2012 Benar-Benar Kiamat

Sudah hampir seminggu ini ajakan teman tertolak untuk nangkring di gedung bioskop, karena yakin gak bakalan kejatah tiket untuk film 2012. Hebohnya film tersebut, membuat loket tiket bak BLT era Jusuf Kalla. Sampai akhirnya memutuskan nonton bajakannya sajah atau taun depan kalau sudah keluar DVDnya, moga belum kiamat.

Fenomena 2012 ditanggapi beragam dikalangan masyarakat dan heboh sekali, bahkan para pemuka agama, guru sekolah dan ibu-ibu turun tangan dengan fenomena ini, sedangkan para ABG heboh antri tiket. Belum genap 1 minggu sudah dinyatakan “haram”, sempat terpikirkan “haram kalau liat atau copy bajakannya, apalagi nonton tanpa beli tiket”. Pikiran saya keliru, tak beda jauh film 2012 disetarakan dengan filmnya Mizabi “HARAM bisa mrusak moral”. Waduh…waduuh… gimana ini..kok sampai segitunya?.

Beberapa perdebatan menyelimuti 2012, dimana berwal dari ramalan suku di Amerika Selatan, kitab Tua China, astronomi, dan kalau semua di “gothak-gathuk mathuk” (dihubung-hubungkan dan pas). Nah berangkat dari ramalan tersebut maka sebuah peluang bisnis hiburan untuk dijadikan film. Menjelang 2012 maka diyakini, pembuat film tersebut bakalan kaya mendadak, dimana setelah di gothak-gathuk mathuk akan mendatangkan keuntungan.

Kontroversi muncul di film tersebut, Sudut pandang Religi menganggap seolah-olah mendahului takdir Tuhan, tidak menggambarkan kiamat seperti kitab suci, menyesatkan banyak orang, dan lain sebagainya sehingga di klaim “haram”. Sudut pandang disain grafis, terkagum akan efek dan animasi 3D yang begitu luar biasa bagusnya, sambil menunjukan animasi robot karyanya yang dibuatnya 1 minggu untuk gerakan 30 detik. Sudut pandang lain berbicara; ambil hikmahnya saja dari nilai-nilai moral yang ada, dan sudut pandang saya; kapan dapat tiket gratisnya..?

Saya teringat film “the 300” dimana hanya dengan 300 pasukan berusaha untuk mempertahankan hak miliknya. Sebuah cerita heroik, walaupun diakhiri dengan tewasnya sang pemimpin. Dibalik film itu, konon ceritanya, setiap frame (1 detik ada 25-30 frame) di edit satu persatu untuk mendapatkan gambar yang bagus. Bisa dibayangkan, butuh berapa photoshop-er untuk menggarap olah digitalnya, sungguh karya yang luar biasa bukan. Beralih di film “G30S PKI” yang selalu diputar setiap menjelang hari kesaktian Pancasila dijaman orde baru. Walau banyak kontroversi dibalik film itu, saya tetap memberi acungan jempol buat semuanya. Dalam waktu singkat, bisa membuat skenario, casting dan syuting dan mampu mengalirkan aroma kebencian terhadap PKI.

Film hebat tidak luput dari sebuah kontroversi dan penolakan, tetapi yang membuat miris adalah mengapa harus mengajak orang lain untuk ikut pandangannya. Tadi pagi menyaksikan anak-anak Sekolah malah berdemo tentang film 2012, bahkan kepala sekolah dan guru ikut turun. Dipertanyakan bagaimana model pendidikan sekarang..? masak film bagus seperti itu dilarang untuk ditonton, HARAM lagi…?. Dalam benak saya, coba sesekali mereka di ajak nonton film kontroversial; geisha, passion of the Christ, G30S PKI, Perempuan Berkalung Sorban, dll. Setelah nonton lakukan bedah film untuk membahas semua sisi dari film tersebut. Pandangan kerdil dan kekanak-kanakan hanya dari 1 sudut pandang saja akan sulit mendewasakan untuk menerima sebuah karya dari sineas, tanpa melihat bagaimana susahnya membuat karya tersebut. Bahkan film semi dan porno juga bisa dilihat, bagaimana susahnya membuat film tersebut, jangan hanya melihat sisi syahwatnya saja tentunya.

