Cahaya Lintang Kecerdasan yang Redup Oleh Sri Krisna

Kehidupan dunia jika dilihat dari sisi demi sisi kadang nampak tidak adi, tetapi jika diperhatikan dengan cermat terkuak sebuah keadilan. Keadilan dalam sebuah makna keseimbangan dari hukum alam, bukan dalan artian siapa yang kuat dia yang menang. Keseimbangan mutlak diperlukan untuk sebuah kelangsungan kehidpan walaupun harus tega untuk mengorbankan salah satu sisi jengkal kehidupan sendiri demi tercapainya sebuah keseimbangan.
Ada sebuah episode manarik dalam pewayangan yang apabila diperhatikan sangat kejam, dimana harus mengorbankan demi sebuah keseimbangan. Alkisah Antasena, Antareja yang harus tewas terkapar berkat Krisna. Tidak luput Baladewa kakak kandung Krisna yang ditipu mentah-mentah oleh adiknya. Mangapa 3 tokoh tersebut menjalani lakon tersebut sebelum terjadi perang Bharata Yuda di Kuru Setra?. Antasena dan Antareja adalah dua bocah keturunan Pandawa yang kesaktiannya luar biasa, andaikata mereka berdua turut serta dalam perang Bharata Yuda, maka akan dengan mudah menghabisi Kurawa tanpa Pandawa turun tangan. Begitu juga dengan Baladewa yang tidak diikut sertakan dalam perang, dengan ditipu untuk bertapa oleh Sri Krisna. Perang Bharata Yuda bukanlah perang siapa kuat dan sakti, tetapi siapa yang benar dan salah, sehingga para tokoh yang dirasa memiliki kemampuan diatas rata-rata disingkirkan saja demi sebuah keseimbangan dalam perang, itulah tujuan Krisna menyingkirkan Antareja, Antasena dan Baladewa.

Kembali ke kehidupan nyata, bahwa banyak sekali terjadi seperti apa yang ada di cerita wayang, dimana yang memiliki kemampuan lebih harus tersingkir daripada menghabisi kemampuan yang rata-rata air atau dibawahnya. Jika pernah membaca Tetralogi Laskar Pelangi, karangan Andrea Hirata tertulis jelas tersingkirnya orang-orang dengan kemampuan lebih. Lintang dengan kemampuan luar biasa mendekati jenius harus rela tersingkir dan terpaksa menjadi petani kopra. Sedangkan Ikal dan Arai dengan otak yang standard bisa kulian di Perancis dan sekembalinya di kampung halaman masih kalah pintar dibanding Lintang. Ikal harus mengakui Lintang petani Kopra yang memberi solusi jitu dalam pengangkatan bangkai kapal dengan tekanan udara dan pembuatan kapal layar cepat dengan perhitungan aerodinamika yang rumit. Sungguh ironis sekali melihat nasib Lintang yang tergusur dua orang kawannya, tetapi itulah yang terjadi.

Sebut saja Jumari, anak dusun dilereng gunung yang mulai berangkat sekolah pukul 05:00 lalu berjalan 4 KM, lalu naik angkutan 5 KM dan setiap hari dijalani selama 3 tahun. Dia adalah teman SMP saya yang dikaruniai otak yang cemerlang. Talenta otak encer sempat membuat para guru geleng-geleng kepala mengakui kepintarannya. Semua pelajaran dilahap habis sebelum guru sempat menjelaskan, pertanyaan dari guru dari setiap soal seolah hanya ulasan pelajaran. Kebetulan Dia dan saya satu kelas dari kelas 1 sampai 3, dan peringkat satu selalu menghiasi saat pengambilan rapor. Tak ada wajah bangga akan kepintaran yang dimiliki dan terkesan biasa saja, membedakan dengan anak orang kaya dengan kacamata, kulit bersih dan bergaul diperpustakaan.

Jumari anak petani tembakau yang mencoba peruntungan didunia pendidikan harus gigit jari saat harus mendaftarkan SMU. Beberapa SMU favorit menawarkan diri untuk sekolah gratis, saat melihat prestasi Ebtanas yang dimana NEM dihiasi dengan angka rerata 9 dan masuk 10 besar di kabupaten dan rayon. Kehidupan yang pas-pas an dan kendala ekonomi memupus semua harapan itu, dimana Dia melanjutkan disekolah swasta yang kwalitasnya pas-pasan juga. Singkat cerita, 6 tahun berlalu dan tak bertemu dengannya. Sebuah kerinduan untuk bertemu dengan orang jenius yang saya kenal selama 3 tahun dan sebangku dengan saya, alhasil ikut kecipratan pinter juga walau kadang harus dikatrol.

