Hargai Ucapanmu di Hari yang Penuh Damai

Pergeseran budaya menuju kesebuah metode yang sederhana, murah dan praktis sudah menjadi metamorfosis yang pesat pada masa ini. Nilai-nilai kesusilaan, tatakrama dan sebuah penghargaan nampaknya sudah mulai meluntur tergerus kebudayaan yang salah diartikan dan salah penggunaannya. Apakah kita sadar, secara langsung atau tidak langsung telah ikut putaran arus didalamnya.

Era kartu ucapan lebaran, ulang tahun, natal sudah bergeser dalam format digital. Memang tidak bisa dipungkiri, siapa yang saat ini pergi ke toko buku membolak-balik tumpukan kartu lalu memilah dan memilih, kemudian ditulis dan disetorkan ke kantor pos. Sekarang sudah jamannya kirim ucapan dari tempat tidur sambil mancal kemul “selimut”.

Hari ini, hampir 100 sms ucapan selamat Natal masuk di ponsel saya, dari teman, keluarga dan orang-orang tak dikenal (nomor baru). Beragam ucapan dan teman muncul, dari yang sederhana, lucu, alkitabiah, ndak nyambung semua tumplek bek di inbox ponsel saya. Sebagai wujud penghargaan terhadap ucapan tersebut saya membalas satu persatu dengan mencantumkan nama penerima.

Mungkin tidak ada yang aneh, dengan pesan singkat tersebut, tetapi bagi saya ada beberapa bagian yang tidak masuk bahkan saya acuhkan, tetapi tetap saya balas. Alasan saya adalah, tak adanya suatu wujud penghargaan terhadap diri dan penerimannya. Coba bayangkang, saat saya umur 26 kirim ucapan selamat natal kepada pakde saya yang umur 61 jawa tulen, apakah dengan gambar/simbol boneka salju yang lucu dan kata-kata bahasa inggris?, dan bagaimana bila saya kirim ponakan yang masih duduk di bangku SMP dengan bahasa jawa halus yang mlitit.

Nah dari wujud kontent saja sudah bisa ditebak seberapa besar wujud niatan dari sebuah ucapan. Yang selanjutnya yang membuat saya tidak terima adalah pesan singkat hasil terusan/forward dari seseorang yang dianggap bagus, lucu, menarik, sukur-sukur di edit lha kalau ditebas habis gimana. Hampir beberapa pesan memiliki kontent dan format yang sama, sungguh kreatif sekali ataukah pemalas atau biar keliatan keren.

Sebuah tatakrama yang terlewatkan, dan sungguh mengerikan apabila budaya plagiasi, pembajakan terus mewabah dan meracuni. Tidak tahu siapa yang salah dan siapa yang merasa paling benar, yang pasti akan ketahuan siapa yang bisa menghargai diri dan orang lain walau dengan pesan yang sederhana dan apa adanya.

Selamat hari Natal dan Tahun Baru
Damai dari Sang Timur untuk kita, bagi semua…

Salam

DhaVe
Toyota, 25 Desember, 10:00

Advertisements

16 thoughts on “Hargai Ucapanmu di Hari yang Penuh Damai

  1. Masih kebayang , sekitar 7 atau 8 tahun yag lalu , saat menjelang Natal dengan kegembiraan sendiri membolak-balik tumpukan kartu Natal , memilih2 , bahkan sekaligus merencanakan , yg ini buat teman2 , yg ini buat sesepuh , yg ini buat mantan , ha.ha.ha..Belum lagi ucapan lewat telepon yg pastinya memberi kesan personal. Namun dengan berkembangnya era digital , tinggal mengetikkan barisan kalimat , masukkan nama2 phonebook dan . . . .sent all. Semoga perkembangan jaman tidak terlalu cepat membuat orang semakin menipis rasa persaudaraan , persahabatan . . .

  2. heh kangmas aku ora plagiat to ???hehehe itu ucapan bertahun tahun ya seperti itu gak berubah gak improvisasi ya seperti itu cuma kalo buat saudara tua agak diperhalus sajah :)tak tau kalau dari orang lain nyebar wah aku lepas tanganhehehe :)peace ya mas

  3. barusan semalam baca buku yang berisi puluhan ucapan-ucapan via smsck ck ck ck jadi gimana? kalo nyontek dari buku yg diperjual belikan itu?bagaimanapun sebagus2 ucapan yang penting niatnya.Sugeng Natal mas Dhave & Keluarga

  4. @yogahart; yah sama saat bongkar-bongkar kartu natal… hahaha lucu… met natal Om…@elok; percaya deh…percaya… apapun kalau dilandasi ketulusan akan beda hasilnya…@hitung; yups..memudahkan dan menyederhanakan… happy natal@lala;yups yang penting tulus dan ada niat baik…@pilar;met makaryo jua..makasih…

  5. @rir; yup… hepi natal jua…. makasih…@cent;yups… harus dari hati yang tulus…@agnes;yah itu yang daku maksud… selamat natal juga mBak…@addic;tpri menjalin persatuan dan kesatuan… hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s