Bioterorism Berbisik pada Dul Matin

Kerja sama tim atau mentereng dikenal dengan team work adalah sebuah kolaborasi saling melengkapi terhadapa sebuah masalah, solusi dan penyelesaian dalam wujud pekerjaan. Akan pincang tentunya jika salaha satu mengalami gangguan, sehingga akan kesulitan dalam prosesnya. Memang tidak mudah menjalankan team work, dimana berbagai karakter, kepakaran dan latar belakang disatukan dalam pekerjaan. Melalui sebuah proses adaptasi, pengertian dan saling dukung bisa memujudakan apa yang menjadi target goal tersebut.

Sebuah penyakit tahunan sepertinya, dimana menjelang bulan 2-4 adalah masa paling suram di tempat saya mencangkul. Produksi lagi seret, tuntutan dimana-mana, klaim, dan masih banyak lainnya yang membuat dengkul merangkap menjadi otak dan pantat mewakili muka. Atasan tidak mau tahu kesulitan bawahan dan para keluh kesah para kuli tidak tersampaikan kepada mandor. Tiap hari yang terlihat hanya orang marah, frustasi, jengkel, kecewa, tak terlihat tawa lepas atau sebuah keceriaan.

Proses adaptasi dan perjuangan untuk survive diposisinya dipertahankan bagaimana caranya, tak ayal bagi yang tak kuat siap menerima nasib tereliminasi. Hal “sikut-sikutan” sampai “tungkak-tungkakan” dilakukan agar tetap bisa eksis. Sebuah hal yang wajar dan rahasia umum jika cara-cara kotor dilakukan. Adu mulut sampai bersilat lidah terjadi jika genderang perang dibunyikan orang dilantai paling atas dan sambil tersenyum melihat anak buahnya diadu domba. Miris juga melihat kelakuan-kelakuan orang yang duduk manis dari jeripayah mereka yang memeras keringat.

Acapkali rasa manusiawi muncul saat melihat para domba yang layaknya srigala saling memangsa rekan kerja, begitu miris dan sadis. Saat ada yang menggelitik, naluri hewan juga keluar layaknya cacing yang menggeliat saat terinjak sambil seolah berontak. Entang ada apa dan mengapa gelitikan-gelitakan itu selalu hadir dan tak bosan-bosannya. Sekarang kerja sama dan team work seolah menjadi penghias dinding tembok dan slogan semata.

Disaat orang lain bermain cantik di atas sana saya juga tidak mau kalah dengan permainan tersebut. Saya bisa lebih manis dan cantik, karena akan mengistirahatkan sementara mereka yang suka mengadu domba anak buahnya. Tak ada rasa sakit hati, karena tidak saling menggigit, mencakar, menyikut dan menungkak, tetapi hanya rasa sedikit lemas karena beberapa hari harus berbaring tiduran. Efek sedikit pusing dan berak-berak, batuk, lemes, mual bisa saja terjadi jika kondisi badan kurang fit.

Perhitungan matang dan kehati-hatian dalam misi ini diperlukan agar tidak timbul dampak yang lebih dasyat dan kuwalat tentunta “masak senjata makan tuan”. Bila bicara masalah bio-etik tentu saja akan sangat bertentangan, apalagi jika disangkut pautkan dengan Undang-undang terorisme. Peluru dari densus 88 atau jihandak akan sangat sulit mengatasi permasalahan ini sebab sangat susah dilawan dengan kekerasan dan persenjataan. Bak ilmu santet, korban-korban juga dipilih dimana yang kondisinya tidak sehat, jorok, atau memang sudah suspect akan dengan mudah menjadi korbannya.

Sebuah saluran udara dalam tunel-tunel menjadi incaran, hanya dengan beberapa serbuk saja sudah bisa mengkontaminasi semua ruangan. Tak tanggung-tanggung, semua yang berhubungan dengan udara bisa menjadi medianya. Benda kasat mata yang hidup dengan pembelahan biner sangat efektif menjadi senjata dan amunisi yang sulit dilacak. Disebuah laborat mungil senjata tersebut bisa diproduksi dengan cara yang sederhana. Seleksi dari spesies dan galur istimewa di isolasi dan diperbanyak dan selanjutnya di suspensi menjadi serbuk dan tinggal sebar…. sebar…. sebar…. dalam aksi BIOTERORISM

Dalam sebuah impian semalam yang terkontaminasi dengan kematian Dul Matin di tangan Densus 88. Teror BOM, menjadi momok yang menakutkan, tetapi ada kah yang ingat dengan EBOLA?. Jauh lebih menakutkan dan menjijikan, membunuh tanpa ampun dan tak mengenal area. Sekarang tersadar dari mimpi, dan bertanya “siapa yang saya perjuangkan dan apa alasan saya…..?”. Dinamika hidup memang seperti itu dah harus dijalani, hidup berdampingan dan damai “sambil melirik botol reagen berisi serbuk Streptococcus Thermophilus.

