Menjawab sebuah Pertanyaan Pintar

Sebuah buku apapun jenisnya; novel, skripsi, pelajaran dan lain sebagainya pastinya ada “Kata Pengantar”. Sebuah tulisan singkat dari pengantar untuk halaman demi halaman dibelakangnya,namun sering kali ditinggal oleh pembaca dan langsung menuju ke bab demi bab. Saya tidak akan mengutak-atik kata pengantar, tetapi mencoba melihat sisi lain dalam pengenalan diri.
Pernah dengar sebuah pernyataan
“HaPe yang penting bisa SMS dan Telpon”
“Kamera pokoe bisa njepret beres dah”
“Televisi yang penting bisa keluar gambarnya dulu”
Tentu bukan hal yang asing bagi kita bahkan saya sering melontarkan kalimat tersebut tanpa menyadari ada fitur-fitur canggih dibalik benda elektronik tersebut. Sangat sayang memiliki ponsel pintar ala Black Berry hanya sebatas SMS, Telpon dan Berfoto, tetapi jika jatuh ditangan orang yang kreatif bisa menjadi minikomputer dan mbobol ATM. Lebih mengecewakan lagi apabila memiliki kamera DSLR, tetapi masih menggunakan mode Auto, padahal banyak senjata sakti dibalik tampilan yang rumit dan banyak tombol “yang penting jepret”. Masih banyak lagi contoh kekurang pintaran yang bisa menyingkirkan senjata-senjata menarik tersebut.

Nah akhir-akhir ini saya sedikit risau dan bertanya-tanya kenapa acapkali muncul pertanyaan
“wah foto dimana itu..?”
“bangunan apa itu ya..?”
“ini di ambil kapan kah..?”
“pake kamera apa ini..?”
“lensa berapa mm ini..?”
“pake software apa aja..?”
Sebuah pertanyaan pintar menurut orang lain tetapi sebuah tamparan bagi saya dan terasa bodoh diri ini, kenapa mesti muncul pertanyaan seperti itu. Ada apa dengan pertanyaan tersebut dan kenapa muncul. Apakah saya tidak sanggup memberikan pengantar, pendahuluan atau informasi, atau semua itu terlewatkan dan langsung menuju bab demi bab?.

Sebuah pertanyaan dan sebuah kewajiban untuk menjawab, tetapi ironis sekali saat melongok di pembukaan di kata pengantar (preambule) dan beberapa baris kalimay dibawah.
Lokasi;xxxxxxxx
Gear;xxxxxxxx
Nah tak jauh beda dengan sebuah pernyataan mengenai “HaPe asal bisa SMS, telpon dan Kamera asal bisa jepret”. Keengganan untuk membaca kata pengantar dan buku petunjuk seolah menampilkan sisi ketidaktahuan padahal ada jawaban terpampang di atas. Sungguh ironis bukan? mau di jawab kok sudah ada jawabannya diatas, didiamkan kok berkesan tak ada respon, di jawab seolah mengulangi kata pengantar.

Bukan masalah enggan atau ogah-ogahan menjawab pertanyaan tersebut, tetapi sebagai bahan pelajaran untuk lebih teliti dan cermat untuk membuat pertanyaan dan betul-betul pertanyaan pintar, bukan pertanyaan yang menunjukan ketidaktahuan didalam sebuah jawaban, apalagi sekedar basa-basi.

Kalao ada pertanyaan….
“Jam berapa Mas… sekarang” (sambil sms)
Timbul jawaban
“masih seperti kemarin kok, kalo gak percaya cek aja di ponsel”

