Klakson Bikin Hati Karatan

Horn, atau biasa kita menyebutnya klakson adalah sebuah piranti disetiap kendaraan bermotor. Miller Reese Hutchison yang masih kerabat Thomas A Edison, ditahun 1908 menciptakan alat klazon (Perancis), Laxon (Rumania dan Belgia) yang namanya diambil dari bahasa Yunani, Klazo (menjerit). Piranti ini wajib ada disetiap kendaraan karena memiliki fungsi yang sangat penting. Beranekan macam suara menjadi bervariasi tersendiri, seperti klakson truk gandeng pasti akan berbeda dengan mobil mewah nan mulus.

Di Amerika, produsen kenamaan Otomotif memberikan tambahan klakson pada awalnya digunakan untuk menghalau binatang liar yang berkeliaran disepanjang jalan raya. Tapi seiring berjalan waktu, klakson menjadi sebuah penanda akan bahaya, atau pemberitahuan dari kendaraan dibelakangnya. Pada saat ini klakson sudah bertambah fungsinya, bisa untuk saling bertegur sapa, meluapkan ekspresi kegembiraan, kekesalan dan kemarahan. Sekarang klakson bisa jadi indikator akan sebuah prilaku dijalanan apalagi saat carut marut lalulintas.

Perhatikan saat di Lampu lalu lintas, dimana lampu merah beralih lampu hijau, maka dengan serempak semua berteriak “diiiiiiiiiin….toeeeet jalaaaaaaaan”, padahal semua sudah sepakat bahwa “ijo” itu jalan. Semua seolah ingin menjadi yang terdepan dan tidak ingin didahului. Perhatikan saat ada mobil yang tiba-tiba mogok, sudah tahu mogok masih dihadiahi sumpah serapah klakson dari belakang, padahal tahu didepan sedang terkena musibah.

Suara klakson acapkali menjadi penanda, bagaimana sang empunya kendaraan. Suara klakson panjang bisa juga menandakan awas, bahaya, sedangkan suara klakson pendek berulang bisa juga sebuah kejengkelan. Klakson panjang dan berulang bisa juga dikatakan ekspresi kemarahan. Andaikata saya yang mencet tombol “terompet” pasti tidak masalah, lha wong tinggal mencet sajah, nah bagaimana dengan yang mendengarnya pasti berbeda cara menanggapinya.

Saat bersepeda di Jalan Raya, “diin…diiiin..diiin”, saya sadar harus minggir untuk memberi jalan yang dibelakang. Bahkan terdengar klakson khas “kwook..kwoook..kwoook” minggir bahkan harus berhenti, karena ada pejabat harus lewat dan harus didahulukan (kebelet kalee ya?). Sekarang bagaimana kalau sedang kondisi macet, atau padat merayap, tetap saja klakson menyalak-nyalak, padahal sudah tahu kalu didepannya juga tidak bisa bergerak, bahkan ada yang teriak “wes maburo kono yeng ora sabar” (silahkan terbang saja kalau tidak sabar).

Saat hujan turun, jalanan becek, disebuah jalan perumahan yang cukup dilalui satu mobil. “diiiiin…diiiiiiiiiin….diiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn!!!!” suara klakson dari sebuah mobil mewah dibelakang. Sudah jalan kaki, kehujanan, dipaksa minggir lagi, kalau gak tau jalan bisa masuk got kaki ini, karena tak ada trotoar. Jalan aja cuek dan lempeng ditepian jalan. “diiiiiiiiiiin…diin…din….diiiiiiiiiiiiiin” klakson mirip suara mau kampanye salah satu parpol.

Saya tahu dan paham, sang pengemudi sedang jengkel, kesal dan marah karena saya gak mau memberi jalan, lah mau minggir gimana? jalan sempit, mata kaki tenggelam kehujanan lagi. Tiba-tiba mobil mendekat, dan kaca diturunkan sedikit.
“woi… minggir bisa nggak.. emange jalan moyang mu..!!” suara cewek cantik nan judes berteriak tak kalah dengan klakson. Saya masih cuek saja, jalan kaki lempeng sambil terus menahan air hujan yang menghantam kepala.
“diiiiiiiiiin…diiiiiiiiiiin…diiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnn” klakson berteriak lagi dan nampaknya risih juga ini telinga, samperin ahhh………
“mBak… emang saya tikus got, kalau ndak sabar dah loncat atau nyelam sajah sana, udah tau jalan sempit dan hujan gini.. sabar donk”
“sabar gimana… mobil saya bisa karatan nie… minggir..minggir”

“jeeeeduuuuuuuuuuuuuuuarrrrrrrrr………………..!!!!” pintu mobil saya tendang, kebetulan memakai sepatu tracking jadi gak begitu sakit.
“wey… bukanya atimu yang sudah karatan, kamu ndak liat, ntuh orang disana, jalan, kehujanan, sedang mBak duduk manis, pancal gas dan gak basah masih juga teriak-teriak, mikiiir mBak… mikirrr”
“sana silhakan jalan duluan… jeduuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaar”

