Menjadi Tangguh dengan Mendaki dan Mengarungi

Bangsa yang kuat dimana pemudanya suka mendaki gunung dan mengarungi luasnya samudra, sebuah pepatah kuno yang memberikan spirit bagi pemuda untuk bangsanya. Sebuah buku kumal yang berisi lembaran-lembaran kertas koran yang tercetak di era 80-an, berisi rekaman hari-hari seorang pemuda tangguh. Soe Hok Gie, boleh meregang nyawa di puncak Semeru, tetapi semangat yang digoreskan dalam tinta spirit “Catatan Seorang Demonstran” menjadi gambaran betapa tangguhnya salah satu putra terbaik negeri ini.

Apa yang membuat Gie menjadi kuat, tegas, dan hidup penuh semangat untuk menyuarakan kebenaran bagi negri yang porak-poranda saat itu. Andaikata ada banyak Soe Hok Gie pada masa itu, mungkin Republik ini akan lain dari sekarang, namun walau hanya ada seorang Gie sudah bisa memberikan perubahan dan inspirasi bagi pemuda Bangsa ini. Sebuah semangat dan cita-cita luhur dari adik kandung Arief Boediman melalui goresan tangannya yang begitu disiplin setiap hari menuliskan catatan hariannya dan dibumbui puisi yang romantis.

Mencoba mencari ada apa dengan Gie yang mempunyai spirit luar biasa tersebut, apa gerangan yang membuat Beliau menjadi pemuda tangguh. Alam telah menempa Gie, melalui terpaan badai, curahan dasyat air hujan, bekunya angin gunung, lebatnya kanopi hutan, derasnya aliran jeram sungai dan terjalnya bebatuan puncak gunung. “Biarkan Alam yang mengajarimu bagaimana hidup dan menjadi bijak padanya”, Gunung telah menjadi taman bermain Gie muda bersama teman-teman seangkatannya.

Mendaki gunung bukanlah sebuah perkara mudah pada saat itu, dimana keterbatasan peralatan, informasi, transportasi dan peminat menjadi kendala saat itu. Bagi Gie dan kawan-kawan, keterbatasan itulah yang menjadi motivasi untuk keluar dari hambatan. Pemuda-pemuda yang benar-benar tangguh dan memiliki motivasi besarlah yang mampu melakukan, tanpa melihat sosok fisik yang besar, kekar, kuat dan atau kekuatan finansial.

Menelisik kembali kebelakang, dimana pada saat era ekspedisi pendakian gunung bersalju 8000an meter. Dua pemuda dari Nepal dan Selandia baru menunjukan betapa kuatnya mereka, Edmun dan Norgay telah menunjukan ketangguhan dibalik keterbatasan dan kepesimisan orang. Mencoba melihat pada masa sekarang dan kebetulan kemarin melihat film dokumenter tentang pendakian di Everest (2002) yang berharga $ 40.000,00. Semangat terlihat dari para peserta ekspedisi, ada yang tubuhnya penuh besi penyangga karena hampir semua tulangnya patah akibat kecelakaan motor, ada juga yang kedua kakinya buntung dan terpaksa mengenakan kaki palsu, bahkan lebih ironis seorang Pemadam kebakaran yang harus menabung tahunan dan menggadaikan rumahnya demi menggapai atap dunia. Sungguh motivasi yang luar biasa, dan dalam perjalannya bisa membentuk manusia yang tangguh dan kuat.

Dibeberapa nagera Eropa dan Asia yang diklaim menjadi negara kuat dan besar, pastilah terlihat dari profile pemudannya. Mendaki gunung, wajib militer, berlayar atau sekedar menjadi backpacker menjelajahi seluruh penjuru dunia dan bangga mengenakan simbol negara didadanya seolah membuktikan “ini loh saya dari negara xxxx”. Bagimana dengan kita? masihkan malu menjadi Indonesia, minderkah dengan warna merah putih, goyahkan dengan Garuda atau gengsi dengan made in Indonesia. Memang itulah yang terjadi pada pemuda saat ini, walau tidak semuanya seperti itu.

Kembali menuju semangat hidup Gie, sebuah kesederhanaan dan pengorbanan bagi republik yang dicintainya dengan terus dan lantang menyuarakan kebenaran. Bukan dengan kekerasan dan anarkisme agar terlihat lebih berpower, tetapi dengan otak cerdas dan hati dingin disertai untaian manis suara kebenaran yang mampu menghardik pejabat yang berusaha menyelewengkan kekuasaannya. Bukan hanya sekedar “ubyang-ubyung” ikut-ikutan, tetapi memiliki sikap tegas bahkan tanpa perkelahian antar perguruan atau sesama atap perguruan seperti saat ini gara-gara maslah kacangan dan gengsi semata.

Gunung telah mempertemukan kita*, sebuah kalimat yang bermakna dimana para orang tangguh berkumpul di titik tertinggi…
Mari MENDAKI…. mari MENGARUNGI, sejenak lupakan Gie, gunung dan lautan, tetapi dakilah gunung keterbatasan dan sampailah dipuncak kebenaran serta arungilah samudra persoalan hingga berlabuh di dermaga kemenangan.

