FOTOGRAFER KOMERSIL DILARANG BEROPERASI

Sebuah kalimat yang saya coba petik dari dunia maya “there are no rules for good photograph, there are only goog photograph” yang kira-kira “tidak ada aturan dalam fotografi yang ada adalah gambar yang bagus dalam fotografi”. Ada juga menyatakan “aturan dibuat untuk dilanggar, akan lebih baik apabila mempunyai alasan yang kuat dari pelanggaran tersebut”. Sebuah pernyataan yang kadang kontroversial dalam kenyaataan dilapangan.

Beberapa kali saya sudah mencoba menulis bagaimana kontroversi dari sebuah fotografi tersebut, tetapi saya mencoba melihat dari sisi lain saja. Pernyataan diparagraf pertama adalah wujud dari sebuah pelanggaran dari teknis pemotretan dalam sebuah eksekusi, tetapi dalam tulisan ini saya mencoba berbagi tentang bagaimana sebuah pelanggaran dalam teknik sebelum eksekusi. Tulisan ini saya buat berdasarkn hasil jalan-jalan, yang mungkin masih secuil kuku hitam dibandingan para rekan yang lebih berpengalaman dalam asam garam fotografi, tidak ada salahnya saya mencoba berbagi.

Motret dengan horison miring, terbalik, atau keluar dari pakem fotografi mungkin adalah sesuatu yang manarik untuk diperhatikan dan bisa menjadi kekuatan dari foto tersebut, serta bisa tahu apa alasan fotografer dengan style tersebut. Foto-foto diluar aturan / pakem dan hasilnya bikin geleng-geleng, memang layak mendapat acungan jempol dalam teknis eksekusinya, nah bagaimana jika ada foto dengan tulisan sebuah papang peringatan “no camera, dilarang memotret, atau gambar kamera yang disilang”. Sebuah tantangan, petualangan dan resiko/konsekwensi yang besar jika ingin melanggar aturan tersebut. Hasil dari sebuah pelanggaran yang menimbulkan kontroversi, pelanggaran etika, atau apalah acapkali menjadi magnet daya tarik dari sebuah gambar.

malam itu saya berjalan sendirian di jalan protokol salah satu kota besar, ada sebuah bangunan besar dan menarik untuk diabadikan. Taman dengan putri-putri (patung) yang sedang mandi dengan balutan sinar dan tata cahaya yang apik. Sebuah daya tarik memaksa saya untuk mengeluarkan kamera dan ijin pada pihak keamanan setempat. Setelah ngobrol, ternyata tidak diperbolehkan motret disini, dengan wajah kecewa lantas saya keluar dari pagar. Nah dari luar pagar/trotoar saya memotret dari kejauhan, sebuah tragedi dimulai. Dengan Nada yang tidak enak didengar petugas tersebut marah dan mengancam, apabila saya tetap memotret. Perdebatan di mulai;
“lha wong saya motret dari luar, kenapa tidak boleh, ini kan jalan umum, lha wong orang di Bulan motret tembok RRC saja boleh tanpa harus ijin duta besar China, kalau nggak boleh kasih pagar seng saja agar tidak dipotert dari luar”.
dari pada terus ribut, akhirnya mengalah dan ngeloyor pergi.

Kejadian berlanjut saat jalan di Kota saya sendiri, kebetulan ada sebuah gereja Katholik yang cukup megah dan bagus dipotret mengingat cuaca yang cerah. Dari luar gereja dapat beberapa frame, kebetulan sedang ada bubaran ibadah dan iseng ikut masuk dipelataran gereja sambil memotret menara gereja. Saat asik memotret ada yang memanggil saya dan berkata 
“kalo mau motret ijin dulu satpam di pos sana”, 
saya pun pergi menuju pos Keamanan, dan saat kepala melongok di pintu tak ada satupun petugas disana. 
“loh Pak, kos Satpamnya tidak ada?” tanya saya
“kamu mau cari gara-gara, masalah atau pura-pura goblog” tanya orang tersebut
“loh maksud bapak bagaimana” jawab saya enteng
“saya satpam disini, kenapa malah lari ke pos begitu saja” jawabnya
“sapa yang tau kalau bapak satpam, pake seragam juga tidak, malah pake sandal, dan kaos begitu, malah saya kira tukang parkir, lha wong tadi saya lihat sedang memberi aba-aba mobil” jawab saya.
“kamu nantang saya, sudah jangan bikin masalah disini”
Permintaan maaf saya layangkan atas ketidak tahuan saya, dan dalam hati ada apa dengan satpam. Didepan saya sudah jelaskan tujuan saya motret, bukanlah sebuah komersial atau cari duit, hanyalah sebatas hobi dan belajar. Padahal saat ada pernikahan saya sering melihat para fotografer pernikahan dengan leluasa mengexplorasi semua banguan gereja tanpa ada embel-embel ijin, padahal sudah jelas itu KOMERSIL, “aji mumpung kali ya”.

