Mengapa Cewek Naik Bus Memegang Helm?

Bis kota, bis antar kota bahkan antar propinsi bukanlah hal yang aneh lagi. Setiap hari selalu menjadi sarapan pagi dan menjelang pulang kerja jadi menu santap sorenya. Kadang menikmati suasana didalam kotak sabun besi ini menarik juga untuk dinikmati. Beragam profesi, usia, latar belakang dan karakter tumplek blek bahkan sampai bergelantungan demi untuk sampai ditujuan. Saya kebetulan tertarik dengan seorang gadis yang duduk di kursi belakang kebetulan sebelanya kosong.

Bukan paras cantik atau wajahnya yang menawan, tetapi ada sebuah barang bawaan yang menjadi penasaran saya sampai saat ini. Bukanlah sebuah tas, ponsel, payung, tetapi sebuah HELMET/Helm. Hampir setiap naik bis, saya sering melihat para wanita selalu menenteng helm, entah itu anak sekolah, ibu-ibu dan karyawan kantoran, tetapi saya jarang melihat cowok, bapak-bapak, mas-mas menenteng helm, kecuali saya yang selalu menggantungkan helm panjat tebing (buat naik sepeda).

Lantas ada apa dengan helm yang ditenteng kaum hawa saat naik bus, kenapa? pikiran yang menggelayuti otak ini. Dengan rasa penasaran, layaknya wartawan Mulkiply mencoba membuka pembicaraan dengan nara sumber, dan setelah babububabibu dapatlah beberapa jawaban yang mencengangkan, tetapi menarik untuk disimak. Berikut hasil investigasi-nya (gayaaaneeee….)

Nebeng atau dalam istilah jawanya “nunut” numpang. Rumah yang jauh dari jalur bus dan tidak ada akses angkutan umum, memaksa memakai jasa motor. Entah itu suami, orang tua atau pacar yang mengantar sampai halte terdekat, kemudian pindah bus. Begitu juga dengan lokasi kerja, yang jauh dari jalur bus, maka helm yang ditenteng bisa dijadikan perlengkapan untuk sang penjemput, entah itu rekan kerja, atau pacarnya.

Hemat bisa dikatakan seperti itu, karena tidak perlu mengeluarkan uang ekstra untuk transportasi. Tidak mungkin kan yang ditebengi minta upah atau duit bensin, kecuali tukang ojek hehehe. Hemat waktu juga bisa dijadikan alasan, karena tidak perlu nunggu angkutan yang tidak jelas jam trayeknya. Hemat tenaga juga bisa dimasukan karena tidak perlu jalan kaki, cukup nangkring dijok saja.

Fleksibel, nah itu yang menarik, dimana dapat dengan mudah berganti-ganti pasangan. Andaikata si A tidak bisa ditebengi, maka si B yang gak angkut penumpang bisa diboncengi. Nah hanya dengan modal helm, bisa sangat fleksibel untuk nebeng siapa saja yang mau ditebengi, sangat jarang cowok nolak untuk ditebengi, kecuali ada alasan tertentu. Dengan modal helm, bisa sangat mobile kemana saja.

Aman, gak mungkin ada yang mau nyolong atau nyopet helm yang selalu ditenteng, kecuali ditaroh ditempat parkir. Bebas dari sempritan polisi jika berurusan dengan helm, jika harus berboncengan dijalan raya. Tentu saja aman berkendara, karena merupakan perlengkapan wajib berkendara sepeda motor.

Gengsi, yang bisa dijadikan alasan tambahan. Menebeng motor keren, mahal tanpa harus memiliki, sudah bisa memberikan perspektif sendiri terhahadat mata orang. Jauh lebih bergengsi lagi, jika yang jadi drivernya cowok cakep, wuih bisa melayang-layang dijalan raya rasanya. Terkesan sedikit elegan dengan naik motor daripada naik bus reot dan karatan bukan?.

Yang menjadi pertanyaan saat ini berpindah, kenapa musti cewek yang menenteng helm, bagaimana dengan lelaki.? Beberapa pendapat muncul, bukan sebuah pembelaan atau penyangkalan diri. Rata-rata cowok gak mau ribet naik motor dengan menambah beban helm dibody motornya. Lelaki juga sangat keberatan jika harus menenteng helm di bus; malu, ribet, atau apalah. Kaum Adam, seolah tidak peduli dengan hemat, aman, fleksibilitas, gengsi. Akhirnya perbincang harus berakhir, dimana mBaknya harus turun, nampak dipinggir jalan sudah terpakir motor dan seorang lelaki berjaket hitam nangkring domotor sambil memangku sebuah helm.

