Di Lereng Ciremai Romantisme, Kekuatan dan Kesetiaan itu Nyata

Sosok Didi Kempot, penyanyi dangdut campur sari dengan ciri khas rambut gondrong.Tora Sudiro, seorang artis yang bergaya urakan, Si Joni mahasiswa semester 13 yang enggan lulu. Bagaimana bila Didi Kempot, Tora Sudiro dan si Joni jika di satukan? gondrong, urakan dan dudul. Dilihat sekilas nampaknya tak ada sisi yang dibanggakan dan cibiran negatif melekat erat tentunya.

Sore hari 3 karakter berkumpul bersama dengan seorang gadis cantik yang kepincut (tertarik sisi lainnyaatau sedang apes saja) menuju sebuah pusat perbelanjaan. Dalam rintik hujan, tak canggung gadis tersebut menggaet lengan manusia ruwet terus dibalik payung yang menaungi. Saat disupermarket, petualangan belanja dimulai sambil menenteng keranjang. Dereten cokelat disambangi sambil melihat mana yang lebih murah, maka dicomotlah beberapa. Deretan minuman sachet disatroni untuk mencari yang sesuai selera. Tumpukan makanan kaleng, instant menjadi tujuan utama, selain harga, rasa, maka ukuranlah yang menentukan dimana lebih besar lebih kenyang.

Bersiap dengan ransel ukuran 120 liter dan 45 liter untuk sebagai bekal menikmati pergantian tahun dipuncak tertinggi di Jawa Barat. Di sebuah halte 2 sejolu mengadu nasib untuk mendapatkan bus malam jurusan Jakarta. Dengan gaya Tora yang urakan, mode Didi Kempot yang gondrong dan Karakter si Joni yang cuek bebek tahan hinaan, maka diperoleh 2 tiket murah meriah untuk sebuah bus. Bus malam melaju dengan kencang, secepat menghantar kami dalam pelukan malam dibawah keremangan cahaya lampu jalan. Hampir 8 jam duduk bersandar sebelum akhirnya menjelang lepas dini hari dibangunkan sesaat setelah sampai di Kota Udang. Turun dan istirahat sebentar dalam sebuah mushola terminal. Kumandang waktu subuh dilafalkan, sembari mengajak para umat untuk sujud kearah kiblat. “nduk bangun, waktunya sholat.”

Fajar menggeliat dari ufuk timur, bergegas menapakan langkah menuju kaki gunung. Sambutan hangat dari base camp dan ucapan selamat jalan mengawali perjalanan ini. Berdua berjalan menembus lebatnya hutan, sambil diselingi cerita dan canda tawa untuk mengaburkan rasa lelah. Kabut putih turun begitu cepat ditengah hutan, seolah menyambut kedatangan kami. Gerimis hujan mulai membasahi kanopi hutan dan kami berlindung dibawah mantel hujan. Terus berjalan dengan harapan segera menemukan pos perlindungan, tapi setelah sekian lama berjalan tak satu pun ada tempat berlindung.

Baju dan tas ransel sudah basah kuyup, ditengah lebatnya guyuran hujan dan rimbunnya hutan belantara Nyi Pelet. Badan lelah dan menggigil bertanda harus istirahat dan menghentikan perjalanan. Dalam guyuran hujan dipaksa harus mendirikan tenda, dan memasang pasak-pasak untuk melindungi dari hempasan angin gunung. “nduk masuk… ganti pakainmu dengan yang kering dan pakai jaket”, sembari masih tetap diluar untuk memperbaiki beberapa bagian tenda agar berdiri sempurna.

Sore kelabu menyambut kami dengan cuaca yang tak bersahabat, tapi apa daya dan dapur darurat dalam tenda, memberikan kehangatan sembari menyeduh cokelat susu hangat. Makan siang yang tertunda kami nikmati dibawah guyuran air hujan dan sambaran halilintar yang membelah angkasa. Mental yang semakin down merasa miris akan kelakuan alam yang tidak bisa diajak berkompromi. Pelukan hangat untuk meredam sebuah ketakutan akan alam diselingi kidung romantis “layang kangen” ala Didi Kempot, dan kekuatan mental ala otot Tora Sudiro dan kesetiaan si Joni menghantar dalam lelap malam.

