap semua kinerja positif dari para kuli apapun bentuknya, jika ingin mendapatkan jurus-jurus handal dan kesetiaan.

Salam

DhaVe
Office, 19 Maret 2010, 11:00

60 thoughts on “Pesan Guru Silat kepada Peternak Sapi Perah

  1. 5191t said: ssssssssst tak bisiki……nyilih karo Bosse :))))))))ngomonge ngene “boss nyilih duwite, arep tak nggo nyaingi perusahaanmu” :)))))

    nyoh keris…. trus aku tusuken seko mburi…. yoh…”jawab bose ngunu Mas”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s