Perjalana berlanjut disebuah kuil di Salah satu kota besar di Jawa Tengah, sebuah tulisan yang membuat mental down dan menghilangkan mood untuk memotret. Ironisnya, dibangunan tersebut ada sebuah tulisan “foto 75ribu dengan baju tradisional China”. Dari beberapa foto terlihat ada bule dengan pakaian tradisional China dengan gagahnya mejeng di dekat altar, padahal sebelum masuk altar ada tulisan “alas kaki dilepas” dan si Bule masih mengenakan sepatu. Masih banyak lagi foto-foto narsis yang pengambilannya didalam kuil, dan membuat iri penghobi lukisan cahaya untuk ikut mengabadikan. Saat ini ruang gerak hanya di batasi pelataran luar yang panas dan membuat meringis saja melihat bangunan dan pelataran dibagian dalam, lebih ngiri lagi melihat yang komersial dengan leluasa berkeliaran didalam.

Lupakan mitos “difoto bisa mengurangi umur”, tak ada yang hilang seuilpun, tetapi justru akan memberikan nilai tambah dari sebuah obyek. Dengan sebuah gambar, orangakan tahu dan bisa menikmati tanpa harus datang dilokasi dan tidak memdapatkan moment-nya. Nah apakah perlu adanya sebuah konfrontasi, diplomasi atau negosiasi didalam praktik lapanganya, ataukah mengikuti arus kaum paparazi…? Jika terpaksa kenapa tidak

mohon maaf buat pihak yang kurang berkenan πŸ˜€

Salam

DhaVe
Office, 6 Januari 2010; 10:20

 

Advertisements

48 thoughts on “FOTOGRAFER KOMERSIL DILARANG BEROPERASI

  1. bambangpriantono said: Sadis yo..hehehehehe

    hehehe el pernah dirampas kamera digitalnya cuma dihapus fotonya kemudian dibalikin gara2 el foto penebangan hutan liardasar … tapi koq pas itu el gak takut.menyebalkan memang tapi mereka yang punya otoritas yang berkuasa makanya ada istila peraturan ada untuk dilanggar aku rasa cucok untuk kasus spt ini

  2. elok46 said: hehehe el pernah dirampas kamera digitalnya cuma dihapus fotonya kemudian dibalikin gara2 el foto penebangan hutan liardasar … tapi koq pas itu el gak takut.menyebalkan memang tapi mereka yang punya otoritas yang berkuasa makanya ada istila peraturan ada untuk dilanggar aku rasa cucok untuk kasus spt ini

    ganti kartu memori secepat mungkin..lalu masukin di CD hahaha…..

  3. sulisyk said: tantangan buat penggiat foto nih mas, gimana caranya menyiasati suapaya dapat foto yang kita inginkan

    yah… petualangan dan tantangan…. no rule and no rule…. just good photograph…

  4. dhave29 said: mohon maaf buat pihak yang kurang berkenan πŸ˜€

    tidak perlu minta maaf, karena hal demikian sering terjadi dan patut dibahas di publik, Indonesia selalu UUD yah……ujung-ujungnya dueeeeeeeettttttttt

  5. larass said: tidak perlu minta maaf, karena hal demikian sering terjadi dan patut dibahas di publik, Indonesia selalu UUD yah……ujung-ujungnya dueeeeeeeettttttttt

    yups…. makasih…. makasih…

  6. lalarosa said: waduh, berarti saiki ora iso nyotrek2 neng sam poo kong mas?padalo aku pengen mrono lho

    maunya apa ya?kalo keindahan dibagi2 yg lain kan malah menguntungkan bisa jadi terkenalmungkinkah mereka menilai “komersil” itu hanya dari sisi rupiah saja?

  7. lalarosa said: waduh, berarti saiki ora iso nyotrek2 neng sam poo kong mas?padalo aku pengen mrono lho

    Hobby motret boleh aja.. tapi mungkin perlu ada batasan juga ya.. ada sopan santun.. bukan berarti semua boleh dipotret.. karena beberapa tempat memang nggak ingin diekpos..begitu juga nggak semua orang suka di foto..

  8. lalarosa said: maunya apa ya?kalo keindahan dibagi2 yg lain kan malah menguntungkan bisa jadi terkenalmungkinkah mereka menilai “komersil” itu hanya dari sisi rupiah saja?

    kan yo duit kan.. masuk aja pake duit 3ribu perak… beli karcis dulu yah.. ibadah juga beli karcis… poke pake duit..mana ada yang gratis….

  9. skrekanex said: Hobby motret boleh aja.. tapi mungkin perlu ada batasan juga ya.. ada sopan santun.. bukan berarti semua boleh dipotret.. karena beberapa tempat memang nggak ingin diekpos..begitu juga nggak semua orang suka di foto..

    sebuah pendapat yang bijak mBah Steve…. terimakasih….salam dari lereng Mebabu…

  10. skrekanex said: Hobby motret boleh aja.. tapi mungkin perlu ada batasan juga ya.. ada sopan santun.. bukan berarti semua boleh dipotret.. karena beberapa tempat memang nggak ingin diekpos..begitu juga nggak semua orang suka di foto..

    kadang-kadang saya tanya dulu. Boleh dipotret atau enggak. Kalau nggak mau. saya mundur teratur kok.

