Guru Silat Diracun Muridnya

Sebuah sistem yang nyata dilihat mata adalah bikinan manusia yang bisa diakali bagaimana caranya. Menemukan, mengembangkan, merubah dan memodifikasi merupakan beberapa tahapan dalam membangun sebuah sistem. Tak ada yang tak mungkin selama itu bisa di utak-atik, sebab jika mengetahui prinsip kerjannya akan sangat mudah sekali mengobrak abrik sistem tersebut atau bahkan melakukan sabotase.

Satu guru satu ilmu dilarang saling mengganggu, mungkin sebuah yang sudah mulai tidak berlaku dan basi sepertinya. Ibarat seorang guru silat yang dikhianati muridnya dengan cara diracun atau di santet, adalah cara paling praktis daripada dengan kedigdayaan. Mengapa begitu?, karena seperti rahasia umum Seorang guru silat tak akan menurunkan jurus pamungkas/andalannya kepada muridnya, sebab belum siap untuk dikalahkan. Cara paling ampuh melawan guru silat tersebut ya dengan racun atau sejenisnya saja, sebab secara ilmu belum semumpuni gurunya.

Dalam keadaan darurat iseng saya mengajarkan Security di ladang saya untuk sedikit nakal dengan mengakali sistem. Saat listrik mati contohnya, dimana harus telepon PLN, sedang telpon kantor ikut mati karena tidak ada jaringan listrik untuk PABX-nya. Nah agar bisa telepon, maka bisa digunakan jalur kusus atau kembali ke sistem manual. Saya mengajarkan, dengan membuka panel PABX dan tinggal colokin kabel telepon ke line awal. Dengan cara itu dijamin tidak ketahuan, ke record dan bebas bicara sepuasnya tanpa takut terputus. telepon layaknya ngebut di jalan tol dan tak ada hambatan sama sekali. Masih beberapa trik lagi yang saya ajarkan, berharap tak sia-sia ilmu yang saya pelajari tengah malam sambil utak-atik kaya tikus got.

Sedih juga saat melihat beberapa karyawan cowok yang disaat kerjanya plongak-plongok kaya kambing budeg. Iseng saja komputer jadul milik orang admin saya minta untuk dipasang di gudang untuk mengajarkan sedikit teknologi dunia maya. Dengan sedikit ngoprek kabel telepon dan menambahkan modem bodol, akhirnya nyambung juga dengan mbak Maya. Beberap akun FB, YM, FS, TW, kecuali MP hehehe…. saya ajarkan mereka untuk belajar dunia maya dan melek internet. Saya berharap dipakai saat selesai bekerja untuk mengisi waktu luang dangan hal yang berharga dan baik.

Waktu berlalu dan seolah tak ada masalah, eeee….ladalah telepon berdering dan disuruh menghadap HRD. Apa gerangan yang terjadi….? sebuah teguran hebat dilayangkan dan seolah menjadi tertuduh. Tagihan telepon membengkak, banyak telepon keluar dengan kode +8281xxxx “nomer GSM” bahkan ada sandi luar negeri segala. Semua dilacak dan tidak ke record di sistem telepon kantor, dan setelah di cek di Telkom ada kebocoran. Nah kebetulan saya yang pernah tahu tentang utak-atik telepon langsung menjadi tersangka utama. Sebuah peringatan keras agar tidak terulang lagi mendarat ditelinga.

Hari berlalu, sekarang tagihan Internet ikut membengkak “waktunya”, walau sudah dengan mode unlimited, tetapi durasi pemakaian komputer terlewat batas. Semua komputer kantor sudah di bunuh lepas jam 18:00, kenapa ini sampai dini hari masih ada yang nyala dan ada durasi pemakaian internet. Dilihat di presensi karyawan, tidak ada yang lembur, sekarang menjadi bahan pergunjingan “ini kantor bukan warnet”.

Keluar dari kantor HRD, langsung ndobrak ruang Security, sumpah serapah keluar semua.
“Cok…. kalao mau pake telepon ya mikir, kemarin aku pesan, jika darurat saja, bukan pake ngobrol dan pacaran di HaPe, apalagi sampe telepon sodaranya di Malaysia dan Hongkong”.
“ini kuping untung masih budeg, dan muka masih tembok, jika tidak tak seret kalian semua dan pecat dengan tindakan kriminal”
Beralih ke Gudang.
“Suuuuu….. kerja… kerja…. kerja…. malah pesbukan mbe cheting”
“kalo make internet jam kerja saja, jangan nginep pabrik terus ngenet sak enak ususe..”
“ladhuk kabeh……minggir… minggir”
Baru pertama ini saya memperlakukan komputer dengan cara yang kasar, membunuh langsung dari colokan listrik melepas kabel-kabelnya dengan menarik lalu meletakan CPU dengan cara melempar ke Gudang.

Berharap apa yang di ajarkan bisa berguna, eee ladalah malah disalah gunakan, ibarat di kasih hati masih merogoh paru-paru. Saya hanya bisa menerawang, disaat orang sudah merasa nyaman maka dosisnya akan semakin meningkat dan meningkat tanpa bisa dikendalikan. Layaknya Zat addiktif yang disalah gunakan, dimana akan semakin meningkat dosisnya seiring berjalannya waktu. Cukup sudah…. sekarang mengajarkan ilmu dari para Nabi dan Rasul saja semoga over dosis juga… untuk jalan kebaikan.

Salam

DhaVe
Meja meeting, 13 Maret 2010, 09:00

Advertisements

71 thoughts on “Guru Silat Diracun Muridnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s