Perjalanan Ke Barat Mencari Warung Nasi (Reportase edisi 2010 #4 -selesai-)

Selesai bergulat dengan Luwak, kami segera berkemas untuk melanjutkan perjalan turun. semua barang di packing, dan segera meninggalkan lokasi camp menuju ke base camp Plalangan Selo. Sekitar 1 jam kami menempuh perjalanan ini, dan sesampai di base camp kami diangkut satu persatu oleh Andi dengan motornya menuju pangkalan bus.

Disebuah pangkalan bus, sebuah perpisahan harus terjadi, dimana Andi dan Tono harus undur menuju Pati, karena ada acara keluarga. Kini tinggal saya, Mas Cahyo dan mBak pilar harus segera menuju Salatiga. Perjalanan menuju Salatiga, kami tempuh lewat Boyolali agar lebih cepat sampai.

Akhirnya sampai di Salaatiga dan segera bergegas menuju Hotel untuk mandi dan istirahat sebentar sambil online guna mengetahui kabar rekan-rekan. Perjalan dilanjutkan menuju warung makan ala mahasiswa dan Mas Iwan sudah siap menjemput untuk membawa kami mengisi perut. Setelah makan perjalanan dilanjutkan menuju Kampus paling gede di Salatiga yang mendapat julukan Kampus Indonesia Mini ada juga menyebut Kampus hijau. Puas mengelilingi kampus yang mirip rumah merpati, kami berjalan menyusuri jalan Diponegoro.

Langkah terhenti saat melewati Gereja Santo Paulus Miki, dimana niat hati ingin mengabadikan banguan dari luar, ternyata mendapat penolakan dari keaaman setempat (akan saya ceritakan di lain kesempatan) dan memaksa kami meninggalkan Gereja dengan muka masam. Kunjungan selanjutnya menuju pameran Batik di jalan raden Patah, dimana beberapa jenis batik dipamerkan. Mungkin kurang sreg atau bagaimana, kita hanya menyambangi sebentar lalu segera kembali ke Hotel.

Dihotel kami istirahat sebentar, nunggu menjelang Maghrib dan setelah itu kembali melanjutkan perjalanan. Tujuan kami selanjutnya adalah Wedang Ronde di Jalan Jendral Sudirman. Menyusuri pusat kota Salatiga malam hari dan mengakhiri dengan menu hangat di udara dingin. 3 Porsi Wedang Ronde kami pesan, dan Mas Cahyo tak ketinggalan dengan memesan 3 Jagung bakar sebagai pelengkap rasa. Puas dengan minuman hangat dan perut kenyang jagung bakar, kami lanjut menuju lapangan Pancasila (alun-alun).

Di lapangan Pancasila ternyata ada acara Pasar Malam dan konser musik. Sambil menikmati tahu petis dan gorengan, kami istirahat sejenak menikmati keramaian malam di kota yang rasa menthol (dingin dan semwriwing). Puas ngendon di Lapangan Pancasila, kami kembali bergegas menuju Hotel, karena kaki sudah bergetar dan mata sudah ngantuk. Sesampai di hotel, kami memisahkan diri dan berjanji bertemu besok jam 05.00 di perempatan Jetis.

Saya dan Mas Cahyo malam itu tidur di kamar Kost Mas Iwan yang ditringgal penghuninya, karena sedang sibuk dengan urusan kampus. Dalam kamar yang sederhana kami segera terbawa dalam alam mimpi dan begitu nyenyaknya. Ponsel kami yang dalam mode silent, tidak menyadarkan kami bahwa pagi sudah menjelang. Ponsel saya bergetar, sebuah nama Pilar Yogya muncul, dan melihat jam 05.15 dan dengan satu kalimat “5menit lagi mBak”.

Mas Cahyo yang nampak kaget segera loncat menuju kamar mandi, saya packing barang-barang. Dan hanya cuci muka, kami segera menuju Jetis yang berjarak sekitar 100 dari tempat kami menginap. Pagi ini rencana kami menuju Stasiun Tawang untuk mengantar mBak Pilar menukar tiket kereta. Rencana mBak Pilar yang pulang pagi, harus di musnahkan dengan racun dan iming-iming jalan-jalan di kota tua Semarang, begitu pula dengan Mas Cahyo yang berencana pulang kemarin sore harus di rubah gara-gara rayuan manis kota Tua.

Perjalanan ke Tawang, diselingi tidur kucing untuk menyambung tidur kami yang terputus. Akhirnya sampai juga di Tawang, dan setelah tiket di tukar kami menuju Kota Tua. Greja Blenduk menjadi tujuan kami untuk berburu foto. Saya yang sudah bosan dengan spot-spot tersebut, hanya menunggu dibawah pohon Asam sambil; nunggu barang bawaan kami, makan camilan, online. Puas meiugfoto di Kota Lama, kami bergegtas menuju Karapayk untuk mencari tiket bus, karena tiket kereta sudah penuh semua.