Salam

DhaVe
Meja Kantor, 28 Januari 2010, 10:30

96 thoughts on “Menjawab sebuah Pertanyaan Pintar

  1. agnes2008 said: Hehehe…Iya tuh,.. kadang2 orang itu ‘malas’ membaca. Sehingga harus bertanya, padahal ada di depan mata. Senenge langsung pada kesimpulan, bagian akhir hingga melupakan awal dan tengah. “tun jep poin”

    mbakyu itu aku😦

  2. agnes2008 said: Emoh ah,.. nanti puisine tiap bait berisi :lensa 50mm 1,5 juta…. oooh betapa aku tak sanggup…kamera 450D eh D450 Rp.xx juta… lebih lagi aku harus jual bantal kasur…POI , EO, bokeh apa yang terjadi denganmu?Hahahah…wis aaaaaaaah… Mak Si dulu… :))

    isine barisan sakit hati tukang poto iki…curhatan gear dan gear…

  3. agnes2008 said: Emoh ah,.. nanti puisine tiap bait berisi :lensa 50mm 1,5 juta…. oooh betapa aku tak sanggup…kamera 450D eh D450 Rp.xx juta… lebih lagi aku harus jual bantal kasur…POI , EO, bokeh apa yang terjadi denganmu?Hahahah…wis aaaaaaaah… Mak Si dulu… :))

    fiewh….. kena lagi nihdua suhu tupot nyuruh2 bacabaca dan baca

  4. dhave29 said: Kalao ada pertanyaan….”Jam berapa Mas… sekarang” (sambil sms)Timbul jawaban”masih seperti kemarin kok, kalo gak percaya cek aja di ponsel”

    jawaban yang singkat padat dan jelaskenapa harus bertanya yah???? hehehehe

  5. dhave29 said: Kalao ada pertanyaan….”Jam berapa Mas… sekarang” (sambil sms)Timbul jawaban”masih seperti kemarin kok, kalo gak percaya cek aja di ponsel”

    mo tanya pak, itu foto HS nya foto dimana??? huehehehehe

  6. dhave29 said: Kalao ada pertanyaan….”Jam berapa Mas… sekarang” (sambil sms)Timbul jawaban”masih seperti kemarin kok, kalo gak percaya cek aja di ponsel”

    yup, kadang yang terpikir pertama kali oleh orang saat berbicara adlah spontan..tak menyadari bahwa jawaban ada di sekitar kita..kok dadi serius sih/?? :p

  7. jarody said: yup, kadang yang terpikir pertama kali oleh orang saat berbicara adlah spontan..tak menyadari bahwa jawaban ada di sekitar kita..kok dadi serius sih/?? :p

    bener Mbah… itulah yang terjadi…mau gemana lagi.. budaya kalii ya?

  8. larass said: singkatan baru hehehe, foto tahun berapa om???

    hayooo yang teliti… di baca ulang yang dibawah sana… mumpung lagi baekan ni aku kasih”dhave29 wrote today at 11:10 AMsulisyk saidmas, lepas dari konteks di atas, aku meh takon, kuwi HS poto tahun kapan xixixixixixi**dilempar album poto lawas karo mas dhavesik mas… sik tak lihat EXIF….iki poto pas mau ngumpul poto buat ijazah, wisuda dll… 2007Sekalian bikin KTP anyar, pake hetsot ini…”jaman ndugal Om…””

  9. dhave29 said: hayooo yang teliti… di baca ulang yang dibawah sana… mumpung lagi baekan ni aku kasih”dhave29 wrote today at 11:10 AMsulisyk saidmas, lepas dari konteks di atas, aku meh takon, kuwi HS poto tahun kapan xixixixixixi**dilempar album poto lawas karo mas dhavesik mas… sik tak lihat EXIF….iki poto pas mau ngumpul poto buat ijazah, wisuda dll… 2007Sekalian bikin KTP anyar, pake hetsot ini…”jaman ndugal Om…””

    hikss maaap lah, aku gak sempat membaca sedetail itu hehehejadi udah lama yaaaahhhhh……hmmmm 3 tahun yang lalu🙂

  10. dhave29 said: @yswitopr; Wadoh..wadooh Mo… aku yo melok ndelik iki hehehe…

    tambah isin lagi ketika aplut futu masih ada kument: metering???heheheehehe… tapi makin dihajar, makin ditungkak.. makin pingin bisa! efeknya? makin banyak aplut futu.. hihihihihi… jadi malu…*sembunyi balik selimut aja!*

