Disaat Fatwa Mengusik Ruang Privat Fotografer dan Rambutnya

Minggu pagi yang cerah, sambil ngucek-ngucek mata melihat jam di ponsel, wadalah ada 3 pesan singkat. Salah satunya “bray ntar jadi hunting&dolan di kota lama jam8tet” dan kebetulan ada teman motret pre wedding disana. Sambil mengumpulkan sisa-sisa nyawa yang tercecer setelah semalam tidak dapat tidur nyenyak, karena masih beralaskan kardus bekas. Dengan tenaga tersisa, bangkit sebentar dari lembaran kertas coklat dan mengalihkan mata disebuah layar cembung.

Remot kurengkuh dan tomol merah membawa saya disebuah chanel favorit untuk mengabarkan berita yang sedikit basi, karena semalam sudah diputar dan berharap saja ada yang anget-anget. Sebuah berita yang membuat mata langsung melek 100watt dan tiba-tiba nafsu makan bertambah. Sebuah berita yang harus menunggu jeda pariwara, karena hanya ditampilkan sedikit cuplikan dari preambule-nya.

Disambi cuci muka dan gosok gigi bentar lalu menenggak air bening (kalo air putih ntuh tajin, susu, santen) 1 gelas sambil menunggu berita muncul. Akhirnya nongol juga dan inilah kutipan sedikit “usulan fatwa haram terhadap pelurusan dan pewarnaan rambut serta acara pra nikah”. Luar biasa, nampak di TV semua peserta yang hadir memakai kerudung dan berpeci, sangat susah melihat adakah diantara mereka yang salah satunya pernah rebonding, semir rambut, smoothing atau foto narsis dengan kekasihnya.

Sebuah narasi dibacakan untuk mendeskripsikan pernyataan mereka yaitu, pelurusan dan pengecatan rambut adalah sebuah tindakan mengikuti mode dan hanya sebagai ajang mempertontonkan diri dari organ tubuhnya. Seolah dengan treatment tersebut tidak ada sikap syukur, atau menerima kondisi apa adanya dan berusaha menghilangkan dari hakekat penciptaan. Penambahan, pengubahan dari organ tubuh seolah dinyatakan haram hukumnya karena agama tidak membenarkan hal tersebut. Foto Prewedding dan fotografernya juga dinyatakan haram, karena telah dan bersepakat mengumbar kemesraan sebelum waktunya dan ditempat yang salah.

Sungguh pernyataan yang luar biasa dan kontroversial, tetapi layak diacungi jempol untuk sebuah hal yang bisa mengundang kontroversi publik. Perawatan bentuk rambut apapun bentuknya saya kira adalah sebuah dapur yang disebut estetika kosmeti, apapun masakannya yang penting tampil cantik. Mungkin bisa dikatakan sebuah wujud rasa syukur atas karya penciptaanNya, sehingga dilakukan berbagai perawatan dan perlakuan rambut disalon kecantikan. Kaum hawa mana yang tidak ingin tampil cantik? semua pasti mengharapkan bahkan ada yang sampai-sampai memaksakan diri untuk cantik apapun caranya.

Ada yang beranggapan, mereka tak mau ribet dengan rambut ikal, ngombak mereka, dimana dengan diluruskan akan mempermudah dalam perawatan, minimal mengurangi frekuensi menyisir rambut yang morat-marit kena angin. Rasa percaya diri juga bertambah bila mahkota tampil bagus dan menjadi pusat perhatian, syukur-syukur pujian dilayangkan walau acap kali hanya lirikan yang didapatkan.

Sebuah gambar akan memberikan citra kepada masing-masing mata kepala yang melihat, sehingga akan diperoleh informasi atau cerita apa dibalik gambar. Layaknya sebuah foto pernikahan, tentu saja kemesraan-lah yang ditonjolkan, masak foto prewedding kaya foto KTP atau foto baliho kampanye parpol. Nah simbol kemesraan acapkali disalah tafsirkan yang bukan-bukan, malah tukang gambarnya ikut-ikutan kena getahnya, haram.

Nah apa yang terjadi dengan usulan fatwa tersebut? boleh saja melihat dari sisi lain dengan sudut pandang yang berbeda. Dengan sudut pandang berbedan dan keberanian atas ide cemerlang tersebut seharusnya diimbangi juga dengan solusi yang tepat untuk para profesional yang menanggung dampaknya. Apakah pekerjaan mereka haram, merugikan orang lain, kotor, berdosa? dan kenapa musti kena imbas dari sebuah fatwa?. Pelaku bisnis salon kecantikan&fotografer boleh terhenyak dan tertawa dengan segala pledoi, itu hak mereka untuk membela diri karena ruang gerak mereka tergaris oleh usulan fatwa.

Saatnya kembali memikirkan, kenapa musti ada kontroversi ini, masyarakat sudah jenuh dan muak, biarkan massa yang menilai apa yang baik buat mereka, selama tidak mengganggu ruang privat sesama. Kapan masyarakat akan semakin dewasa pola pikirnya….

Salam

DhaVe
Ahmad Yani Air Port, 17 Januari 2010; 15:00

70 thoughts on “Disaat Fatwa Mengusik Ruang Privat Fotografer dan Rambutnya

  1. elok46 said: hmmmm saya rasa islam bukan agama yang mengikat, fleksibel dan dengan berbagai kondisi yang sekarang ini ada tentu jika terlalu mempersoalkan ini itu menjadi rusuh. Contoh banyak yang mentatto tubuhnya tapi masih melakukan sholat maka siapa yang bisa menilai itu halal atau haram sah atau tidak sholatnya ??? tak ada kan.Saya rasa kita seharusnya fleksibel saja kan ???selama kita tak merugikan orang lain apakah itu bisa disebut HARAM hmmm.

    bethul apa kata mBak Elok..makasih mBak.. ๐Ÿ˜€

  2. elok46 said: hmmmm saya rasa islam bukan agama yang mengikat, fleksibel dan dengan berbagai kondisi yang sekarang ini ada tentu jika terlalu mempersoalkan ini itu menjadi rusuh. Contoh banyak yang mentatto tubuhnya tapi masih melakukan sholat maka siapa yang bisa menilai itu halal atau haram sah atau tidak sholatnya ??? tak ada kan.Saya rasa kita seharusnya fleksibel saja kan ???selama kita tak merugikan orang lain apakah itu bisa disebut HARAM hmmm.

    Wah,kalo ini aku gak comment,ntar malah terjadi SARAhehehe…

  3. dhave29 said: nah loh… kan udah aku PM..baca aja dan pencet link-nya…

    emoh itu udah koq wekekekkekeudah aku save berikut gambarnyatinggal foto mas danang tersayang wakakakakkakakaelok ngombal maneh

  4. elok46 said: emoh itu udah koq wekekekkekeudah aku save berikut gambarnyatinggal foto mas danang tersayang wakakakakkakakaelok ngombal maneh

    ditunggu sajah yah… segera..segera terbit hehe ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s