Modernisasi dengan Sentuhan Prasejarah

Percayakah kita, perkembangan teknologi acapkali tidak diimbangi pola pikir, habbit dan tindakan bodoh yang menghancurkan mahakarya modern itu sendiri. Enggannya orang membaca akan sebuah informasi penting, atau mengabaikan saja seolah menjadi hal yang biasa. Tindakan-tindakan ngawur dan sembrono, walaupun itu sudah menjadi kebiasaan, nampaknya akan berakibat fatal dan terlihat bodoh sekali. Beberapa kejadian yang acapkali membuat jengkel bila mana melihat orang-orang modern memegang canggih dengan gaya orang pra sejarah.

Sewaktu nonton Televisi, di sebuah stasiun Swasta RCTI, Rame-rame Cerita Tiba-tiba Iklan nah hal yang paling sering dilakukan adalah pindah chanel distasiun sebelah. Disaat remote dipencet, televisi tak bergeming dengan saluran yang sama, maka hal pertama yang dilakukan adalah memencet ulang tombol remote dan memukul-mukulkan remote. Bolehlah dikatakan, mencetnya kurang nekan atau ada bagian yang tidak nyambung sehingga dengan dipukul bisa nyambung lagi. Beda kasusnya jika dengan tindakan tersebut tidak ada hasilnya sehingga memperparah remote, nah bagaimana dengan kasus; baterey habis, sensor infrared terhalang atau ada kerusakan teknis.

Acara berlanjut keluar karena acara televisi kurang menghibur, mengeluarkan mobil dari garasi untuk putar-putar kota. Sesaat berjalan tiba-tiba mobil berhenti/mogok, dan spontanitas stir mobil yang tak berdosa menjadi sasaran hantaman. Utak-utik sebentar, jalan lagi dan sedang asyik-asyiknya gas pol, “bessss” ban kempes, dan yang terjadi dengan hati yang kacau balau langsung melayangkan tendangan di ban kempes yang tak berdosa tersebut.

Otak yang kacau akhirnya beralih disebuah ruangan dengan pengatur udara agar lebih dingin dan nyaman. Sedang enak-enaknya ngadem, hidung ini ada yang tak beres. Asap berterbangan, dan bau nikotin-tar menyengat hidung. Tidak ada aturan yang baku dan mengikat layaknya KUHP, bahwa dilarang merokok diruangan ber AC, tetapi masih ada yang melanggar dan seenak usus menikmatinya.

Puas jalan-jalan pulang ke rumah, niat hati mau buang hajat eh malah dilarang. Maaf WC sedang disedot, karena bampet salurannya, akhirnya bersabar untuk sekian waktu. Selesai disedot, gantian tukang sedotnya yang nrocos, kalau buang puntung rokok dan pembalut jangan dikloset, taruh ditempat sampah sajah. Ini biang penyakit yang tidak bisa busuk dan bikin sumbatan dipipannya. Akhirnya lega juga dan saatnya pergi berbelanja saja.

Menuju sebuah minimarket, di saat mau masuk badan ini tertampar sesosok benda tipis transparan, oh ternyata kaca pintu. Heran juga, kenapa muka ini bisa ditabrak pintu, padahal hanya ngekor orang yang jalan didepan. Sesaat berdiri didepan pintu ternyata ada tulisan tarik, pantesan hantam muka lha tadi di dorong je. Nah timbul pertanyaan “Pintu apa yang paling berat saat di dorong atau ditarik…???” (jawabnya di akhir bagian ya…).

Timbul sebuah fenomena yang menunjukan prilaku orang yang enggan membaca sebuah petunjuk. Sekedar membaca dorong, tarik tetapi sangat susah membedakan dan melakukan petunjuk tersebut. Ponsel yang ngambeg atau hang pasti dipencet berulang-ulang sampai keypad menjadi pesek, atau pintu lift yang dipencet berulang karena buru-buru. Benda elektronik sudah didisain sedemikian serupa, sehingga hanya dengan sekali sentuhan sudah cukup dan tidak berpengaruh dengan pencetan berulang.

Tindakan sesehari yang nampaknya bodoh tapi bagi kita bisa dianggap sebagai sebuah kewajaran. SOP, Standar Operating Procedure seolah sebagai penghias atau label belaka. Tulisan Warning, Caution, dan lain sebagainya dengan simbol-simbol seolah terbaikan oleh kemalasan. Teknologi yang membodohi.

Salam

DhaVe, Lab Mikro 2 Januari 2010, 13:30
(pintu dengan tulisan GESER)

Advertisements

34 thoughts on “Modernisasi dengan Sentuhan Prasejarah

  1. bambangpriantono said: Geser dikit Om

    karena kurangnya budaya membaca dan sabar.sebenarnya itu saja, teknologi yang canggih menyebabkan manusia menjadi manusia individualis bukan sebagai mahkluk sosial. dengan teknologi mereka berfikir tak membutuhkan orang lain lagi.Teknologi memanjakan mereka sehingga telat sedikit marah, tendang, banting pelampiasannya dan memang hal yang bisa melegakan hati, tapi berakibat buruk kedepannya.Bandingkan dengan dahulu karena teknologi belom canggih orang merasa mereka masih memutuhkan orang lain masih mau bertanya masih mau membaca masih bersabar dan masih mau membantu yang lain.Harga yang dibayar untuk sebuah kecanggihan.