  11. dhave29 said: @yswitopr; Wadoh..wadooh Mo… aku yo melok ndelik iki hehehe…

    @yswitopr; hure… hureee masih bisa malu hehehe pisss Mo… setidaknya dari makian “metering” ada yang menyayangi Anda agar tidak mengulang kekurang tepatan yang kesekian banyak kali hehe… wis nungkak maning…. semoga segera merasakan efek sampingnya Mo…”nyusul krubutan sarung sambi nyruput teh anget”

  12. dhave29 said: @yswitopr; hure… hureee masih bisa malu hehehe pisss Mo… setidaknya dari makian “metering” ada yang menyayangi Anda agar tidak mengulang kekurang tepatan yang kesekian banyak kali hehe… wis nungkak maning…. semoga segera merasakan efek sampingnya Mo…”nyusul krubutan sarung sambi nyruput teh anget”

    heheheehehe…inget terus!ning teuteup aja dilakukan! hihihihihihi… salah milih lah.. pingin cepet-cepetlah… hihihihi….tengkyu mas Dhave!

  13. yswitopr said: heheheehehe…inget terus!ning teuteup aja dilakukan! hihihihihihi… salah milih lah.. pingin cepet-cepetlah… hihihihi….tengkyu mas Dhave!

    yah sebuah proses Mo..Bersyukur aku mulai dari kamera analog, jadi sebelum kotret mikir dulu lama haha, beda yang awalannya Dslr biasanya grusak-grusuk (ndaksemua)..yuk mbaca dulu…..

  14. dhave29 said: yah sebuah proses Mo..Bersyukur aku mulai dari kamera analog, jadi sebelum kotret mikir dulu lama haha, beda yang awalannya Dslr biasanya grusak-grusuk (ndaksemua)..yuk mbaca dulu…..

    ngunu yo, mas! hmmmmm… awalnya udah baca sich.. tapi ga semua! baca yang IMHOnya penting! jebul ada yang terlewatkan. parahnya, yang terlewatkan itu yang paling penting… hihihihihi…*latihan membaca: C A: ca; N O : no tambah N jadi canon…

  15. yswitopr said: ngunu yo, mas! hmmmmm… awalnya udah baca sich.. tapi ga semua! baca yang IMHOnya penting! jebul ada yang terlewatkan. parahnya, yang terlewatkan itu yang paling penting… hihihihihi…*latihan membaca: C A: ca; N O : no tambah N jadi canon…

    nah loh.. kok yang penting yang terlewatkan sih…belajar lagii dan lagi..mbaca yook

  16. dhave29 said: nah loh.. kok yang penting yang terlewatkan sih…belajar lagii dan lagi..mbaca yook

    hihihihi… sing dibaca sing tu njeb puint! sing praktis.. dah kebanyakan teori waktu sekolah… 16 tahun sekulah teyus jew… hihihihi…mbaca lagi ach… *takut nek ditungkak*

  17. yswitopr said: hihihihi… sing dibaca sing tu njeb puint! sing praktis.. dah kebanyakan teori waktu sekolah… 16 tahun sekulah teyus jew… hihihihi…mbaca lagi ach… *takut nek ditungkak*

    hahah….aayoh mbaca…mbaca… trus praktek…besok THB hehehe😀

  18. yswitopr said: hihihihi… sing dibaca sing tu njeb puint! sing praktis.. dah kebanyakan teori waktu sekolah… 16 tahun sekulah teyus jew… hihihihi…mbaca lagi ach… *takut nek ditungkak*

    Pertanyaan Cerdas Selanjutnya.. “Siapakah Perempuan Beruntung itu.. yang salalu mendengar keluh kesahmu..?”..😀 piss

  19. alexamzah said: Pertanyaan Cerdas Selanjutnya.. “Siapakah Perempuan Beruntung itu.. yang salalu mendengar keluh kesahmu..?”..😀 piss

    kali ini aku terlalu bodoh untuk menjawabnya…hayooh sapa yang mau jawab…?

  20. soleno said: pokona mah kalo juru potona maz Dhanang..pazti hazilnya baguZZ!