Salam

DhaVe
Lab Mikro, 12 Maret 2010; 12:30

Advertisements

25 thoughts on “Bioterorism Berbisik pada Dul Matin

  1. sulisyk said: weh perang senjata kimia to mas?

    Senjata biologi Om…yen senjata kimia masih berasa dan telihat,,, baru kejet-kejet….Yen senjata biologis tak terasa dan berasa tau-tau klepek….klepek….

  2. lalarosa said: penasaran karo critane ebola aku

    sudah ah.. jangan di buka lagi…kesepakatan internsional… ntuh Ebola gak boleh dipake lagi…Sapa tau ada H5N1 dan HN HN yang lainnya…. dasyat bukan?

  3. lalarosa said: penasaran karo critane ebola aku

    Ebola mbiyen kan tau neror sampe Sudan Selatan…cara satu2nya untuk memutus penularannya…melarikan diri dari kota yang terjangkit. Tapi untunge ebola cuma ditularkan lewat cairan tubuh bukan udara

  4. bambangpriantono said: Ebola mbiyen kan tau neror sampe Sudan Selatan…cara satu2nya untuk memutus penularannya…melarikan diri dari kota yang terjangkit. Tapi untunge ebola cuma ditularkan lewat cairan tubuh bukan udara

    bener2 seperti film waktu baca crt ebola jaman duluserem aslihiiibener2 bukan isapan jempol

  5. bambangpriantono said: Ebola mbiyen kan tau neror sampe Sudan Selatan…cara satu2nya untuk memutus penularannya…melarikan diri dari kota yang terjangkit. Tapi untunge ebola cuma ditularkan lewat cairan tubuh bukan udara

    Lagi sakit ya om? Cepet sembuh aje kalau bener hehe

  6. bambangpriantono said: Ebola mbiyen kan tau neror sampe Sudan Selatan…cara satu2nya untuk memutus penularannya…melarikan diri dari kota yang terjangkit. Tapi untunge ebola cuma ditularkan lewat cairan tubuh bukan udara

    pak Raden demam toh?

  7. bambangpriantono said: Ebola mbiyen kan tau neror sampe Sudan Selatan…cara satu2nya untuk memutus penularannya…melarikan diri dari kota yang terjangkit. Tapi untunge ebola cuma ditularkan lewat cairan tubuh bukan udara

    sik dowo lakon’nee mas……,

  8. bambangpriantono said: Ebola mbiyen kan tau neror sampe Sudan Selatan…cara satu2nya untuk memutus penularannya…melarikan diri dari kota yang terjangkit. Tapi untunge ebola cuma ditularkan lewat cairan tubuh bukan udara

    hehe….jadi inget jaman di AB1, pernah punya cita2 koleksi bakteri yg mumpuni buat nyebar penyakit, terus dijual ke penawar tertinggi…. (tapi itu kalo gak ada yang mau nerima kerja. untung ada yang mau nerima kerja… :-p)

  9. bambangpriantono said: Ebola mbiyen kan tau neror sampe Sudan Selatan…cara satu2nya untuk memutus penularannya…melarikan diri dari kota yang terjangkit. Tapi untunge ebola cuma ditularkan lewat cairan tubuh bukan udara

    nah kalo didesain lewat udara kan bukan hal yang mustahil Om……ya syukurlah….

  10. canis39 said: hehe….jadi inget jaman di AB1, pernah punya cita2 koleksi bakteri yg mumpuni buat nyebar penyakit, terus dijual ke penawar tertinggi…. (tapi itu kalo gak ada yang mau nerima kerja. untung ada yang mau nerima kerja… :-p)

    aku masih punya beberapa koleksi Kang Mas…..meh koleksi lagi pa? tapi emoh jadi human experiment hahaha

  11. canis39 said: hehe….jadi inget jaman di AB1, pernah punya cita2 koleksi bakteri yg mumpuni buat nyebar penyakit, terus dijual ke penawar tertinggi…. (tapi itu kalo gak ada yang mau nerima kerja. untung ada yang mau nerima kerja… :-p)

    Kapan bisa bebas dari teror? :-))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s