Memotret Seperti Merobek Selaput Perawan

Fotografi atau seni melukis cahaya, sekarang sudah seperti gaya hidup bagi kebanyakan orang. Banyak bertebaran kamera semi professional atau professional yang ditenteng kesana kemari. Memotret adalah pekerjaan yang menyenangkan bagi sebagian orang dan menjadikan orang tersebut seperti anak autis yang asyik dengan mainannya. Mengapa orag suka memotret dan bagaimana pandangan terhadap dunia fotografi. Saya mencoba menelisik dari diri saya, sebab tidak layak jika saya melihat dari sisi orang lain.

Memotret seperti merobek selaput perawan, tidak tahu mengapa ide ini muncul di otak saya. Sambil senyum-senyum saya mencoba terus menari diatas key board usang ini. Dimulai ketertarikan terhadap lawan jenis, maka dilakukanlah pendekatan. Pendekatan ini dimulai dari melihat foto-foto yang bagus dan menarik. Nah dari daya tarik tersebut, maka munculah niat bagaimana saya bisa memilikinya.

Untuk memiliki foto yang bagus, maka saya harus mencari seorang pacar berupa kamera. Berawal dari lirik sana-lirik sini, jatuh bangun dan malu untuk mendapatkan pacar. Dalam memilih pacar, setidaknya harus sesuai dengan bibit, bebet, bobot dan jangan sembarangan. Untuk saya yang masih cebol tidak mungkin mencari pacar yang sudah bobok manis di bulan, tak sampai tangan ini menggapai. Akhirnya jatuh cinta juga dan setelah berbelit-belit, terlepas juga panah asmara untuk sang kekasih.

Asyiiik… dapat juga pacarnya, hari pertama megang tangangnya dan gandengan masih deg-degan, malu-malu mai. Berawal ngajak main di taman, mall, kerumahnya atau sebatas jalan-jalan untuk mengenal satu sama lain. Dalam pacaran pasti ada bumbu-bumbunya, namanya juga cinta pertama dan cinta monyet lagi. Lirik cewek orang, lirik istri orang atau janda kembang (kamera second), tak henti-hentinya mata ini jelalatan. Untung pacarku adalah sebuah kamera, kekasihnya serongpun akan tetap diam saja. Pacar juga perlu diperhatikan, jangan sampe telat ngapel (charge baterey), kalau ndak.. bisa ngambeg waktu ada kencan.

Pacaran tidak hanya sekali, putus nyambung sudah jadi hal yang biasa. Disaat pacar tidak bisa di ajak pergi, atau kalah cantik dengan cewek lain, bolehlah sekali-kali pinjem pacar temen yang lebih cantik dan tidak malu-maluin hehehehe. Nah saat pacaran tersebut adalah waktu untuk ekplorasi sisi menarik dari pacar, dari liat bokep (video tutorial), majalah play boyo (tutorial), cerita porno (dongeng dari masternya), bahkan kalau perlu praktik sendiri biar tangan ini licin…eh lincah.

Gonta-ganti pacarpun sudah sering saya lakukan, karena beberapa sebab; ngambeg (mesin ngadat), mendadak buta (sensor kena), atau diculik orang (di ambil maling), bahkan rela saya putuskan karena sudah ketinggalan jaman dan sudah waktunya ganti. Saat diputus pacar, rasa sakit hati dan pengin bunuh diri wajar, siapa yang tidak shock kalau kamera SLRnya kecemplung laut, dipinjem maling hayuuu?.

Hal yang paling memberatkan adalah saat saya harus benar-benar tidak pacaran lagi, tetapi harus menikah. Lantas apa yang perlu dipersiapkan sebelum menikah?. Calon mempelai wanita tentunya, tak boleh sembarang pilih kalau tidak mau menyesal dikemudian hari. Setelah berselancar didunia maya, Tanya orang pinter, Tanya orang gila akhirnya dapatlah beberapa kandidat. Nama-nama calon mempelai sudah dikantong dan tinggal menunggu restu dari orang tua. Pada awalnya saya memohon restu dari orang tua dengan harapan bisa sedikit mendukung pernikahan ini, tapi ternyata mendapat penolakan dan orang tua tidak setuju “beli motor saja biar bisa buat kerja, mau jadi tukang poto keliling ya…?”.

Orang tua tidak setuju, akhirnya memutuskan kawin lari saja, terserah apa kata orang tua. Sudah resiko saya mengambil keputusan ini dan tidak boleh ada yang melarangnya. Keputusan memilih calon mempelai sudah, sekarang tinggal menyiapkan mahar untuk menebus sang pujaan hati. Cincin kawin, berupa selembar kartu debit, mahar berupa beberapa uang tunai dan peningset berupa kartu kredit sudah disiapkan.

