Bercinta Menembus Hutan Pinus Menuju Lereng Merbabu (i lop yu pull the iron donkey)

Malam pun tiba fajarpun menyingsing, menyingkap tabir kegelapan dengan cerahnya mentari pagi. Hari ini adalah hari kedua mengikuti perjalanan kawan bersama dongkie-nya. Setelah semalam diskusi tentang rute untuk hari ini, timbul sebuah keraguan “mampu atau tidak”.

Hari ini adalah mencoba menembus 2 desa terakhir di Lereng Gunung Merbabu. Bukan perkara mudah untuk sampai didesa terakhir dengan naik si dongkie, karena tanjakan demi tanjakan siap menghadang dan suhu dingin yang menantang. Jam 10 start dimulai, mulai mengayuh dijalan turunan menuju 4 dusun kecil sebelum sampai dibase camp Thekelan (desa terakhir).

Dusun pertama dilewati dengan sukses, tetapi di dusun ke dua sampai ke 3, harus menuntun si dongkie. Terkihat kuda besi saja mengerang gigi satu dan dipaksa untuk sampai atas. Terik mentari dan suhu dingin menambah pemborosan kalori. Setelah berjuang 2 jam dengan tanjakan melulu akhirnya sampai disebuah jalan tembus (Batur). Untuk masuk desa Thekelan harus menembus kebun penduduk sejauh 2 km dengan medan bervariasi.

Sampai di Thekelan mencoba menembus hutan pinus, dengan melipir jurang yang cukup dalam. Teringat, dahulu ada yang iganya patah karena terlambat menarik tuas rem. Hati merasa miris melihat turunan curan dengan batuan tajam, jantung berdegug kencang, aliran nafas tersengal-sengal demi membuat sebuah keputusan lanjut atau berhenti.

“kalah menang cacak” lanjut, roda yang berhenti putarannya akibat tuas rem ditekan membuat lumut yang terinjak roda menjadi licin.
“grubyak” jatuh sambil memeluk si dongkie, tertawa puas kayaknya “geblegnya diriku, ngapain juga lewat sini”. Kembali bangkit, dan kali ini so dongkie dituntun saja, karena tulang kering yang barusan dihantam pedal nampak menonjol dan memerah, sakitnya “snut..snut..cneng..cneng..” nikmat sekali luar biadab,

Semakin masuk hutan pinus, hanya ada jalan setapak yang licin dan tak kenal belas kasihan. Terjungkal, terbalik, terpeleset menjadi penghias luka dikaki dan tangan. Akhirnya dari kejauhan nampak sebuah dusun kecil “waduh Cuntel masih 2 Km” sambil menatap peta topografi setelah orientasi medan sederhana. 2km harus berjalan dan menuntun si dongkie, karena jalan bebatuan dan menanjak.

Sambil menuntun sidonkie, ternyata ada para petani yang pulang dari habis panen. Terlihat kentang hasil panen ditaruh dikeranjang dan di sunggi (dibawa diatas kepala). Sambil menuntun dongkie kami saling ngobrol, dan terasa perjalanan terasa ringan. Kawan mengobrolkan tujuannya untuk berkunjung dibase camp Cuntel, dan dijawab dengan mudah “masih 1km lagi mas”. “Busyet 1 km menanjak sambil nuntun si dongkie” tapi syukur tidak nyunggi kentang 30-40kg.

Akhirnya kami sampai di basecamp dan langsung disambut pak Yakup (penjaga basecamp) dengan senyum ramahnya saya dipersilahkan masuk dan istirahat, sedangkan si dongkie diajak berputar keliling kampung oleh pak Yakub. Jam menunjukan 12:30, 2 jam setengah kaki menembus 2 base camp, 2 hutan pinus 5 dusun, jarak to#ografi 7km nanjak melulu.

Ngobrol ngalor ngidul dibasecamp yang asri, sejuk dan rama serasa lelah ini hilang, tidak teringat kalau harus kembali turun. Puas kangen-kangenan waktunya kembali pulang menuju Kopeng, jarak sekitar 3 km dengan jalan menurun tajam. Badan kaya dikocok, saat ngebut dijalanan batuan. Seluruh badan bergetar hebat selama 1 km, lalu masuk area wisata Kopeng. Disana kami sudah janjian dengan rekan si Dinar dan kawan-kawan yang sedang memasang peralatan untuk out bond.

Hampir 2 jam istirahat dibawah pohon cemara gunung sambil ditemani teh hangat dan sepiring nasi gudeng cukup untuk memulihkan tenaga. Saatnya pulang, tetapi baru mau jalan disandera teman untuk mampir dirumahnya sambil suruh benerin note book yang sedikit error. Selesai klik kanan-klik kiri kembali kerumah tepat jam 16:00.

6 jam 13 KM bukan sesuatu yang hebat atau keren, tetapi sebuah hal yang memalukan dan kegeblegan. Jadi menerawang jauh saat Bambang Hertadi Mas (Paimo) yang menginjak hampir semua puncak gunung dengan sepedanya, atau rekan Wawa Nakamura yang beraim bermain di ganasnya jalanan Ranu Pani Gunung Semeru. Hanya secuil kuku hitam jari kelingking dibanding dengan raihan rekan-rekan yang sudah terlebih dahulu mencapai tujuannya.

Hanya tekad dan niat yang bulat dan kuat untuk bisa melakukan hal bodoh tersebut. Akal sehat seolah tertutup oleh sebuah angan dan pencapaian, ego telah memberikan dorongan adrenalin dan rasa syukur untuk kesempatan dari sang Pencipta menambah warna dari sebuah perjalanan.