Fenomena yang menarik, saya lihat begitu sampai kantor dan melihat ruangan kerja karyawan untuk pembuktian. Hampir 70% dimeja kantor cewek ada helm, sedang dimeja cowok hanya seorang saja (helm panjat tebing tadi). Iseng ke parkiran bawah, semua motor laki-laki (bukan bebek) hanya ada 1 helm, asumsi saya jarang cewek mengendari motor laki-laki. TERBUKTI……

Berandai-andai saja sekaligus mengkhayal, nanti kalau sudah mampu beli motor bakalan bawa helm 2 deh biar gak ribet siapa yang mau nebeng. Saat ini saya mencoba menjadi laki-laki yang normal saja, cukup membawa 1 helm sajah, emang ada yang mau nebeng Mountain Bike saya? genjooot hahahahaha………!!!!!!!!!!

Salam

DhaVe
Parkiran, 5 Desember 2009, 11:00

38 thoughts on “Mengapa Cewek Naik Bus Memegang Helm?

  1. @agnes; mbonceng di ban belakang mBak.. ayo tak jak Nge-tril…. duooooooor grubyak….pesssshhhh…. kempes dah..@bimo;haha iya yah… nah kalo nonton bal-balan jangan lupa bawa helm, botol atau batako bisa melayang ntuh hehehe….. suwun Om..suwun…

  2. Hmmm.. Bawa helm is tukang nebeng is transport susah brarti rada desa. Wong transpote susah kok.. Hahaha.. Demi efisiensi, memanfaatkan yang nganggur. Wah, berarti cew yg bw helm suka memanfaatkan, aku bisa dimanfaatkn tuh.. Wadowh.. Hahahahaha..

  3. @agnes; ndak kok mBak.. cuma agak over load sajah….@mBam; siap dah tunggu sajah@addic; wah analisa yang bagus… mBak-mBak yang pake helm, liat id addicted segera saja menghindar sajah… ya demi keamanan dan kenyamanan…….

  4. risetmu salah Dhave…. Hampir semua Cowok sudah menenteng “Helm”nya sendiri2 waktu kmana2😀 pissUsul waktu Infantrian pake HElm ya… jadi klo swaktu2 jalan di trotoar jalan dan ditabrak motor dari belakang masih bisa “save”.

  5. @rir; suami yang baik hehe… setujuu….@alex; haha iyah..ya… wingi wae disrempet avanza haha…. besok pake helm cakil ae yooo ama.. sukur anti peluru haha@addict; dikroom, disepuh emas Om… bar kui di air brush hehehe…. mbe di silikon hihihi… kempling tenan…

  6. Skrg tiap hr ga ada yg mau nebeng saya mas,pdhal keselamatan dijamin, layanan dan serpis super express, msh diajak senam jantung gratis, kok malah pd kapok yo hahaha

  7. @sulis; hahaha… sama, gak ada yang mau nebeng MTBku… takut kempol dan pahanya jadi gede, padahal dijamin sehat, kuat, langsing, kringeten, hemat, selamat, fleksibel hahahaha ada apa dengan kita ya Om?@elok; yups… habis infantrian keliling semarang… motret jalanan hahaha… pegel..pegel dah…

  8. Sebelum saya baca tulisan ini… tadi cuma mengira dan bertanya ?.mungkin mas Dhave ketemu cewek yang baru ribut sama cowoknya, terus minggat naik bis bawa helm…. hmmm mungkin masuk akal…-analisa wartawan berita rumah tangga-

  9. @elok; ya sebuah situasi yang harus dijalani… hehe.. semangat@Kohan; hehehe… iya kali ya.. lagi marahan ama cowoknya, trus ngembat helm… boleh juga tuh..makasih..makasih… Om…

  10. elok46 said: hahahahasemangatwah mas sulis wakakakagak salah panggil kan saya

    weladalah… ketiwasan aku rak tau ditawari mboncenglha wong mung duwe helmut siji thoktur boncengan mburi malah dipretelinasibbbb……….

  11. elok46 said: hahahahasemangatwah mas sulis wakakakagak salah panggil kan saya

    @lala; begitu ya mBak….@tjah;lah itu yang saya maksud… ya sekali-kali ganti helm yang belang putih item tho Mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s