Tuhan Menjawab Doa Lewat SMS

Setiap orang pasti punya permintaan, permohonan dan harapan kepada Sang Khalik. Setiap doa-doa yang dipanjatkan, selain pujian dan syukur, pasti akan melayangkan yang namanya permintaan. Nah siapa yang tidak mau jika dalam setiap doanya dikabulkan oleh Tuhan? pasti semua orang menghendakinya bukan?. Tanpa dipungkiri, kadangkali tidak menyadari apa yang menjadi permohonan kepada Tuhan. Masalah timbul disaat doa tersebut sudah dikabulkan dan serah terima terjadi, apakah hanya dengan syukur saja sudah cukup…?. Dalam menunggu setiap doa-doa, kesabaran adalah menjadi hal yang mutlak, karena tidak bisa memaksakan dari setiap kehendak Tuhan.

Pernah mendengar umpatan, atau bahkan mengumpat sendiri,
“sial.. di SMS gak dibales-bales”
“waduuh ditelpon juga gak diangkat…”
“panjang-panjang nulis komentar status ehhh kagak ditanggepi…”
“emang enak dicuekin…”
Dilain sisi terdengar juga umpatan.
“lagi males megang HaPe nieh… bt..bt..bt…”
“jangan diangkat, atau bilang lagi gak ada… lagi ogah nerima telepon”
“wah nie orang panjang amat nulisnya, jadi males bacanya”
“dia lagii..dia lagiiii”.

Nah fenomena yang terjadi, dimana permintaan datang dari manusia ke manusia, dengan jawaban “males”. Apa susahnya balas sms yang tinggal ketik saja, angkat telpon tinggal angkat atau pencet OK, tulis komment “makasih” kirim dan cukup say hello, tentunya sudah bisa menjawab permintaan dan tidak ada lagi umpatan. Berapa rupiah dan harapan untuk setiap SMS yang dikirim, berapa besar harapan agar telpon diangkat, atau sekedar komentarnya ditanggapi dan dapat sebuah perhatian.

Sebuah contoh singkat, dimana sang peminta kadang juga tidak peduli; punya pulsa atau tidak, lagi didekat telpon atau tidak, sedang online atau offline dan saat melihat atau tidak. Nah bagaimana saat semua itu sedang didepan mata, ada ditangan dan sadar punya waktu dan kesempatan untuk menjawab, membalas tetapi tidak dilakukan. Sebuah perkara yang sederhana dan mudah sekali dilakukan, tetapi dengan alasan “malas” mampu menghancurkan harapan dan permintaan seseorang.

Sebuah tindakan bijak bila segera merespon, walaupun acapkali respon tersebut kurang sesui dengan permintaan, minimal sudah ada tindakan untuk membalasnya. Kalau tidak mau balas SMS bunuh saja ponselnya, tidak mau terima telpon silahkan diputus, kalau tidak mau balas komentar tulis “please dont comment”, dan kalau tidak mau diperhatikan jangan menunjukan diri. Jika berandai-andai, SMS tersebut berisi “oke saya terima cintamu”, telpon berbunyi “halow..ini dari bank xxxx, 1 miliar buat bapak jika bisa jawab 1 pertanyaan”, comment berisi “ntuh fotomu ada yang janggal, tolong dikoreksi bla..bla..blaaa”, atau nyuekin seseorang yang ternyata kawan lama yang sudah bertahun-tahun tak berjumpa, nah apa tidak menyesal seumur-umur bila dilewatkan.

Sebuah tindakan dengan perkara-perkara kecil saja sangat susah dilakukan, bagaimana dengan perkara-perkara yang besar. Cuma balas SMS, angkat telpon, jawab kommentar dan say hello siapa tahu bisa menjawab dari setiap doa dan harapan yang dilantunkan lewat doa. Setidaknya dengan peduli dengan setiap permintaan, sudah bisa mewujudkan niatan kita untuk membalas apapun dan seberapapun usahanya.

Tuhan selalu dan pasti menjawab setiap doa umatNya, acapkali jawaban-Nya adalah “TIDAK”.

Salam

DhaVe
Lagi nunggu SMS, 3 Desember 2009; 09:00

29 thoughts on “Tuhan Menjawab Doa Lewat SMS

  1. Tuhan menjawab “tidak” tentunya bukan karena sudah memprogram , tapi lebih karena supaya umatnya berusaha lebih dulu sekuatnya , akan memberi yg lebih “tepat” , bahkan sering umatnya minta yg aneh2. * sambil nyiapin doa

  2. dhave29 said: Nah bagaimana saat semua itu sedang didepan mata, ada ditangan dan sadar punya waktu dan kesempatan untuk menjawab, membalas tetapi tidak dilakukan. Sebuah perkara yang sederhana dan mudah sekali dilakukan, tetapi dengan alasan “malas” mampu menghancurkan harapan dan permintaan seseorang.

    lagi merasa jadi artis eh atau lagi sok ngartis wannabe mas xixixixixixi*yang merasa suka sok ngartis jangan lempar sendal ke saya ya, lempar aja lensa pis ai hahahahaha

  3. agnes2008 said: Dhave…. balas dong sms kuuuuuu!!Piye ? jare meh ngajak ke Bakso Obama…??? hehe*reply : no yang ada hubungi sedang tongpes……

    iya..yah… nanti jam 12 waktu makan siang tak tunggu didepan pabriku.. bersama para buruh kita pergi ke gedung..eh rombong putih OBAMA….

  4. sulisyk said: lagi merasa jadi artis eh atau lagi sok ngartis wannabe mas xixixixixixi*yang merasa suka sok ngartis jangan lempar sendal ke saya ya, lempar aja lensa pis ai hahahahaha

    aku juga mau dilempar…pis ai, kameranya sekalian, kalau gak ada cukup dilempar senyuman juga sudah cukup hehehe…. senyum om..senyum…

  5. rirhikyu said: ato minta ukuran dulu mas? wakakakaka.. jd keinget peti mati :p

    hahaha iya..iyah…kaya pak Amin rais, kalo di amrik ada istilah UFO, unidentified flying objectdi indonesia ada UFA..unidentified flying amplop…hahaha

  6. dhave29 said: Sebuah tindakan bijak bila segera merespon, walaupun acapkali respon tersebut kurang sesui dengan permintaan, minimal sudah ada tindakan untuk membalasnya. Kalau tidak mau balas SMS bunuh saja ponselnya, tidak mau terima telpon silahkan diputus, kalau tidak mau balas komentar tulis “please dont comment”, dan kalau tidak mau diperhatikan jangan menunjukan diri.

    Kalau mampir, ngintip saja dan tidak komen piye mas? Lebih baik tidak mampir atau …… hehehe

  7. hearttone said: Kalau mampir, ngintip saja dan tidak komen piye mas? Lebih baik tidak mampir atau …… hehehe

    lho Romo ini gimana kan ada–> Viewing History–> View This page as Another Usersudah bagus kan mau ngintip, silaturahmi, syukur kasih caci maki hehehe… ahyuu..hayuuu?

  8. vivianaasri said: Gw aj dah yg sms dirimu. Nungguin sms sapa ta? Haha..

    aku sering dicuekin kalo sms teman……giliran gak di sms katanya aku sombong. aneh!! sekarang seh ogah lagi sms dia walau kadang kangen juga hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s