Malam semakin larut, hujan belum reda dan sebuah makanan kaleng hangat dan nasi instant diselingi sup dan secangkir teh hangat menjadi asupan tenaga dan semangat kami. Hujan reda, jam ditangan menunjuk angka 00.00, sembari keluar tenda. Wow, hamparan langit luas dihiasi ribuan bintang dan kerlap-kerlip lampu dibawah sana. “nduk Keluar..coba lihat diluar indah sekali”. Diteras tenda beralaskan matras, duduk bersandar sambil menikmati secangkir teh hangat dan ribuan benda langit menghiasi malam itu. Tiba-tiba “sreet” bintang jatuh di ujung utara “mas sebutkan permintaanmu… Tuhan pasti mengabulkan niat baik kita”. Tak bisa berucap untuk sebuah permintaan, karena banyak sekali rangkaian permintaan “biarlah Tuhan yang menentukan”. Udara semakin dingin dan mengusir untuk masuk dalam tenda dan melanjutkan istirahat. Doa dan harapan, kami panjatkan kepada Sang Khalik, dan sebuah cium peluk mesra memisahkan kami dalam kantong tidur masing-masing.

“bangun nDuk sholat udah subuh, aku siapin sarapan pagi untuk ke puncak ntar”. Pagi menjelang subuh persiapan menuju tahap akhir sebuah perjalanan kembali dimulai. Sepiring havermuut, telor dadar dan segelas minuman sereal sarapan pagi itu. Headlamp dan sebuah ransel kecil berisi beberapa makanan dan minuman untuk bekal dipuncak. Dalam balutan embun pagi, berjalanan menembus kabut untuk menuju puncak. Berjalan sambil sesekali harus memanjat bebatuan dan bergandengan tangan untuk saling menjaga. 2 jam perjalanan ditutup dengan lukisan bentang alam yang indah. Menjelang selangkah menuju titik tertinggi “nduk silahkan nginjak puncak duluan… ini untuk kamu” pijakan diselingi tangis haru dan sebuah pelukan mesra diatap Jawa Barat, 1 januari 06:00. Sekarang Didi Kempot Sudah tidak gondrong lagi, Tora Sudiro sudah bertutur kata santun dan si Joni sudah wisuda menjelang turun gunung. Romantisme di balik urakan dan kesetian dibalik kesemrawutan pupus sudah dalam syair “Layang Kangen”.

Makasih mBak dYaN yang sudah kirim CD lagunya…

Salam

DhaVe
Office; 24 November 2009; 10:00

Advertisements

47 thoughts on “Di Lereng Ciremai Romantisme, Kekuatan dan Kesetiaan itu Nyata

  1. @tjah; ogah ah ciremai… enak merapi apa merbabu wae mas… ciremai kalau udan bisa marai edan tenan, sampe setres aku hahaha..kapok sisan, kameraku mejen low bet..kademen.wah asyik tow berduaan gendong-gendongan… tapi nek leren mesti di bruke…haha..pas neng bis di uncalke wah sediih…suwun ya Mas..suwun

  2. @tjah; woke merapi deh syaap…ganti taun merapi… sik tak mBujuki mBak Pilar ben tak angkut neng selo hehehe… mas Andi juga udah ready kok… Arjuno nunggu musim agak panas aja sekalian cari gaetnya hehe.. pokoke siiplah Mas Tjahyo…Yoh cuma dongeng dari si Joni sajah.. saya cuma menangkap isi otaknya dalam tulisan hehehe… suwun Mas… ini masih berlanjuut…@pilar; lho dikau kan tanggal 29 kan.. 30… masih ada waktu… 31 juga bisa… sekalian merapi hehehe hayuuu.. salatiga mah cuku 2 jam keliling udah kelar hehehe… tapi tenang… saya siap melayani anda semua.. tenang..tenang…

  3. @pilar; wesss ntar ikut ke merapi… nunggu di beskem sajah…lha wong naik cuma 4 jam doank kok… pulangnya lanjoot kuliner salatiga piye..enak thoo? oke tho… pokoke maknyus wes… gak usah pake vakum..naik..tinggal naik aja… hehehe… woke..@tjah; syap Mas..pokoke beres dah…. hehehe… hunting sak gempore..

