Cah ABG nDesa Kotai, Korban Salah Obat Gaul

Modernisasi dan gaya hidup ABG memang tidak ada matinya, bahkan diperjuangkan mati-matian agar bisa memenuhinya. Tidak peduli bagaimana caranya agar bisa kelihatan gaya, stylish dan menjadi perhatian orang. Semua seolah terkesan dipaksa dan memaksakan diri, entah virus apa yang telah merasuki tubuh-tubuh ABG saat ini. Apakah ajang pencarian jati diri atau hanya euforia sesaat korban budaya barat.

Saat berjalan menyusuri sebuah kecmatan kecil dilereng Merbabu, terhenyak sedikit kepala ini melihat ABG kampung. Kulit hitam legam berkeramik lagi (mbesisik, kulit kering dan pecah-pecah), rambut setengah merah setengah hitam, gigi seperti susunan popcorn, gelang warna-warni, ikat kepala, kaca mata hitam. Sepintas mirip gaya raper, tetapi tidak maching, dimana jacket jumper plus penutup kepala, celana skateboard bajakan, bawahnya sandal jepit ijo merk swalow.

Dikampungnya style seperti itu sudah kampiun, jagoan dan menjadi jawara ndesa. Motor kreditan bapaknya untuk ngojek dipakai buat gaya-gayaan, dipreteli satu persatu bagiannya, dicat, di tempel stiker, knalpot dibobok agar kenceng suaranya. Naik motor sambil keliling kampung, busyet… jawara kampung menampakan diri dengan sebatang rokok eceran yang diselipkan ditelinga. Gaya dan norak habis, percaya diri dan mental baja dibutuhkan untuk bisa beratraksi demikian. Mereka juga tidak kalah gaya saat turun ke Kota, bahkan yang melihat saat para ABG ini berjalan di mall, atau pertokoan yang melihat hanya senyum-senyum simpul saja “dasar wong ndeso”.

Tak kalah dengan gaya ABG kaum hawa, lebih sadis dan nekat lagi, kesan memaksan dan terpaksa untuk tampil cantik dan modis. Rambut awul-awulan (acak-acakan), BMW “brintik mak wug” (brekele) sekarang sudah dismoothing dan direbonding. Rambut dilemaskan dengan campuran hidrogen peroksidan, setelah itu disetrika dengan lempengan besi panas. Masuk salon kaya bunga kol, keluar sudah seperti sapu lidi yang diikat.

Melihat besarnya biyaya untuk treatment rambut yang tidak sedikit bagi kantong ABG kampung ini, seolah bukan menjadi penghalang untuk bisa tampil modis dan menjadi primadona bunga desa. Perubahan drastis terjadi, saat melihat foto di ijazah SD, SMP, dan menginjak SMA. Rambut kriwil, menjadi lurus dan menjuntai-juntai indah, tetapi 2 minggu kemudian harus kembali lagi disetrika.

Ungkapan salut layak diberikan, biar kampungan tetapi tidak mau ketinggalan gaya. Keberanian dan rasa percaya diri tinggi juga layak diberikan kepada mereka. Walau kulit mirip warna tembaga, tetapi percaya diri rambut dicat kuning emas atau merah agar mirip bule gosong, yang lebih ngetrend LKMD “londo kok mung nDasa” (bule kok cuma kepalanya). Arus informasi sudah tidak membatasi untuk bisa tampil modis dan gaya, walau harus menerima nada sumbang dari orang lain.

“Cah Ndeso Kotai” begitu ledekan ada yang mengatakan ABG-ABG salah gaul tersebut. Sudah menjadi konsekwensi dari sebuah perubahan yang tiba-tiba muncul, sedangkan lingkungan belum siap menerima. Cibiran dan nada sumbang mengalun indah diantara korban gaya tersebut. Jarang saat ini anak kampung yang tampil apa adanya, tidak neko-neko, Salah siapa? tidak ada yang bisa bertanggung jawab, hanya kontrol sosial yang secara alamiah bisa mengendalian ABG salah gaul tersebut yang belum sadar.
“Semoga lekas sadar dan sembuh, ingat bapakmu sedang nyangkul dan emakmu nyambit rumput…leeee tholeee… eling..eling”

Salam

DhaVe

Samping nJurang, 26 September 2009; 08:30

25 thoughts on “Cah ABG nDesa Kotai, Korban Salah Obat Gaul

  1. sing iseh dadi ABG senenge rak juamak melu2 koyok bule ben mung sirahe😀 sing penting ora keri ing jamancah sak iki, ora lanang ora wadon, dandan dadi prioritas gen mung nampang neng ngarepe pak/bu guru yen tekan omah ngarit neng dadah karo nyebul semprong neng pawong hahahahhahahahha

  2. @tjah; piss juga… hahaha@lala; bethuuul anda benar…@sulys; asline BMW..Brintik Mak Wuk…@add; aku melok ah… ngirit..ngirit..kriting only…@havi; iyo…Om… keplarak jaman..hehehe

  3. dhave29 said: @harataya; hahaha..ncen gemblung dot kom jamane…hahaha..mumet ruwet…

    sing nyadar nek jamane wis jaman edYaN kae wong2 sing waras, Mas….hehehhehee….mung nek ngikut edYaN, waras’e ra ketok neh….ngumpul karo wong edYaN ra ketok warase…kumpul wong waras leh ketok edYaNe….hehhehehee….

  4. dhave29 said: @harataya; hahaha..ncen gemblung dot kom jamane…hahaha..mumet ruwet…

    @harata eDyaN; pancen edyan kabeh…. bener mbak..leres… setuju.. jan bingung meh kumpul karo sopo… ngeDYaN yuuk….?

  5. dhave29 said: @harata eDyaN; pancen edyan kabeh…. bener mbak..leres… setuju.. jan bingung meh kumpul karo sopo… ngeDYaN yuuk….?

    monggo…. saya ngikut ajah…hehhehehee…. eh tapi saya sebenarnya dah duluan edYaN… dari lahir saya sudah edYaN…wuehhehe…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s