2012 hanyalah sebuah film untuk sebuah fenomena, tak ada yang tahu kapan waktunya. Seorang guru SD akan marah besar apabila soal testnya bocor, apalagi Tuhan jika rahasia takdirnya sudah diketahui, setidaknya seorang guru SD sudah memberikan kisi-kisi soal sebelum ujian, Tuhan-pun begitu. 2012 memang benar-benar kiamat untuk industri film di negeri ini, kasihan mereka yang tidak bisa menikmati sebuah hasil karya yang bagus dan layak dapat acungan jempol.

Maaf bila kurang berkenan…

Salam

DhaVe
office, 18 November 2009; 08:30

Advertisements

46 thoughts on “2012 Benar-Benar Kiamat

  1. 2012 di demo ya? pdhl 2012 bkn pilem yg mengisahkan kiamatnya dunia tapi suatu bencana alam yang disebabkan oleh manusia itu sendiri. menrt aku pilem ini bgus untk dijdikan renungan dan mengubah kita untk memelihara alam agar tdk tjadi bencana alam seperti banjir. melelehnya es dikutub yg pesat. smakin panasnya sinar matahari

  2. menurut saya juga Kiamat adalah hak prerogatif Tuhan tak ada yang tau tepat kapan terjadinya, hanya sebagai umat kita dibekali agama agar bisa mengenali tanda tanda terjadinya kiamat. aku rasa film ini bukan berarti kiamat bukan ??? yang percaya tahun 2012 kiamat ya berarti …….. maaf.Kajian ulang mengenai film ini lah, film bagus dengan teknologi luar biasa saya melihatnya saja binggung membayangkan bgmana proses membuatnya bukan malah sibuk mempertanyakan itu kiamat.Kiamat pasti datang ada ataupun tidaknya film 2012 tinggal bagaimana kita mempersiapkanya itu saja. sekarang bagaimana mungkin hak melihat film saja sampai dibatasi ouuuuuuughj gak keren juga lah.yah itu juga pendapat sayamohon maaf bagi yang tidak berkenan

  3. @fivefeb; yups…. kiamat kita yang bikin…. stop global warming yukk… jalan kaki, naek sepeda onthel, kurangi emisi dari minyak fosil, hemat energi… semoga lebih dari 2012…@elok; yupsss… sebuah permenungan untuk persiapan menjelang hari H… Biarkan tangan Tuhan yang bekerja….@nakamura; leres Om… kok ngajak-ngajak untuk yang ndak bener, masih inget kalo telat sekolah “aman…aman ana kancane” hahaha@sulis; haram..haram ya qolu…@addic; sing lagi kumat njaluk ditungkak mben ndang kiamat.. edaaan tenan

  4. itu skenario gila nya sutradara emmerichrencana sblm nya shoot film nya dimekkah pst kl bnr2 terjadi dihujat slrh kaum muslimemmerich mendahului takdir pdhl smua itu kuasa yg DIATAS g siapapun bkl bs nebak dan prediksikan,emmerich terkenal si sutradara “rajanya film bencana”sblmnya dia jg buat film yg seakan2 kiamat :the day after tomorrow &independence day” smua film garapan diawallohuawam bisshowab sgl kuasa hy ada PADANYA

  5. @lave; saluuud dan jempol buat Emmerich… bisa menyelarasakan dengan sisa-sisa umur bumi, setidaknya bisa memberikan penghiburan ditengah carut marut dunia yang gendeng… warning buat yang suka ngrusak bumi hayuuuu….makasih Hunnt.. refrensinya bagus kaleee…. mau donk kirimin DVD atawa tiket gretongnya hahaha….

  6. dhave29 said: @lave;berangkaaaaaaaaaaaaaaaaaat…. sangu brem ya… aku gak doyan brondong jagung… 😀

    aayuuukkk sayang ak g doyan bremak bawain brem buat loeloe beliin popcorn buat laven yaaah siippp………….cabuut

  7. bambangpriantono said: Temane setan lawang sewu

    keknya bukan yang pertama deh film seperti ini dibuatentahlah masyarakat indo yang makin mundur atau perasaan yg makin sensi?yg jelas emang film ini efeknya luar biasa hebat terlepas dari kritikan dari sudut religi atau apapun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s