  4. Merapi 4 jam hahaha darimane coba.. terbang naiknya wekeekekekek…Merapi + Merbabu udah… heheeh.. hmm… naiknya ndak usah bawa apa2 ya :p Yups Arjuno tuh cari musim panas aja… seru hihihi

  5. @pilar; dari Selo kan 4 jam.. deket kok… bawa kamera ama day pack aja..jalan subuh ampe atas pagi..siang sampe bawah, sore sampe salatiga… hehehe..ya toh? arjuno ya musim panas..musim ujan, mau cari perkara ya?@addic; katuran nderek mawon… wis pokoke tenang saja.. ntar mesti sampe jogja wes.. ditunggu.. wis di angen-angen mbe Mas Andi kie…@elok; yie aku kurang romantis piye… lha wis tau jadi Didi Kempot, Tora dan si Joni jie hehehe… oke dah kalo begitu (warteg boys)

  6. @elok; katauan belangnya ya hahaha…. jadi wuisiin aku…@nurul; tenang nduk… aku sudah sediakan waktu kusus buat dikau dan hanya kita berdua… buat off line.. wokeh :D@lala; ketok asline yoh hehehe?@waw; monggo mas katuran mendet semut geni napa ngentosi bledek mawon… badhe ses napa?

  7. vivianaasri said: Ya laen x ma RJ, bukan komparasi yg sepadan. Dirimu terlihat terjebak dlm romansa masa lalu. Time to move on brader! Cariii Juliet yg baru… ^maap y kl tsinggung..pis!^

    piss juga dah… wueh yo pasti cari yang baru.. tokoh dan cerita hanyalah khayalan belaka…. apabila terdapat kesamaan itu hanya kebetulan belaka..ya setidaknya layak dikenang hehehe,,,,,makasih… i lke moved..moved…

  8. vivianaasri said: Ya laen x ma RJ, bukan komparasi yg sepadan. Dirimu terlihat terjebak dlm romansa masa lalu. Time to move on brader! Cariii Juliet yg baru… ^maap y kl tsinggung..pis!^

    wahaha memang kenangan yang tak pernah terlupakan ketoke ki….

  9. dhave29 said: Arjuno nunggu musim agak panas

    sepertinya gunung memberi pelajaran tentang romantisme dan saling menghargai antar pasangan… Trus Joni yang Sarjana Biologi kapan neh ngajak muncak dan memberi kesempatan pasangannya (wanita tentu saja) untuk menginjak puncak merbabu untuk pertama kali sampai berderai keharuannya? 😛

  10. dhave29 said: Arjuno nunggu musim agak panas

    eh pa kabar si didi kemphot ya? *oot *kalo ke cermai mampir ke kampung halamanku ^_~*jd keinget diajak bokap naek ke cermai naek jeep.. eh kedengeran suara rusa jantan… sayang rusanya tak tampak di depan mata padahal dah menanti lama.

  11. dhave29 said: Arjuno nunggu musim agak panas

    @ndiphe; tidak boleh dilupakan tentunya… harus dikenang… cukup sekali wuahahaha… ancoor..ancoor…@alex; ntar tunggu waktu yang tepat dulu Cak… ama orang yang tepat… ntar tragedi tanggal 20 maneh hahaha.. po gak syakiiit wehehe…@rirh; wah boleh… mau sekali donk..mau..mau… kontek ya kalau ke ciremai.. syap dengan senang hati..@tjah; Cak alex syap jadi tuan rumah ntuh…pokoke juooos dah Arjuno.. syap deh.. cuaca OK..kita Cabuut…@Kohan; makasih Mas..sudah kasih tambahan lagunya hehehe… Didi Kempoters tenan nie hehehe.. suwun… suwun..

  12. dhave29 said: @rirh; wah boleh… mau sekali donk..mau..mau… kontek ya kalau ke ciremai.. syap dengan senang hati..

    hehehehe.. aslinya mah org crb.. but skrg tinggal di daerah jabodetabek mas ^_^cm ortu msh di crb. bokap hobby banget ke ciremai. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s