  2. bambangpriantono said: Geser dikit Om

    Sering golek gampange,… jebul kliru ..Kalau soal kejedot kaca,..itu mah sering, bukan karena gak baca tulisan,..tapi saking si klining serpis ngelap kacanya ampe kinclong..! :))*pengalaman buruk di salah satu gedung perkantoran.

  3. elok46 said: karena kurangnya budaya membaca dan sabar.sebenarnya itu saja, teknologi yang canggih menyebabkan manusia menjadi manusia individualis bukan sebagai mahkluk sosial. dengan teknologi mereka berfikir tak membutuhkan orang lain lagi.Teknologi memanjakan mereka sehingga telat sedikit marah, tendang, banting pelampiasannya dan memang hal yang bisa melegakan hati, tapi berakibat buruk kedepannya.Bandingkan dengan dahulu karena teknologi belom canggih orang merasa mereka masih memutuhkan orang lain masih mau bertanya masih mau membaca masih bersabar dan masih mau membantu yang lain.Harga yang dibayar untuk sebuah kecanggihan.

    nah..nah sebuah tamparan dai mBak Elok…aku kena telak nie….emang kondisi yang mengarahkan tanpa di imbangi SDM yang baik, maka terjadilah hal demikian..jadi malu akuh…

  4. agnes2008 said: Sering golek gampange,… jebul kliru ..Kalau soal kejedot kaca,..itu mah sering, bukan karena gak baca tulisan,..tapi saking si klining serpis ngelap kacanya ampe kinclong..! :))*pengalaman buruk di salah satu gedung perkantoran.

    hahaha…. kui jenenge blawur Bu hehehe…. untung pintu bangunan, yen pintu pesawat njur kaya apa jal?

  5. dhave29 said: hahaha…. kui jenenge blawur Bu hehehe…. untung pintu bangunan, yen pintu pesawat njur kaya apa jal?

    Haha..Maklum anyaran mlebu ibukota,.. lihat kaca kinclong bablas aja, eh jebul korbannya akeh. Nah sing kliru sopo jal?Besoknya aku datang lagi,..dikasih POT tanaman rada besar.. :))

  6. dhave29 said: hahaha…. kui jenenge blawur Bu hehehe…. untung pintu bangunan, yen pintu pesawat njur kaya apa jal?

    hehehehe jadi inget klakson bersaut-sautan di traffic light, saat lampu menyala hijau rame2 orang mencet horn…..:D

  7. dhave29 said: hahaha…. kui jenenge blawur Bu hehehe…. untung pintu bangunan, yen pintu pesawat njur kaya apa jal?

    hehehe tantangan untuk ga terus2san malas2san…..jadi ngerasa ditegur oleh sebuah posting blog ๐Ÿ™‚

  8. dhave29 said: hahaha…. kui jenenge blawur Bu hehehe…. untung pintu bangunan, yen pintu pesawat njur kaya apa jal?

    Itulah bagaimana kita harus memperbaiki sesuatu yang acap kali dianggap sebagai “kebiasaan”

  9. dhave29 said: hahaha…. kui jenenge blawur Bu hehehe…. untung pintu bangunan, yen pintu pesawat njur kaya apa jal?

    Aplikasi perilaku prasejarah di era teknologi modern.Berarti kesimpulannya, manusia2 masih banyak yang terdorong oleh “bakat alami”nya sebagai manusia purba. WahahahaJadi inget, cerita teman, yang matiin kecoak pakai botol baygon (bukan disemprot, tapi digebug).

  10. agnes2008 said: Haha..Maklum anyaran mlebu ibukota,.. lihat kaca kinclong bablas aja, eh jebul korbannya akeh. Nah sing kliru sopo jal?Besoknya aku datang lagi,..dikasih POT tanaman rada besar.. :))

    untung gak di tulis “awas kejebles”

  11. miyukidark said: Aplikasi perilaku prasejarah di era teknologi modern.Berarti kesimpulannya, manusia2 masih banyak yang terdorong oleh “bakat alami”nya sebagai manusia purba. WahahahaJadi inget, cerita teman, yang matiin kecoak pakai botol baygon (bukan disemprot, tapi digebug).

    Hahaha… itu contoh…nya….sebuah tindakan yang ramah lingkungan,,, saluud..saluud

  12. miyukidark said: Iya juga sih, jadi enggak perlu ngotorin ozon ya…

    Ozon aman…. lingkungan pun aman bebas dari pestisida, dan shock terapi buat kecoak. biasanya matinya enak, sekrang harus nerima siksaan di gilas botol semprot haha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s