Orang bijak berkata “Bahasamu adalah batas duniamu”, sebuah filosofi yang menggugah untuk tahu dan mengerti pentingnya bahasa. Dengan bahasa juga bisa mengerti berbagai hal yang sebelumnya terbatas dengan seputar bahasa. Perbedaan bahasa, mungkin dibedakan dari letak geografis, budaya dan peradaban. Dari latar belakang tersebut, munculah klasifikasi awam tentang bahasa yang bisa men-justifikasi kebudayaan dan peradaban. Bolehlah orang Britania Raya bangga dengan bahasanya yang hampir bisa diterima diseluruh penjuru dunia dan menjadi bahasa yang familiar.

Sebagian orang akan kagum dengan orang-orang yang bisa bahkan menguasai bahasa asing. Bisa dicontohkan, alangkah hebatnya orang yang fasih berbahasa inggris ditengah-tengah orang yang sibuk dengan bahasa Jawa. Maka berlomba-lombalah belajar bahasa Inggris, sehingga muncul istilah english day, just english dan lain sebagainya. Kosakata demi kosakata dipelajari dipraktikan sehingga menjadi lincah lidah dalam bertutur kata dalam bahasa Ratu Elizabeth.

Sebuah peringatan bagi yang suka belajar bahasa “dengan belajar bahasa, makan akan kesulitan berbahasa”, artinya orang yang berkutat dengan bahasa akan kesulitan memakai bahasanya dalam beberapa kajian ilmu. sebagai contohnya; saya yakin orang yang belajar bahasa Inggris dari lahir ceprot sampai dewasa akan berkeringat saat diberi pegangan buku “Medical Biology” yang semua bahasa didalamnya ditulis dalam bahasa inggris. Semua kosakata dimengerti, tetapi bisakah memahami dan menjelaskan beberapa konsep yang dimaksudkan dalam buku tersebut.

Beralih kedalam budaya masyarakat kita, yang sejak kecil mencekoki anak-anak dengan bahasa Indonesia, Inggris sehingga seolah lupa akan bahasa nenek moyangnya. Jangankan anak kecil, kaum terpelajar pun seolah melupakan bahasa asalnya (daerah) beserta logatnya. Wajar saja bila sebagian mahasiswa dari Tegal (Banyumas-an) memakai bahasa Indonesia dalam kesehariannya, padahal bisa berbahasa jawa. Banyak juga pemuda-pemudi desa yang notabene bisa berbahasa jawa sudah enggan memakai bahasa daerahnya, padahal berbicara dengan sesama kampung, berbeda jika berbicara dengan orang diluar budayanya baru digunakan bahasa Nasional.

Pemutar musik saya, sebagian besar tembang-tembang berbahasa daerah, dan begitu dikumandangkan banyak yang melayangkan nada protes. Ndeso, Kampungan, ora (tidak) Gaul, Kuno dan lain sebagainya, intinya mereka kurang suka saja. Apabila saya telisik, mereka jauh lebih ndeso dan pelosok tempat tinggalnya, tetapi karena budaya bahasa yang lebih modern bisa mengentaskan diri dari ke-ndesoan itu. Dalam suatu kesempatan saya pernah presentasi didepan klient, yang saya tahu mereka bisa berbahasa jawa. Ditengah jalan tiba-tiba diputus dan mendapat sambutan hangat;
“mas kalau mau men kethoprak nanti saja, Indonesia plish”.

Sudah separah itukah bahasa daerah saya yang semakin banyak orang meninggalkan. Dalam keluarga besar saya yang aseli dan tulen orang jawa, generasi saya sekitar 30an orang hanya beberapa yang bisa berbahasa Jawa, termasuk saya yang masih sangat belepotan. Saat saya berbincang dengan para orang Sepuh (tua) dengan bahasa Jawa Halus, banyak yang tidak paham, padahal mereka adalah cucunya. Sungguh ironis dan miris disaat Kakek dan Nenek bercerita tentang masa lalunya, tapi tak ada yang mengerti. Atau disaat nonton wayang kulit disaat adegan goro-goro, hanya beberapa saja yang bisa tertawa terpingkal-pingkal.

Biarkan saya ketoprakan didepan orang yang paham tapi malu pakai bahasa ketoprak. Sekarang jaman sudah berubah, bisa Bahasa Indonesia dan Inggris itu biasa, tetapi bisa berbahasa daerah baru luar biasa.

Salam

DhaVe
Cold Storage Chr Ca, 11 Februari 2010, 12:00

67 thoughts on “

  1. smallnote said: Pertanyaannya sekarang, berapa banyak orang yang menghargai bahasa daerah dan bahasa Indonesia itu sendiri?

    mari teman-teman kita buktikan untuk memberikan jawaban dari pertanyaan Sist Avelline…Smart questions Sist…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s