Pagi itu disebuah took kamera, prosesi lamaran dimulai, tak ada yang istimewa ataupun pesta-pesta. Saya datang sendiri untuk melamar, dan tak ada yang menemani lagi. Prosesi lamaran dilakukan untuk menanyakan, apakah anaknya bisa saya memiliki dan saya bawa pulang. Selesai lamaran saatnya ijab, dihadapan penghulu (yang punya toko) dan beberapa saksi (penjaga toko) maka “ dengan ini saya terima nikahnya DhaVe dengan EOS dibayar tunai, gesek debit dan kredit, bagaimana syah..syah”, tak ada jawaban satupun pokoke Syah. Selesai ijab Kabul saatnya tanda tangan buku nikah berupa garansi, pembayaran kartu kredit dan tanda terima. Akhirnya air mata ini menetes, saat pertama kali dengan syah saya mempunyai istri yang syah “matur suwun Tuhaan”

Hihi…hi saatnya malam pertama dan belah duren… asik..asik. Malam itu istriku saya ajak masuk ke kamar, saya tidurkan diatas kasur yang sprey-nya belom diganti 1 bulan hehehe, yang penting gak protes. Mandi dulu ah biar seger dan bersih, selesai mandi, makan malam biar kuat dan nggak lemes nantinya. Akhirnya malam pertama sudah siap, lampu dinyalakan semua (kebalik ya…?) lalu selapis demi selapis pakaiannya saya buka satu persatu. Deg-deg an sok pasti, dengar rasa penuh penasaran ada apa dibalik pakaian ini, apakah sesuai dengan wajah yang terpampang di fotonya (brosur). Akhirnya satu persatu pakain sudah saya tanggalkan, “indahnya tubuh istriku, cantik, seksi, mantab lagi”.

Saya pegang mulai tangannya (tali sandang), matanya (view finder) dan akhirnya semakin masuk kedalam. Semua bagian yang menonjol saya raba, elus dan pencet untuk sedikit memberikan rangsangan. Tidak butuh waktu lama untuk menemukan G-spot-nya, hehehe sudah terlatih baca play boy, bokep dan cerita hot dari teman, bahkan praktek langsung ditempat. Akhirnya pelan-pelan mulai saya bermain dimalam pertama ini, degub jantung dan erangan nafas mulai terasa, tapi kok gak kringatan ya?.

Mulailah dengan apa yang ditunggu-tunggu pengantin baru “belah duren”. Sebuah benda kecil, mungil yang menjadi titik rangsang (tombol power) saya pencet “klik”. Tak ada darah segar mengalir yang ada hanya sebuah senyum kenikmatan. Mulailah saya bermain sepuasnya dengan apa yang dimiliki istri saya, tak ada perlawanan dan saya menang telak malam itu.

Memotret seperti merobek selaput perawan, dimana pada awalnya susah dan tidak ada kenikmatan sama sekali, tetapi jika kalau tahapan tersebut sudah terlewati, selanjutnya adalah enak, enjoy, senang, semakin cinta, dan ketagihan. Sampi-sampai saya perlu Viagra (racooon) untuk terus menjalani percintaan dengan kamera sampai akhirnya menjadi maniak, dimana sehari tak bercinta badan ini greges-greges dan meriang.

Buah pernikahan kami adalah anak-anak berformat RAW, JPEG yang terus kami besarkan dengan bubur photoshop, susu light-room hehehe. Lambat laun paham dengan karakter istri, mulailah sang istri minta bersolek seperti kacamata (lensa), atau minta makan lebih (vertical grip plus baterery). Demi sang istri tersayang, “ okelah kalau begitu”. Dalam hati kecil ini, pengin juga poligami, selingkuh atau tukar pasangan hehehe, tapi tidak ada yang mau. Istriku kelas bawahan, tidak cantik dan mahal, kemampuan juga pas-pasan. Namun hal yang bisa dibanggakan dari istri saya adalah, bagaimana menjadi pendamping yang baik, apa adanya, dan bisa diajak berbagai gaya, serta tahan banting tentunya. Diajak ke laut oke, kegunung siap, gedung manten ready, atau jalan-jalan hunting dengan teman-teman, tad ada rasa minder milihat sodaranya yang lebih cantik dan mahal. Itulah sedikit cerita bersama istri tercinta dalam mengarungi mahligai fotografi.