Selamat Mendaki dan Mengarungi

Salam

DhaVe
office, 13 Januari 2010, 09:30

*jarodyhestu.multiply.com

31 thoughts on “Menjadi Tangguh dengan Mendaki dan Mengarungi

  1. sulisyk said: semangat yang hampir serupa “cintailah ploduk2 indonesia” ala markus alim, tapi beneran mencintai bukan cuma ucapannya aja lho hehehe

    biasanya cuma berucap Om… emang Markus Salim pulang naik delman aseli Indonesia? hahaha….. bagusan Prabu Angling Darna masih suka naik jaran… gak tau kalo sekarang… mentri sajah 1,3M mobilnya.. dasyat sekali cintanya

  2. polarbugs said: yuk mareeh… :p

    Penaklukan puncak2 tertinggi (gunung) buat pribadi, juga merupakan penaklukan untuk ketinggian hati kita agar menjadi pribadi yang low profile, menghindari metode instan dan menghargai semua pencapaian kita. (baca; apa yang kita miliki)

  3. alexamzah said: Penaklukan puncak2 tertinggi (gunung) buat pribadi, juga merupakan penaklukan untuk ketinggian hati kita agar menjadi pribadi yang low profile, menghindari metode instan dan menghargai semua pencapaian kita. (baca; apa yang kita miliki)

    Nah… Loh… bener Kan…ada pertanyaan, Siapa yang menginjakan kaki pertama di Everest…Sir Edmund H dan Tenzing Norgay, sepakat…”kita bersamaan menginjakan kaki”nah selesai perkara, sebuah sejarah tercipta berkat kerendahan hati dan kerelaan menanggalkan siapa yang pertama, tidak saling meng klaim ” I’m is 1st”.Naiklah kepuncak tertinggi dan kembalilah turun dengan kerendahan hati dan kebijaksanaan,,,Makasih Cak,,,, salam

  4. ulil4lb4b said: bagaimanapun alam tak pernah tertaklukkan manusia…hanya saja “alam telah mengijinkan kita untuk belajar kepadanya”

    mendagi gunung……pengen tapi takutpengen tapi kikukpengen tapi…..ah kakean alesan

  5. ulil4lb4b said: bagaimanapun alam tak pernah tertaklukkan manusia…hanya saja “alam telah mengijinkan kita untuk belajar kepadanya”

    Ta gak kuat naik gunung.Naik bukit yang landai aja ngos2an.Salut sama para pendaki gunung yang tangguh.

  6. ulil4lb4b said: bagaimanapun alam tak pernah tertaklukkan manusia…hanya saja “alam telah mengijinkan kita untuk belajar kepadanya”

    wah nek mbiyen sih kuwat dhave munggah gunung … nang rinjani wae di rewangi motoran (tipis antara adventurer dengan karena gak punya duwit buat naik angkutan umum) …. saiki … ngenteni wong sing munggah gunung waee

  7. ulil4lb4b said: bagaimanapun alam tak pernah tertaklukkan manusia…hanya saja “alam telah mengijinkan kita untuk belajar kepadanya”

    @tata;masak sih ngos-ngos an? coba dulu…dicoba.. hayuuu…..k…?@savana; walah Om…itulah masa lalu yang benar-benar saluud…. wis sekarang di ulang gemana hayoo? veteran-veteran hahaha😀

  8. ulil4lb4b said: bagaimanapun alam tak pernah tertaklukkan manusia…hanya saja “alam telah mengijinkan kita untuk belajar kepadanya”

    Kata bapakq, “Ojo munggah gunung lho, sek musim udan, akeh longsor.”sebagai anak yg baik saya menurut saja😀 toh biasane dibebaskan sahaja. =DSelamat Travelling n Shopping, hwehehe

  9. ulil4lb4b said: bagaimanapun alam tak pernah tertaklukkan manusia…hanya saja “alam telah mengijinkan kita untuk belajar kepadanya”

    @dhave jkakakakka … terakhir kelingan kae .. munggah merapi … seko mbah marijan tekan rudal 5 JAM …. tur yo kuwi …. guyonan thok isine …. kesel yo mandeg udud seek … sesama veteran yoan munggah e jadi saling memaklumi … nek karo simbah jarod tak kongkon morteri kuwi … jakkakkakak

  10. alam204 said: Kata bapakq, “Ojo munggah gunung lho, sek musim udan, akeh longsor.”sebagai anak yg baik saya menurut saja😀 toh biasane dibebaskan sahaja. =DSelamat Travelling n Shopping, hwehehe

    ikuti kata bapak, kalo musim hujan bisa basah,,,,met apa ja nDuk…

  11. savannahphoto said: @dhave jkakakakka … terakhir kelingan kae .. munggah merapi … seko mbah marijan tekan rudal 5 JAM …. tur yo kuwi …. guyonan thok isine …. kesel yo mandeg udud seek … sesama veteran yoan munggah e jadi saling memaklumi … nek karo simbah jarod tak kongkon morteri kuwi … jakkakkakak

    hahaha 5 jam, kui mlaku mundur mesti hahaha….sak lerenan 1 batang rokok, wah bisa sak pack dewe hahaha…mBah Jarod kan no semoking no drinking,,,, pokok e juos pisan

  12. savannahphoto said: @dhave jkakakakka … terakhir kelingan kae .. munggah merapi … seko mbah marijan tekan rudal 5 JAM …. tur yo kuwi …. guyonan thok isine …. kesel yo mandeg udud seek … sesama veteran yoan munggah e jadi saling memaklumi … nek karo simbah jarod tak kongkon morteri kuwi … jakkakkakak

    jadi pgn naik gunung :)nice post

  13. dhave29 said: hahaha 5 jam, kui mlaku mundur mesti hahaha….sak lerenan 1 batang rokok, wah bisa sak pack dewe hahaha…mBah Jarod kan no semoking no drinking,,,, pokok e juos pisan

    napas e gudang garam jeehh wis an saikih… sing penting enjoy the trip … daripada mesak ke awak .. n gak bisa menikmati perjalanan .. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s