  11. skrekanex said: Hobby motret boleh aja.. tapi mungkin perlu ada batasan juga ya.. ada sopan santun.. bukan berarti semua boleh dipotret.. karena beberapa tempat memang nggak ingin diekpos..begitu juga nggak semua orang suka di foto..

    Untung daku cuma bawa kamera pocket πŸ˜€

  12. dhave29 said: sambil candid… hehehe… canda..canda

    emang iya..hihihi…apalagi kalo motret orang. mending diajak ngobrol. sambil ngobrol.. sekalian jepret..hehehe…kalo gini, pake pocket jauh lebih sakti mandraguna dibanding SLR yg segede gaban. *cepet ketahuan*

  13. dhave29 said: sambil candid… hehehe… canda..canda

    ada memang perasaan enggan di-expose, dg berbagai macam alasan. dan ada jg perasaan ingin berbagi, berikut alasan2nya.namun yg bijaklah yg bisa terus berkarya, dan karena hanya karya bijak lah yg akan menghasilkan 1001 perasaan..

  14. ariesnawaty said: emang iya..hihihi…apalagi kalo motret orang. mending diajak ngobrol. sambil ngobrol.. sekalian jepret..hehehe…kalo gini, pake pocket jauh lebih sakti mandraguna dibanding SLR yg segede gaban. *cepet ketahuan*

    nah sebuah pengakuan yang jujur hahaha…terbukti kan?

  15. udelpot said: ada memang perasaan enggan di-expose, dg berbagai macam alasan. dan ada jg perasaan ingin berbagi, berikut alasan2nya.namun yg bijaklah yg bisa terus berkarya, dan karena hanya karya bijak lah yg akan menghasilkan 1001 perasaan..

    siap Ki…yups..kembali ke personal tentunya dan etika…makasih sudah nambahi…

  16. udelpot said: ada memang perasaan enggan di-expose, dg berbagai macam alasan. dan ada jg perasaan ingin berbagi, berikut alasan2nya.namun yg bijaklah yg bisa terus berkarya, dan karena hanya karya bijak lah yg akan menghasilkan 1001 perasaan..

    ealaaaahhh….digawakke gulo-teh gelem ra yo..?

  17. udelpot said: ada memang perasaan enggan di-expose, dg berbagai macam alasan. dan ada jg perasaan ingin berbagi, berikut alasan2nya.namun yg bijaklah yg bisa terus berkarya, dan karena hanya karya bijak lah yg akan menghasilkan 1001 perasaan..

    wuehehehhe….kekesalan yang sangat dapat dimengerti..saya juga sebel banget Mas kalo lagi mau motret tiba2 kudu berurusan ama satpam…waktu motret prewed teman disebuah taman di bilangan Menteng Jakarta Pusat, saya diuber2 satpam..trus digiring ke posko..trus disitu mereka bilang kalo saya mestinya bawa surat ijin blah blah blah dgn alasan no commercial purposes..akhirnya saya bilang “berapa, Pak?” wuehehhe…. mereka langsung nembak lho…”seratus ribu saja, Mbak… plus uang kebersihan lima puluh ribu” bukan maen!!! motret prewed ditaman umum bayar seratus lima puluh ribu!!… trus ga lama, ada sekumpulan anak2 cere lagi pada narsis motret2 nge gank pake kamera pocket… tu satpam liwat…cuek aje….wuehehhe!!! damn it!!!….

  18. udelpot said: ada memang perasaan enggan di-expose, dg berbagai macam alasan. dan ada jg perasaan ingin berbagi, berikut alasan2nya.namun yg bijaklah yg bisa terus berkarya, dan karena hanya karya bijak lah yg akan menghasilkan 1001 perasaan..

    hihihi.. aku diusir dari lempuyangan.. hahahaha

  19. harataya said: wuehehehhe….kekesalan yang sangat dapat dimengerti..saya juga sebel banget Mas kalo lagi mau motret tiba2 kudu berurusan ama satpam…waktu motret prewed teman disebuah taman di bilangan Menteng Jakarta Pusat, saya diuber2 satpam..trus digiring ke posko..trus disitu mereka bilang kalo saya mestinya bawa surat ijin blah blah blah dgn alasan no commercial purposes..akhirnya saya bilang “berapa, Pak?” wuehehhe…. mereka langsung nembak lho…”seratus ribu saja, Mbak… plus uang kebersihan lima puluh ribu” bukan maen!!! motret prewed ditaman umum bayar seratus lima puluh ribu!!… trus ga lama, ada sekumpulan anak2 cere lagi pada narsis motret2 nge gank pake kamera pocket… tu satpam liwat…cuek aje….wuehehhe!!! damn it!!!….

    makasih mbak Share-nya….memang money oriented… why not art oriented hahaha….damm it tooo….

  20. addicted2thatrush said: hihihi.. aku diusir dari lempuyangan.. hahahaha

    @tata;boleh ajah… apapun kameranyya asal tidak komersil… nah loh kalo kamera hape trus ntar jadi themes mulkipli dan laik dijual gemana…. hayoooh? komersil gak yow… tanya pada Ceng Ho yukkk?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s