Mendoan Merapi Bumbu Coca-cola (Reportase episode 2010 #2)

Bus hijau yang berlabel Maharai akhirnya mengantarkan kami disebuah kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Teringan postingan dari seorang fotografer jalanan (Andiarsi), sambil sesekali mengingat beberapa spot yang dia jepret, tapi tak nemu juga. Sambil duduk disebuah bak truck pick up kami berempat ngobrol, dimana si Jeki terus saja menyembur dengan kata-kata yang susah dicerna. Andi dan Tono sudah sampai di Base Camp Plalangan Selo. Setelah hampir 1 jam menunggu truck tak jalan juga, akhirnya kami pindak ke bus yang menuju Selo.

Jalan dimalam hari, sekitar pukul 06.00 dengan kabut tebal, bus meliuk-liuk mengkuti alur jalan yang melengkung seperti hidung petruk. Akhirnya sampai juga di Selo dan si Andi sudah siap dengan motor serba gunanya, dari buat kuliah, pacaran, antar kota antar propinsi sampai dengan ojeg gunung. Giliran pertma si Jeki di antar menuju base camp, dan tinggal saya, mBak Pilar dan Mas Cahyo.

Tak berapa lama si Andi sudah kembali dengan menggigil, bagaimana tidak? diketinggian 1500mdp masih bertahan dengan kaos oblong dan celana kolornya. Kami berempat memutuskan makan malam dahulu, tetapi sayang juga sebab nanti malam mau buat nasi goreng. Akhirnya beli satu porsi nasi, 2 kaki ayam, sayur tahu, gudeg untuk kami berempat plus 1 gelas teh hangat untuk menghangatkan 4 perut. Rukun juga ternyata makan sepring berempat diteras sebuah bengkel sambil ditemani remangnya lampu jalan. Selesai makan, kami pesan 3 bungkus nasi putih sebagai bahan nasi goreng diatas.

Satu persatu kami di “lansir” Andi menuju base camp, dan setelah berkumpul semua kami segera bersiap untuk mendaki. Kabar gembira bagi kami, sebab Jeki keluar dari tim kami dan tak terbayang bila ikut nantinya. Jeki bergabung dengan kawan-kawannya yang baru saja ditemui dan jabat tangan sebagai salam perpisahan dan persahabatan.

Jam 20.15 kami berlima berjalan beriringan menyusuri aspal menuju Selowood sebagai pintu menuju Gunung Merapi. Sekitar 10 menit kami berjalan, kaki sudah berontak dan memaksa kami untuk beristirahat. Kami berlima duduk bersandar dipondasi bangunan sambil bernarsis ria, tapi blur semua karena tidak dapat fokusnya. Kembali berjalan menyusuri hutan, pelan, nafas putus-putus. Tono dan mBak Pilar jalan paling depan, saya di tengah, Mas Cahyo tersengal-sengal di belakang saya, sedangkan Andi Jalan paling belakang Mirip Truck Mercy Nonong Merah yang kelebihan muatan, (memang over load).

Jam menunjukan 21.00 sambil istirahat dibawah pohon akasia sambil sesekali melihat kebawah yang nampak indah dengan gemerlap lampu kota. Kami punya waktu 1 jam lagi dan mau ndak mau harus mendirikan tenda, sebab itu tujuan kami; pindah makan dan tidur sambil wisata kuliner dalam rangka menyambut tahun 2010. Jalan pelan-pelan, sambil sesekali lirik kanan-lirik kiri untuk melihat lahan datar guna dirikan tenda.

Setelah 45 menit berjalan tidak ketemu juga lahan datar dan waktu kami hampir habis. Tas diletakan, si Andi survey ke atas siapa tahu ada tempat untuk camp dan ternyata dari hasil survey-nya “mas 200m kedepan tak ada lahan datar”, “okelah kalo begitu, kita camp disini sajah”. Tenda dome mulai didirikan, alat tidur ditata rapi, semua logistik dikeluarkan, semua alat masak ditata rapi.