Berjalan hampir 3 jam menyusuri jalanan setapak, akhirnya sampai juga dan kebetulan Dia ada dirumah. Perjumpaan yang mengharukan dan saling tukar cerita setelah lepas SMP hingga sekarang. Air mata seolah mengalir pelan saat mendengar cerita miris perjalanannya. Lulus dari SMP sekolah cuma 2 tahun, ilang satu tahun kemudian sekolah lagi sampai lulus dan dengan hasil yang memuaskan. Selepas itu tidak ada dunia untuk kuliah dan terpaksa menjadi kuli bangunan disebuah proyek pengaspalan jalan. Ada sebuah kisah yang membuat saya bangga dimana dia bisa dan paham hitung-hitungan konstruksi beton saat akan di bangun jembatan, sehingga dari blue print arsitek dan hitung-hitungan orang teknik sipil Dia langsung menangkap dengan mudah. Bahkan saat tim peninjau datang, Dia disuruh presentasi dari proyek beserta itung-itungan fisika yang rumit dengan baik dan lancar. Apa daya, Dia hanya kuli yang jenius dan kembali menjadi kuli dan kuli, tersingkir oleh mereka yang Sarjana dengan otak yang diragukan kemampuannya.

Ditengah-tengah pembicaraan sambil melihat kusi Who want to be millionare, pertanyaan demi pertanyaan dijawabnya dengan benar sambil teriak-teriak
“Be…Be…Be… dasar artis bego…”
“nah benerkan Be…. aku aku kata, coba telpon aku…mesti 100 juta ditangan”
Sebuah senyuman merekah melihat kepintaran Dia, sepertinya tak disesali apa yang dijalani saat ini. Tak ada yang berubah, Jumari tetap jumari, dengan gaya kocaknya dan kepintaran dalam berpikir, kecerdasaannya luar biasa namun jalan kita berbeda.

Salam saludku buat mu Kawan, nanti saat aku manjat tebing aku mampir dirumahmu…..

Salam

DhaVe

Lab Mikro, 20 Maret 2010 09:30

33 thoughts on “Cahaya Lintang Kecerdasan yang Redup Oleh Sri Krisna

  1. miftamifta said: Tengkiyu payungnya^^ Oleh oleh buat mudik tahun depan hehe

    Horreee… Ke Salatiga sm mba Elok. Mlaku mlaku sekalian belajar moto karo Fotografer e Qeqeqe… Salatiga ada tempat yg bagus apa saja ya? Blm pernah ke Salatiga sih

  2. miftamifta said: Horreee… Ke Salatiga sm mba Elok. Mlaku mlaku sekalian belajar moto karo Fotografer e Qeqeqe… Salatiga ada tempat yg bagus apa saja ya? Blm pernah ke Salatiga sih

    ada mBak.. supermarket RAMAYANA hehehe…. bisa beli baju, celana, kaos dan macem-macem pakean dengan harga yang mahal…..”hehehehe :D”

  3. miftamifta said: Horreee… Ke Salatiga sm mba Elok. Mlaku mlaku sekalian belajar moto karo Fotografer e Qeqeqe… Salatiga ada tempat yg bagus apa saja ya? Blm pernah ke Salatiga sih

    roda kehidupan selalu berputar, tapi miris melihat dimasa sekarang aturan itu masih berlaku melihat orang dgn potensi besar harus tersingkir.Tambahan antasena dan antareja adalah anak bima yang moksa ada satu lagi wisanggeni anak dari arjuna yang juga moksa.Aku tetap cinta lintang. jenius baik hati suka menolong dan yang penting dia tak pernah menyalahkan hidup atas roda yang menindasnya itulah yang terpenting tak menyesali yang terjadi. seperti cerita diatasTFS

  4. dhave29 said: Lintang dengan kemampuan luar biasa mendekati jenius harus rela tersingkir dan terpaksa menjadi petani kopra. Sedangkan Ikal dan Arai dengan otak yang standard bisa kulian di Perancis dan sekembalinya di kampung halaman masih kalah pintar dibanding Lintang. Ikal harus mengakui Lintang petani Kopra yang memberi solusi jitu dalam pengangkatan bangkai kapal dengan tekanan udara dan pembuatan kapal layar cepat dengan perhitungan aerodinamika yang rumit. Sungguh ironis sekali melihat nasib Lintang yang tergusur dua orang kawannya, tetapi itulah yang terjadi.

    yup…tapi lintang tetaplah lintang yang cerdas dan sederhanadan mungkin dia bahagia dengan keberhasilannya menjadi juragan kopra, memberi lapangan pekerjaan untuk orang lain:))

  5. dhave29 said: Lintang dengan kemampuan luar biasa mendekati jenius harus rela tersingkir dan terpaksa menjadi petani kopra. Sedangkan Ikal dan Arai dengan otak yang standard bisa kulian di Perancis dan sekembalinya di kampung halaman masih kalah pintar dibanding Lintang. Ikal harus mengakui Lintang petani Kopra yang memberi solusi jitu dalam pengangkatan bangkai kapal dengan tekanan udara dan pembuatan kapal layar cepat dengan perhitungan aerodinamika yang rumit. Sungguh ironis sekali melihat nasib Lintang yang tergusur dua orang kawannya, tetapi itulah yang terjadi.

