Oleh-oleh Khas Pati buat si Jeki (reportase episode 2010 #1)

Sambil update status FB, nyanyi… “sampe stasiun pukul setengah tiga, tanya calo dan penjaga,,kereta tiba pukul berapa? terlambat 1 jam biasa”. Yups 02.30 sudah ngendon di stasiun Tawang untuk jemput teman MP, sebut saja mBak Pilar (gak tau nama aslinya), setelah cek di internet kereta sampai 02.48, berarti saya tidak terlambat. Nunggu ditangga halaman stasiun sambil merem melek tak kunjung juga ular besi nongol. Akhirnya jam 04.08 kereta baru datang, tiada yang tepat waktu kecuali sinar mentari diufuk timur.

Berdua berjalanan menyusuri kota tua semarang, berbagai tawaran taksi, becak, ojek, angkota kami abaikan dan mencoba jalan kaki. Sebentar mampir di Greja Blenduk, lalu lanjut menuju halte. Bus patas mengantarkan kami menuju Salatiga, lalu menuju Hotel tempat mBak Pilar menginap. Segera saya pulang sebentar untuk mengambil peralatan gunung, nah sesampai dirumah tak disangka si Andi dan Tono nongol juga. Nah daripada mereka nganggur, nieh nitip tenda hehehe, akhirnya sepakat ketemu di hotel saja.

Dihotel menjadi meeting point, akhirnya berkumpulah kami berempat. Perkenalan dan obrolan dimulai untuk saling mengakrabkan diri. Nah ditengan pembicaraan si Tono menawarkan oleh-oleh khas Pati, otak yang lapar berfikir kalau itu “Sego Gandul”, tebakan saya salah, ternyata kacang atom pillus Garuda yang diproduksi di Pati. Hanya gelak tawa yang menyambut oleh-oleh khas Pati. HP berbunyi “bradher saya sampai budha gayya”, mas Cahyo up date posisi, setelah mendarat dari A.Yani Semarang.

Saatnya belanja, saya dan Andi pergi belanja logistik untuk pendakian ke Merapi. Sebuah swalayan paling gede di Salatiga kami sambangi. Berbagai macam bahan masakan, camilan, bumbu, minuman kami masukan dalam keranjang belanja, tak lupa oleh-oleh khas Pati, Kacang kulit rasa, Garuda. Hp berbunyi “Saya sudah turun di kauman” pesan dari Mas Cahyo, “oke 3menit dijemput Andi”. “Mas… Mas Cahyo seperti apa ya?” tanya si Andi, karena belum tahu wajahnya, “wis pokoke yang bawa tas gunung di Kauman, itulah Dia”.

Tak lama berselang Andi sudah kembali setelah mengantarkan mas Cahyo di Hotel, belanja di lanjutkan untuk mencari kebutuhan yang tak ada di swalayan. Bawang Bombay, cengkih, brokoli, serai, telor, gandum dll menjadi incaran kami dan yang terakhir adalah bakso sebagai menu andalan kami. Disebuah Toko Emas kami mendapatkan bakso, aneh bukan?.

Kembali di Hotel, semua barang di packing dalam ransel kami masing-masing. Bersiap untuk menuju base camp Gunung Merapi. Jam 02.00 saya, Mas Cahyo dan mBak Pilar diantar Andi menuju Jetis untuk naik bus, sedangkan Andi dan Tono memakai motor. Sebuah elf menghampiri kami untuk menuju ke Ampel, hampir 45 menit berjalan tiba-tiba uang dikembalikan dan disuruh turun paksa. Dengan kesal kami turun dipertigaan Sruwen. Tak disangka tak di nyana ada sesosok perempuan yang menanyakan tujuan kami, sambil terus nerocos bertanya. Tidak tahu mengapa, Perempuan yang mengaku bernama Jeki (Sri Rejeki) mengikuti tawaran kami untuk mendaki merapi. Dengan pakaian layaknya emak-emak mau pengajian ikut bergabung dengan style kami yang kumal.