Saya mendapat giliran pertama untuk membuat minuman hangat. 3/4 liter air dalam panci Trangia, dididihkan lalu ditambah teh celup, 5 butir cengkih, 2 jempol jahe dikeprok, 1 batang sereh, 2 lembar kayu manis dan gula secukupnya. Setelah semua tercampur, tuang ke masing-masing gelas dan siap dinikmati sambil makan oleh-oleh khas Pati dan coklat hidup-matinya si Tono “togo”. Aroma teh yang harus, sedapnya sereh, angetnya jahe, pedesnya cengkih, manisnya gulaku, wanginya kayu manis, memberikan sensasi yang syahdu dibelantara Merapi.

Bawang bombay di kupas, dau bawang, ditumis bersama teri nasi dan Bakso, setelah wangi dan matang 1,5 porsi nasi putih di masukan dalam penggorengan. Agar tambah sedap ditambah bumbu bodo “masako” dan sedikit garam, sebagai penutupnya dibaluri kecap manis. 2 porsi nasi goreng sudah siap dihidangkan dan dihajar habis. Sambil menikmati teh rempah-rempah, nasi goreng langsung disikat sambil mempersiapkan makanan selanjutnya.

Tempe di iris tipis-tipis lalu dimasukan dalam tepung bumbu yang diseduh dengan coca-cola (agar mengembang, katanya ada soda-nya), masako dan air. Minyak goreng yang sudah mendidih dalam wajan teflon siap menghajar tempe berbalut tepung koka-kola. Satu persatu si Andi layaknya chef dadakan menggoreng satu persatu mendaoan tanpa nama, dan tepung yang tersisa langsung dihajar dengan terinasi untuk dijadikan rempeyek bumbu bodo. Mas Cahyo dan mBak Pilar yang agak sedikit terkejut dengan kuliner ini mengabadikan beberapa prosesi masakan kami.

26 thoughts on “Mendoan Merapi Bumbu Coca-cola (Reportase episode 2010 #2)

  1. dhave29 said: Saya mendapat giliran pertama untuk membuat minuman hangat. 3/4 liter air dalam panci Trangia, dididihkan lalu ditambah teh celup, 5 butir cengkih, 2 jempol jahe dikeprok, 1 batang sereh, 2 lembar kayu manis dan gula secukupnya. Setelah semua tercampur, tuang ke masing-masing gelas dan siap dinikmati sambil makan oleh-oleh khas Pati dan coklat hidup-matinya si Tono “togo”. Aroma teh yang harus, sedapnya sereh, angetnya jahe, pedesnya cengkih, manisnya gulaku, wanginya kayu manis, memberikan sensasi yang syahdu dibelantara Merapi.

    wah….boleh di coba nih resep minumannya :))

  2. dhave29 said: Tempe di iris tipis-tipis lalu dimasukan dalam tepung bumbu yang diseduh dengan coca-cola (agar mengembang, katanya ada soda-nya), masako dan air. Minyak goreng yang sudah mendidih dalam wajan teflon siap menghajar tempe berbalut tepung koka-kola. Satu persatu si Andi layaknya chef dadakan menggoreng satu persatu mendaoan tanpa nama, dan tepung yang tersisa langsung dihajar dengan terinasi untuk dijadikan rempeyek bumbu bodo. Mas Cahyo dan mBak Pilar yang agak sedikit terkejut dengan kuliner ini mengabadikan beberapa prosesi masakan kami.

    besok coba ah😀

  3. dhave29 said: Tempe di iris tipis-tipis lalu dimasukan dalam tepung bumbu yang diseduh dengan coca-cola (agar mengembang, katanya ada soda-nya), masako dan air. Minyak goreng yang sudah mendidih dalam wajan teflon siap menghajar tempe berbalut tepung koka-kola. Satu persatu si Andi layaknya chef dadakan menggoreng satu persatu mendaoan tanpa nama, dan tepung yang tersisa langsung dihajar dengan terinasi untuk dijadikan rempeyek bumbu bodo. Mas Cahyo dan mBak Pilar yang agak sedikit terkejut dengan kuliner ini mengabadikan beberapa prosesi masakan kami.

    ono resep anyarlah piye rasane mendoan disedu ning cola?