    mifta ngapain ke salatigacemburu mode onwakakakakakakajust kiddingpagi mifta

  6. dhave29 said: Lintang dengan kemampuan luar biasa mendekati jenius harus rela tersingkir dan terpaksa menjadi petani kopra. Sedangkan Ikal dan Arai dengan otak yang standard bisa kulian di Perancis dan sekembalinya di kampung halaman masih kalah pintar dibanding Lintang. Ikal harus mengakui Lintang petani Kopra yang memberi solusi jitu dalam pengangkatan bangkai kapal dengan tekanan udara dan pembuatan kapal layar cepat dengan perhitungan aerodinamika yang rumit. Sungguh ironis sekali melihat nasib Lintang yang tergusur dua orang kawannya, tetapi itulah yang terjadi.

    Hehe mosok jauh jauh ke Salatiga hnya buat ke Ramayana thokHuhuhu Ayo mba Elok mlaku mlaku ng Salatiga yuk^^

  7. dhave29 said: Lintang dengan kemampuan luar biasa mendekati jenius harus rela tersingkir dan terpaksa menjadi petani kopra. Sedangkan Ikal dan Arai dengan otak yang standard bisa kulian di Perancis dan sekembalinya di kampung halaman masih kalah pintar dibanding Lintang. Ikal harus mengakui Lintang petani Kopra yang memberi solusi jitu dalam pengangkatan bangkai kapal dengan tekanan udara dan pembuatan kapal layar cepat dengan perhitungan aerodinamika yang rumit. Sungguh ironis sekali melihat nasib Lintang yang tergusur dua orang kawannya, tetapi itulah yang terjadi.

    miris…

  8. elok46 said: roda kehidupan selalu berputar, tapi miris melihat dimasa sekarang aturan itu masih berlaku melihat orang dgn potensi besar harus tersingkir.Tambahan antasena dan antareja adalah anak bima yang moksa ada satu lagi wisanggeni anak dari arjuna yang juga moksa.Aku tetap cinta lintang. jenius baik hati suka menolong dan yang penting dia tak pernah menyalahkan hidup atas roda yang menindasnya itulah yang terpenting tak menyesali yang terjadi. seperti cerita diatasTFS

    kembali kasih mBak….oh ya udah ingetin Wisanggeni juga, tadi mikir sapa getu hahaha😀

  9. amarylli said: yup…tapi lintang tetaplah lintang yang cerdas dan sederhanadan mungkin dia bahagia dengan keberhasilannya menjadi juragan kopra, memberi lapangan pekerjaan untuk orang lain:))

    pintar ndak harus jadi ilmuwan kan?tenkyu mbak…

  10. fitrahanugrah said: miris…

    ikut trenyuh dan terharu membaca tulisanmu mas dhavemesake tenan mas jumari…. salam salut juga buat si teman jeniusterkadang hidup didunia memang terbalik2 tak sesuai dengan keinginan dan proporsi tapi pastilah ada yang indah diakhir cerita kelak😀

  11. fitrahanugrah said: miris…

    @Bu Seno ehhh Bu Agnes; matur suwun mBak… wes ayo… kie meh dolan ke tempat mas Jumari hehehe…@Lala; wokeh nanti ketemu langsung aku sampaikan… pokoe tunggu minggu besok ceritanya yah…

  12. fitrahanugrah said: miris…

    Hu uh setuju.. Banyak teman2 yg encer otakny ga bs nerusin skulah.. Tp untunglah sy yg pny otak ga tll encer2 amat ini bs nglanjutin sekulah.. Hehe@mba mifta+mba elok,yen mau ke Sl3,ak diampiri ndek Kediri zhow.. Aku kangen sama yg ada di sebelah Ramtol (baca: ramayana. Red). Aku kangen PasarRaya 1,pengin beli sandal murah.. Hehehe@mas DhaVe: kalu pulang ke Sl3,salam bwt pak WaRek III ya.. Mintain beasiswa.. Hehehesalatiga.. Aku kangen..Andai bisa lanjut skulah lg.. Pasti bisa balik di SWCU, tp apa daya ongkos ta sampai..

  13. alexandraprisnadiani said: Hu uh setuju.. Banyak teman2 yg encer otakny ga bs nerusin skulah.. Tp untunglah sy yg pny otak ga tll encer2 amat ini bs nglanjutin sekulah.. Hehe@mba mifta+mba elok,yen mau ke Sl3,ak diampiri ndek Kediri zhow.. Aku kangen sama yg ada di sebelah Ramtol (baca: ramayana. Red). Aku kangen PasarRaya 1,pengin beli sandal murah.. Hehehe@mas DhaVe: kalu pulang ke Sl3,salam bwt pak WaRek III ya.. Mintain beasiswa.. Hehehesalatiga.. Aku kangen..Andai bisa lanjut skulah lg.. Pasti bisa balik di SWCU, tp apa daya ongkos ta sampai..

    syap disampein….indah pada waktunya mbak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s