Bukan untuk sebuah sensasi, kebanggaan atau pengakuan yang kami inginkan, tetapi kami mau menunjukan bahwa kami punya semangat dan tekan untuk melakukannya.

Semoga memberi inspirasi

Foto menyusul…

Salam

DhaVe
Dinar Tritop Outbond, 19 September 2009; 16:50

19 thoughts on “Bercinta Menembus Hutan Pinus Menuju Lereng Merbabu (i lop yu pull the iron donkey)

  1. @ndiphe; hehehe… akhirnya melu jadi SULOYO genk hihihi….Lewat samping kiri rumah pak kadus… cuma 10 menit nyepeda trus tembuse samping beskem cuntel persis… enak tho… hehehe.. berkat peta kontur hahaha….ayo kapan dicoba ?

  2. dhave29 said: @horotoyo…. kan sukanya on the stage hehehe… aku kan landscaper… wah nie badan sakit semua, baru kerasa… ancuur…Besok mau coba? hayuuu….

    cuman satu yang aku takut kalo lagi jalan jauh ato lintas alam, Mas…. sesak nafas….

  3. dhave29 said: @horotoyo…. kan sukanya on the stage hehehe… aku kan landscaper… wah nie badan sakit semua, baru kerasa… ancuur…Besok mau coba? hayuuu….

    @horotoyokono… punya penyakit bengek tha Mbak? apa kakean sampurna ijo… latihan pelan-pelan, ntar tak ajak nginap di base camp… rasakan suasana ndesit dan bau asap pawon… hehehe… mau? gegeni, ngopi mbe udud… surga dunia, sambil diseseli jadah srundeng…

  4. dhave29 said: @horotoyo…. kan sukanya on the stage hehehe… aku kan landscaper… wah nie badan sakit semua, baru kerasa… ancuur…Besok mau coba? hayuuu….

    waahhhh…. mau banget, Mas……. mau!…. saya ada penyakit anxiety…. sering kena panic attack…. kalo sudah gitu, biasanya saya sesak nafas… keringetan dan lemes…. saya sedikit hipokondria…. hhehehhee… sik sik…kok jenengku dadhi akeh ya? edYaN, dYaNcuk, dYaNtemi, horotoyo..sak iki horotoyokono…. weleh… hehehhehe!!!…

  5. dhave29 said: @horotoyo…. kan sukanya on the stage hehehe… aku kan landscaper… wah nie badan sakit semua, baru kerasa… ancuur…Besok mau coba? hayuuu….

    @horotoyokono; seep besok tak jak nginep di beskem… merem di lincak/amben (pring bed) didepannya ada pawon ngangah (api membara) anget pol diselingi wayang dari radio transistor dikasih suara jangkrik dan burung hantu…sama lampu sentir/teplok… asyiik.. sering aku gituan, siangnya ikut keladang sambil hunting dan ikut panen sambil sesekali nyuri tomat, arbei ma stroberi hehehe.. asal gak kebanyakan gak ketauan, makane langsung makan ditempat… asyikk nie andi, dinar sudah siap gelar karpet merah buat rekan semua… hehehe… yuuuk lanjuut…

  6. dhave29 said: @horotoyo…. kan sukanya on the stage hehehe… aku kan landscaper… wah nie badan sakit semua, baru kerasa… ancuur…Besok mau coba? hayuuu….

    @haratayokono; malah wedi… justru kui sing asyik… kan sak omah ngumpul neng pawon kabeh berkumpul penuh kehangatan… asyik dan ngangeni suasana seperti itu…. malemnya kuliner ndeso sambil udud klembak menyan dan teh trasan… juann.. eDyaN tennan hahaha

  7. dhave29 said: @horotoyo…. kan sukanya on the stage hehehe… aku kan landscaper… wah nie badan sakit semua, baru kerasa… ancuur…Besok mau coba? hayuuu….

    jos gandos kiye…liburan jln terus..sipp,penuh semangat lan tekad bulat..

  8. dhave29 said: @horotoyo…. kan sukanya on the stage hehehe… aku kan landscaper… wah nie badan sakit semua, baru kerasa… ancuur…Besok mau coba? hayuuu….

    @tjah; iyo mas… lha dirumah daripada bengong mending klayapan sambil hunting… sapa tahu ada prawan desa kecantol hahaha… bisa ampiran minum teh anget wehehe.. makasih…

  9. dhave29 said: @horotoyo…. kan sukanya on the stage hehehe… aku kan landscaper… wah nie badan sakit semua, baru kerasa… ancuur…Besok mau coba? hayuuu….

    Isa dijajal sesuk2 ki.Ya ra edan lah. Mung rada gendheng sithik ngono ya wajar.;)Sing penting puas luar biadab.Suwun infone.

  10. dhave29 said: @horotoyo…. kan sukanya on the stage hehehe… aku kan landscaper… wah nie badan sakit semua, baru kerasa… ancuur…Besok mau coba? hayuuu….

    wah..wah..pngin mas sbenere..tp oktober wis pergi menjalankan tugas..haha

  11. dhave29 said: @horotoyo…. kan sukanya on the stage hehehe… aku kan landscaper… wah nie badan sakit semua, baru kerasa… ancuur…Besok mau coba? hayuuu….

    @hitungmundur; monggo dipersilahkan… manteb tracknya variatif sekali…@polarbugs; mau…coba ? :D@ndiphe: waduh… pastikan punya waktu luang tho wehehe….

  12. dhave29 said: @horotoyo…. kan sukanya on the stage hehehe… aku kan landscaper… wah nie badan sakit semua, baru kerasa… ancuur…Besok mau coba? hayuuu….

    aku bar mlaku adoh kesel durung enthek, ketambahan kesel leng moco ++walah walah walah…. leren sik karo ngenteni fotone😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s