Akhirnya sampai kantor, habis melakukan tindakan kriminal, mikir juga “kalau dempul mobil habis berapa ya….?”. Cuma berandai-andai sajah, kelak kalau sudah punya mobil akan saya bikin klakson yang lebih manusiawi, tidak dengan diiin, toooet, tetapi dengan voice record
“nyuwun sewu… nderek langkung”
“permisii.. saya duluan”
“monggo silahkan nyalib….”
“alon-alon waton klakon, gremet-gremet sing penting slamet”

Wis ayooo kerja…kerja.. teh anget dulu.. kepala masih pusing kehujanan…

salam

DhaVe
Office; 17 November 2009; 09:30

37 thoughts on “Klakson Bikin Hati Karatan

  1. Nasibmu.. Hahaha.. Saya adalah pengguna klakson, tp klakson bwt gw ampir mirip alat pengendali mulut drpd tereak apelage maki-maki. Sumpah, kbnyakan orang diklakson akan lebih pwanaaas n langsong minggir daripada diteriakin dan dibilang Anjing.. Bajingan dll.. Berarti tuh mobil cuman pinjeman bro.! Hahahaha..

  2. Kmaren salah sangka dikiran suami si ibuk hamil, skarang diomelin ce arogan… Duuuhhhh..Tp sebagian besar yg bermobil emang gitu yak, rada2 arogan… Hmmm, bagus juga tuh klakson ‘ide’mu dhave… Kek ring tone hape …

  3. nasib…nasib…kok yo apes mulu,mas? ; Dtapi tuh cewek ga ketulungan sadisnya..mbok yo ngajakin nebeng geto,mosok wong guanteng dibiarken keujanan…yo luntur gantengnya…sini…tak handukin…

  4. @five; ngakak… silahkan, tapi yang nulis masih basah nie hahaha… juengkel… @sam; bener… mentang-mentang sudah duduk manis dan nginjek gas se enak ususe… juaan terlalu @pilar; lah juengkel je… dah keujanan di maki-maki lagi… haha… kalao suruh dempulin ntuh cewek tak suruh ujan-ujan aja sekalian trus tak klakson sambil maki-maki…. @centna; iya… itukah sifat cewek cantik, kaya, judes gak manusiawi lagi… lebih sayang mobil dan takut karatan daripada liat sesamanya sengsara… tak doain biar dapat berkat berkali lipat biar kasih daku mobil..ya minimal kasih tebengan lah… hahahaluntur kesabaran daku hahaha… dasar…

  5. @centna; iya..takut luntur labur mukanya.. yang kedua, takut rambutnya yang berkarat semakin karatan karena air hujan dengan kandungan H2S dan asam-asam lain yang berasal dari corong knalpotnya…. jadi dah saya yang nrima haha…. gimana lagi, sudah jatahnya sendiri-sendiri hehe😀

  6. mas dhave,cb ke jakarta deh,disini klakson adalah wajib,apalagi kl pejabat mau lewat,udah penuh tuh jalan masih aja kwok…kwok…plus dizig-zag pula,bahkan kl mobil/motor gak minggir bs digebrak tuh ama pengawalnya,ini tak alami waktu pulang kerja dr stasiun senen via cempaka putih,ada mobil RI 11 yg lewat-kabinet sebelum yg skrg-…arogane pooolll….nasib jd wong cilik…

  7. @trexma;R11 ntuh mentri apa ya…? haha… emang sih resiko orang kecil, mau gak mau harus mengalah atau tetap kalah haha… udahlah gimana lagi…@lala;leres… hati yang bermuram durjaa…

  8. @trexma;R11 ntuh mentri apa ya…? haha… emang sih resiko orang kecil, mau gak mau harus mengalah atau tetap kalah haha… udahlah gimana lagi…@lala;leres… hati yang bermuram durjaa…

  9. @trexma; ow pak Wid kah haha… maklum lah… maklum.. diterima sajah…@waw; wah nek tak bandem go canon..dompetku sing karatan hahaha…. untung gak sangu tripot wehehe….😀

  10. saya orang yang paling sering menggunakan klakson. karena banyak sepeda motor pada nyelonong seenak udelnya dan kalo ada apa apa sini yang disalahkan dan aku udah kejadian berulang ulang. makanya saya selalu ramah klakson dijalan ramai seperlunya saja gak sampai yang orang tadi seh🙂

  11. @elok; bijak dalam berklakson…@heart; iya..ya.. ada benernya juga… lantas judul yang yahuuut apa Mo… “berkarat karena klakson atawa, klasonku karatan” hahaha….. suwun Mo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s