    Buat postingan jenis tertentu (photo) , memang mustinya kudu ‘merelakan’ waktu buat mbaca prolog , narasi , keterangan2 . . . sebelum komen . . .. . (sik , sik . . . ‘tak baca’e maneh blog’e , ben gak salah komen , he.he.he….)biar kesannya gak “mengajukan pertanyaan pintar di waktu yg salah” , Meskipun , jujur saja , karena cuma bisa mengagumi karya teman2 , para tupot handal , sedang aku gak dhong soal photografi , kadang komenku yaa melenceng dari semestinya , he.he.he…Tapi kita bisa mencoba belajar memaklumi , (sejenis pembelaan diri sekaligus pembenaran) , bisa jadi . . komen yg meski kurang pas(asal gak nyleneh , misal . . tanya jam piro , tanya harga sebungkus sego kucing , dll , he.he.he..)setidaknya menunjukkan respectnya pada postingan tersebut . . . .komen’e kepanjangan ? maap , he.he.he..

  21. soleno said: pokona mah kalo juru potona maz Dhanang..pazti hazilnya baguZZ!

    @ Sulis* hu uh enak nulis nggladrah daripada gawe puisi jeh hehehehehe**berlindung di balik kata2 Ha.ha.ha…… sebagai orang yg akhir2 ini sering uplot puisi , aku merasa ikut “tersanjung” dengan “pujian” mas Sulis . . .Gawe puisi kuwi angel yo , mas ? he.he.he..Memang itulah hal baik yg bisa kupetik dari persahabatan di MP , dengan para tupot , penyair , Romo , penulis (cerita , renungan) , sampe pada yg isi sitenya hampir semuanya hasil copas (berupa informasi2 menarik dan berguna . . . ) Aku bisa ‘nempil kawruh’ , nambah wawasan , mengasah kepribadian , dll. Setiap orang punya kelebihan , ini musti kita sadari , kita akui , dan kita bisa memetik hal positipnya , . . selalu . .

  22. yogahart said: Buat postingan jenis tertentu (photo) , memang mustinya kudu ‘merelakan’ waktu buat mbaca prolog , narasi , keterangan2 . . . sebelum komen . . .. . (sik , sik . . . ‘tak baca’e maneh blog’e , ben gak salah komen , he.he.he….)biar kesannya gak “mengajukan pertanyaan pintar di waktu yg salah” , Meskipun , jujur saja , karena cuma bisa mengagumi karya teman2 , para tupot handal , sedang aku gak dhong soal photografi , kadang komenku yaa melenceng dari semestinya , he.he.he…Tapi kita bisa mencoba belajar memaklumi , (sejenis pembelaan diri sekaligus pembenaran) , bisa jadi . . komen yg meski kurang pas(asal gak nyleneh , misal . . tanya jam piro , tanya harga sebungkus sego kucing , dll , he.he.he..)setidaknya menunjukkan respectnya pada postingan tersebut . . . .komen’e kepanjangan ? maap , he.he.he..

    terimakasih Om Yoga…sebuah ulasan yang bagus ini…yah apapun orang akan tauporsinya bagaimana untuk menanggapi sebuah apresiasi dari rekan-rekan..tetap lanjutkan Om..salam

  23. yogahart said: @ Sulis* hu uh enak nulis nggladrah daripada gawe puisi jeh hehehehehe**berlindung di balik kata2 Ha.ha.ha…… sebagai orang yg akhir2 ini sering uplot puisi , aku merasa ikut “tersanjung” dengan “pujian” mas Sulis . . .Gawe puisi kuwi angel yo , mas ? he.he.he..Memang itulah hal baik yg bisa kupetik dari persahabatan di MP , dengan para tupot , penyair , Romo , penulis (cerita , renungan) , sampe pada yg isi sitenya hampir semuanya hasil copas (berupa informasi2 menarik dan berguna . . . ) Aku bisa ‘nempil kawruh’ , nambah wawasan , mengasah kepribadian , dll. Setiap orang punya kelebihan , ini musti kita sadari , kita akui , dan kita bisa memetik hal positipnya , . . selalu . .

    hayooo Om Sulis..?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s