Dua tiket bus sudah ditangan, dan bersiap menuju spot selanjutnya. barang bawaan yang tidak kami perlukan, kami titipkan di Agen bus untuk meringankan beban kami. Spot kami kali ini adalah kui Sam Po Kong di jalan pamularsih Semarang. Sesampai di sana kami menyebar dengan sendirinya untuk mencari spot-spot sesuai dengan gaya dan selera, tetapi perubahan terjadi disana yang membuat miris. Setiap pengunjung baik yang mau ibadah dan atau wisatawan harus membeli tiket seharga 3000 perak. Ironis lagi ada sebuah papan pengumuman “fotografer komersial dilarang berkeliaran di lokasi dan harus ijin dari yayasan”, padahal disana ada yang menyewakan kostum dan fotografinya, silahkan dinilai sendiri (nanti dilanjut di lain artikel). Puas di Sam Po Kong, kami berjalan menyusuri jalan Kali Garang yang panas dan garang akan pengendara kendaraan yang tak kompromi dengan pejalan kaki.

Tujuan kami selanjutnya adalah Rumah Makan, karena cacing sudah berloncatan. Puas mengisi perut, kami mampir di rumah Sodara saya untuk mandi pagi dan istirahat sebentar. Selasai mandi, sholat kami berlanjut menuju banguan Lawang Sewu Semarang. Nampak sedikit ragu dengan menenteng SLR, karena takut pungutan yang membuat trauma. Tiket masuk perorang 5ribu perak kami kantongi dan berjalan menyusuri lorong demi lorong sambil sesekali mengabadikan foto ruangan yang nampak tak asing bagi saya. Sebuah kejadian menarik bagi saya adalah saat mengunjungi lantai atas dari Lawang Sewu, ada salah satu pengunjung seorang gadis kecil yang menangis. Tangisan ketakutan membuat saya merinding dan bertanya pada sodaranya dan sebuah jawaban saya dapatkan “dia pintar dan memiliki kemampuan melihat mahluk halus”. Beberapa kalimat tersamar terdengar ditelinga “maaf kami hanya mengunjungi dan tidak mengganggu, boleh motret ya?”. Saya merasa merinding dan segera mengajak Mas Cahyo untuk turun dan dikira saya merasakan sesuatu yang tidak beres, padahal saya tidak tahan dengan “goano” kotoran kelelawar dan tangisan gadis kecil tersebut.

Tantangan selanjutnya kami mencoba mengunjungi ruangan bawah tanah yang konon di yakini angker. Dengan berbekal 2 bauh senter kami menyusul rombongan yang sudah jaub berjalan didepan. Dalam gelapnya ruangan yang pengap dan terdapat genangan air kami menyusuri gelapnya ruangan demi ruangan. Beberapa kali sempat kami candid dengan slr berharap ada sesuatu yang tertangkap. Selesai berkubang di ruang bawah tanah, kami segera beralih menuju jalan Pandanaran untuk membeli oleh-oleh khas Semarang, bukan kacang atau oseng-oseng tugu muda loh?

Puas berbelanja kami melanjutkan perjalanan menuju agen bus, kare jam tangan sudah di angak 17:30 dan bus berangkat jam 18:30. Sesampai di Agen bus, mBak Pilar dan Mas Cahyo segera packing ulang dan sambil menunggu bus datang, kita menikmati Lumpia. Jam 19.30 bus sudah datang dan segera membawa Mas Cahyo dan mBak pilar menuju kebarat dan perjalanan telah berakhir dan sampai berjumpa di trip selanjutnya.

Terimakasih kepada
Jesus Christ, buat segala penyertaanMu
Mas Cahyo
mBak Pilar
Mas Andi
Mas Tono
Mas Iwan

Salam

DhaVe

12 thoughts on “Perjalanan Ke Barat Mencari Warung Nasi (Reportase edisi 2010 #4 -selesai-)

  1. soleno said: hahahahaha…massa siy maz….tapi kali ini salatiga abiez keknya…..seruuuu

    ternyata kalo sama fotografer jagungnya cuma difoto saja ya mas… nggak dimakan…dua kota yang ingin aku singgahi, Semarang dan Solo… belum pernah aku melangkahkan kaki disana, hanya melewatinya didalam bus… piye jall….ckck…

  2. kohan2282 said: ternyata kalo sama fotografer jagungnya cuma difoto saja ya mas… nggak dimakan…dua kota yang ingin aku singgahi, Semarang dan Solo… belum pernah aku melangkahkan kaki disana, hanya melewatinya didalam bus… piye jall….ckck…

    wis kontak aku sajah… saya hantar dikau kesana…yah itulah tukang poto, sebelum dimakan digambar dulu..dan biasanya lupa dimakan hahaha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s