Kapan ya bisa memberkan aksesoris buat istri saya, ataukah saya harus poligami hehehe… ?

Salam

DhaVe

Lab, 3 November 2009, 16:30

28 thoughts on “Memotret Seperti Merobek Selaput Perawan

  1. Prosesnya sm persis ya dgn saya. Cm saya sdh bbrp kali meminang dr yg ecek2 smp yg agak lumayan spt skrg. Yg ini c ga akan pernah saya ceraikan, pengennya sih malah poligami hahaha

  2. nice storysaya terhanyut membacanyaseperti bercerita tentang pacar sunguhanaku menikmati suguhan inidan satu titik romantismenya terpancar lagiwaaaaah ketauan sering liat bokep wkwkw

  3. ada bbrp yang mo aku sampein :- asli ceritanya asik banget- ketauan dech sering nonton bokep- romantisnya ketauan banget- hmmm deg2an tuh pas baca adegan malam pertamanya :Pwakakakakaka

  4. @sulis; setiap ya Om… Poligami yook…aku ikut..@elok; makasih mBak.. wah ketauan lagi deh.. jadi malu aku.. dinikmati sajah deh…@rirh; matur suwun mBak.. suwun… iya sering liat bokep biar tambah elmunya hehe ancooor ancoor dah haha… kasihan kalo gak ditonton, bikinnya sulit loh…Yups mencoba menggali sisi yang lama terkubur hehe…wah bisa deg-deg an juga ya..dimalam pertama… suwun..suwun….

  5. @ulil; yo kamera to Om… piye tah… kamera..kamera dan kamera…. hahahaha@agnes; kenapa mBak.. mesti senyum..senyum yo hayooo ngaku….ngakuu….?@yswito: matur suwun… cuma imajinasi kuda liar saja… hasil njaplak sana njaplak sini..diramu..jadi deh..😀

  6. @vivi; siapa juga yang lagi ngeres… lha wong cuma nulis loh ya…. rasanya ya kaya motret ntuh, awalnya susah gak ada nikmatnya… setelah bisa dan biasa….woy..ketagihan dah (katanya) hahaha…. iya deh.. tak cari… mau ke bank dulu.. sapa tau dapat hehehe….@vero; hehe begitu yach… pada gatel mesti hayuuu..hayuuu….?

  7. dhave29 said: setelah bisa dan biasa….woy..ketagihan dah (katanya) hahaha…. iya deh.. tak cari… mau ke bank dulu.. sapa tau dapat hehehe….

    hmm katanya ya? ‘ra pengen nyobain? sanah.. nyari dulu… mo dicariin?Masalah gatel.. mbok ya digaruk ajah susah tenan😛 wakakakakakPagiiiii

  8. dhave29 said: setelah bisa dan biasa….woy..ketagihan dah (katanya) hahaha…. iya deh.. tak cari… mau ke bank dulu.. sapa tau dapat hehehe….

    @rir; boleh…boleh kalo ada refrensi xixixixi………..Met pagee juga mBak…

  9. dhave29 said: setelah bisa dan biasa….woy..ketagihan dah (katanya) hahaha…. iya deh.. tak cari… mau ke bank dulu.. sapa tau dapat hehehe….

    @rir;ya asal pas ama tulang rusuk sayah… yang serial numbernya passss

  10. dhave29 said: setelah bisa dan biasa….woy..ketagihan dah (katanya) hahaha…. iya deh.. tak cari… mau ke bank dulu.. sapa tau dapat hehehe….

    bhuahahahaha… nanti saya minta rongent foto rusukmu dulu ajah dech

  11. dhave29 said: cuma imajinasi kuda liar saja…

    haghaghagahag… coba kelononno…ntar malah “error 99″… wess ndang golek bojo kono!!!! ben ra ngayal nyekel 1000D koyo nyekel perawan… atau dah disorientasi sexual?

  12. alexamzah said: haghaghagahag… coba kelononno…ntar malah “error 99″… wess ndang golek bojo kono!!!! ben ra ngayal nyekel 1000D koyo nyekel perawan… atau dah disorientasi sexual?

    hahaha… iseh waras cak….dijamin aman gak error maneh, dikau kan tutornya hehehe

  13. alexamzah said: haghaghagahag… coba kelononno…ntar malah “error 99″… wess ndang golek bojo kono!!!! ben ra ngayal nyekel 1000D koyo nyekel perawan… atau dah disorientasi sexual?

    Judulnya “vulgar”hihihihi…Isinya menggelegar..keren kang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s