  4. dhave29 said: Tempe di iris tipis-tipis lalu dimasukan dalam tepung bumbu yang diseduh dengan coca-cola (agar mengembang, katanya ada soda-nya), masako dan air. Minyak goreng yang sudah mendidih dalam wajan teflon siap menghajar tempe berbalut tepung koka-kola. Satu persatu si Andi layaknya chef dadakan menggoreng satu persatu mendaoan tanpa nama, dan tepung yang tersisa langsung dihajar dengan terinasi untuk dijadikan rempeyek bumbu bodo. Mas Cahyo dan mBak Pilar yang agak sedikit terkejut dengan kuliner ini mengabadikan beberapa prosesi masakan kami.

    @amarylli; kaki ayam goreng kwa..kwa..kwaaa…. pisss.pisssBoleh ntuh di coba, tapi resiko ndak nanggung loh… (baca episode 3).Silahkan dicoba resep barunya, tapi jangan botol gepeng yahh…. cocacolanya yang zero… kalo ndak getu ntar manis rasanya hahaha…@lala; waduh… salah tangkep….nie, yang disedu ntuh tepung bumbunya ama kokakola, biar ngembang kaya roti getu (ada sodanya..ada ada sajah)… jangan dicoba, ntar bisnis gorengan mBak Lala bisa kacau gara-gara resep kita hohoho…. dont try this at home, mountainers only

  5. dhave29 said: minuman hangat. 3/4 liter air dalam panci Trangia, dididihkan lalu ditambah teh celup, 5 butir cengkih, 2 jempol jahe dikeprok, 1 batang sereh, 2 lembar kayu manis dan gula secukupnya.

    Membayangkannya ditengah hawa dingin gini saja sudah terasa nikmatnya

  6. dhave29 said: minuman hangat. 3/4 liter air dalam panci Trangia, dididihkan lalu ditambah teh celup, 5 butir cengkih, 2 jempol jahe dikeprok, 1 batang sereh, 2 lembar kayu manis dan gula secukupnya.

    @amarylli; kaki ayam goreng kwa..kwa..kwaaa…. pisss.pisssBoleh ntuh di coba, tapi resiko ndak nanggung loh… (baca episode 3).Silahkan dicoba resep barunya, tapi jangan botol gepeng yahh…. cocacolanya yang zero… kalo ndak getu ntar manis rasanya hahaha…@lala; waduh… salah tangkep….nie, yang disedu ntuh tepung bumbunya ama kokakola, biar ngembang kaya roti getu (ada sodanya..ada ada sajah)… jangan dicoba, ntar bisnis gorengan mBak Lala bisa kacau gara-gara resep kita hohoho…. dont try this at home, mountainers only

  7. dhave29 said: minuman hangat. 3/4 liter air dalam panci Trangia, dididihkan lalu ditambah teh celup, 5 butir cengkih, 2 jempol jahe dikeprok, 1 batang sereh, 2 lembar kayu manis dan gula secukupnya.

    Enak iku lek dicampur coca cola, opo maneh coca in hahahah

  8. dhave29 said: dont try this at home, mountainers only

    @yogahart; hehehe katuran nyekecakaken Mas…. sedeep…@mbam; malah teler mengko…@lala; hehehe iyah.. kalo dibawah gak doyan blas hahaha😀

  9. dhave29 said: dont try this at home, mountainers only

    resep aneh :)eh mas dapat sere drmana ??mana bumbu rempahnya lengkap sekaian aja jualan :)hehehehetapi kasian yang pake kaos tuhharusnya telingganya dikasih tutup or minyak kayu putih cz sumber dingin kan situ

  10. dhave29 said: si Andi sudah siap dengan motor serba gunanya, dari buat kuliah, pacaran, antar kota antar propinsi sampai dengan ojeg gunung

    hahahaha….tepuk tangan buat motorku mas….huahahahaha….ancen josss tenan…ki lagi tenang beristirahat di kandang, wis ono pengganti “sang pit onto”

  11. ndiphe13 said: hahahaha….tepuk tangan buat motorku mas….huahahahaha….ancen josss tenan…ki lagi tenang beristirahat di kandang, wis ono pengganti “sang pit onto”

    salud… suk yen wis bobrok kudu gaweke monumen gae motormu Mas..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s