Akhirnya bus menghampiri kami untuk membawa kami ke Ampel, lalu di operkan lagi menuju bus paling depan. Selayaknya kuli panggul kami menurun dan menaikan barang bawaan kami menuju bus paling depan. Perjalanan menuju Cepgo sungguh agak menyiksa, sudah jalan berlobang, bus serasa tanpa shock breaker dan rodanya berbentuk segi enam. Dalam bus saya duduk di pojok sambil memperhatikan si Jeki yang terus nerocos ngomong gak karuan arah tujuannya. Sebuah hipotesa dan kesimpulan sementara mendapatkan hasil bahwa si Jeki kayaknya agak tidak beres, iseng saja share dengan mBak Pilar via sms.

Didalam bus bercengkrama dengan beberapa penumpang yang ternyata warga lereng gunung merapi. Beberapa nasehat tentang menyikapi Merapi saya peroleh, dan berlanjut dalam obrolan hangat sambil sesekali pantat naik turun akibat bus yang oleng kekanan dan kiri. Sebuah pernyataan seorang Ibu-ibu membuat kaya disambar setrum 12 volt “yang duduk disamping mBak yang baju merah pacarnya Mas ya, kok wajahnya mirip?” (sambil nunjuk si Jeki). “bukan Bu… kita ber empat baru saja ketemuan, ini Mas nya dari Jakarta, ini mBaknya dari bekasi, dan mBak yang dipojok ntuh baru ketemu tadi dipasar” jawab saya. Hanya senyuman dan anggukan dari sang ibu, terasa tidak memuaskan atas jawaban saya.

Bersambung…….

Advertisements

26 thoughts on “Oleh-oleh Khas Pati buat si Jeki (reportase episode 2010 #1)

  1. @alex; baru diketik mBak sabar… tak buat teh anget dulu…Jeki…ya sri rejeki ituh hahahaha…. cewek gembung ora urus babar pisan hahaha pisss..pisss..pissss

  2. @alex; baru diketik mBak sabar… tak buat teh anget dulu…Jeki…ya sri rejeki ituh hahahaha…. cewek gemblung ora urus babar pisan hahaha pisss..pisss..pissss

  3. @Tjah; hahaha…. banyakin nye-street akan banyak karakter dipelajari hehehe… ayukk dilanjoot Luwak Sakti@lala; lain waktu bergabunglah dengan kami dalam film Luwak Sakti “perjalanan kebarat mencari oleh-oleh khas Pati”

  4. tjahjokoe said: jeki = cewek ora genah babarblas…aku br tersadar saat d pick up..tulalit aku mas Dhanang..

    @pilar; ntuh Mas Cahyo… rokonya..Yie… baca epidose selanjutnya.. jam tangan saya bermasalah dengan kalibrasi.. tau baru aja punyaku belom nol nolo titik dua nol nol….. hehehe

  5. tjahjokoe said: jeki = cewek ora genah babarblas…aku br tersadar saat d pick up..tulalit aku mas Dhanang..

    @kohan; monggo mas… sisanya besok yah… ganti ngoprek gambar dulu hehehe…makasih sudah dolan

  6. pilaryogya said: Makanya jgn ngerokok mulu :p

    aku punya temen, pernah satu kantor sama aku.. dipanggil Jeki, nama aslinya sri rejeki.. pake jilbab orang pati, hobby nyerocos gak karuan dgn suara yg cempreng.. kok agak2 mirip sama cerita kamu ya.. itu jekiku bukan ya? *gak sabar nunggu sambungan cerita*

  7. lidyajr said: hahahaha.. kl jekiku, dia mah sehat walafiat, cuma emang super duper bawel.. kl nyerocos hobby bener.. *jadi tambah penasaran, nunggu 3 jam lagi*

    15 menit lagi… aplot .. sabar..sabar…

  8. lidyajr said: hahahaha.. kl jekiku, dia mah sehat walafiat, cuma emang super duper bawel.. kl nyerocos hobby bener.. *jadi tambah penasaran, nunggu 3 jam lagi*

    penasarannya gak ilang, jadi nambah pusing liat photonya diblur2in.. Jeki.. jeki..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s