“jangan sebut Aku Pahlawan Nasional”

Bangsa yang besar
adalah bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawannya
Sebuah tulisan terpampang jelas dibawah patung Jendral Soedirman. Malam ini tepat 10 november disaat hujan turun membasahi Republik yang sudah lama memanas, baik dari arus bawah dan gelombang atas. Rasa dingin air hujan menyelimuti patung yang gagah berdiri, tetapi diraut muka terlihat sayu sambil memperhatikan sebuah kalimat tepat dibawah tempat beliau berdiri.

Andaikata aku dan kawan-kawanku yang berjumlah 147, yang saat ini disebut sebagai pahlawan nasional bisa berbicara “tolong hapus tulisan ini”. Tak layak sebuah jasa dihargai dan dianggap sebagai seorang pahlawan, tetapi hargai semangat dan pengorbanan kami untuk Republik ini. Jangan hancurkan semangat dan tekad yang telah kami bulatkan sepenuhnya untuk Republik ini. Jaga keuntuhan warisan pengorbanan dari kami. Kami hanyalah sosok yang beruntung dikenal dan ditinggikan, masih banyak yang lebih besar dari kami, namun tak dikenal dan tak mau dikenal, itulah pahlawan sebenarnya.

Realita sekarang, anak bangsa yang didaulat memimpin dan menjaga Republik masih ada juga yang tega menistai dengan berbuat curang. Korupsi, penyalahgunaan wewenang dan pembohongan publik demi sebuah dinasti kekuasaan dan kekayaan. Republik yang dibasuh dengan darah para pahlawan kembali ternoda dengan tangan kotor para penguasa. Kekuasaan dan uang berbicara, bahkan seorang pemimpin akan dengan mudahnya dikendalikan oleh kekayaan.

Malu dan tidak terima, apa yang telah mereka perjuangkan dinodai dengan tindakan tidak terpuji, jika patung itu bisa berbicara. Pahlawan hanya tinggal sejarah dan kenangan Republik ini. Nama mereka hanya menjadi simbol jalan protokol, bangunan, atau sebuah nama alat negara. Semangat mereka seolah dibekukan dibawah balutan semen dan cat dalam wujud monumen dan diputar balikan fakta masa lalu.

Sebuah momment bersejarah di kota Surabaya, diharapkan bisa membangkitkan dan mengobarkan semangat dan tekad disertai kesucian untuk menjadikan bangsa ini besar. Jangan biarkan nama-nama Jalan, bangunan yang dicatut dari pahlawan nasional marah dan tidak terima atas kelakuan pewarisnya. Jangan lagi nodai Republik ini dengan tangan-tangan kotor yang hanya menggerogoti bangsa ini.

Mereka yang beku diluar sana “jangan sebut aku Pahlawan Nasional…!!!, biarkan aku damai dan tenang di republik ini, jangan kau usik damainya negriku”. Hujan berhenti membasahi patung tersebut dan nampak sebuah tulisan
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya” terkikis oleh asamnya air hujan akibat akumulasi polusi.

Selamat Hari Pahlawan
Aku cinta Indonesia
Hormat dan terimakasih buat Engkau Pahlawan yang mencitai Republik ini.

Salam

DhaVe
Meja Kayu, 10 November 2009; 09:15

10 thoughts on ““jangan sebut Aku Pahlawan Nasional”

  1. @arif; pahlawan bertopeng hahaha…..”shincaaaaan..”@pilar;lebih baik kesiangan daripada kemaleman…. “mas..mas… bangun udah siang” kata sekretarisku…. wehehe…

  2. merdekaI love My Country Indonesiasitus anak bangsa betapa kami mencintai Indonesiaapapun yang terjadi aku tetap bangga dengan bangsakusebobrok apapun aku tetap menjadikan Indonesia tumpah darahkusebagai baktiku yang tidak seberapa kucoba membangu bangsa dengan semangat membara tanpa berpihak pada siapaun kecuali untyuk rakyatselamat hari pahlawanmaafkan kami yang lalai terhadap kewajibansebuah kebodohan kami

  3. nasib para veteran di republik ini seringkali mengenaskan..terhimpit oleh laju pertumbuhan negara yang dahulu mereka bela dengan keringat dan darah..Selamat Hari Pahlawan..!

  4. @pilar; punya namanya O2xda… tiap pagi mbangunin daku… ama nyatetin tiap skedul saya wehehe… gayane…@elok; nais..nais… puisi yang bagus… makasih mBak sudah melengkapai…@centna; itulah wujud penghargaan terhadap pahlawan, sayang cuma jasanya…tapi orangnya gak di urus.. beda ama di negeri orang.. dimana Veteran di hormati sekali… salah hormat buat Veteran@addict; mengutamakan kepentingan negara dibawah kepentingan pribadi dan keluarga, lebih tepatnya… nais dah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s