Dibalik Bulu Halusmu, Kurasakan Racun yang Nikmat Luar Biasa… (kemadu tak layak dicintai)

Pagi menjelang, suasana khas desa begitu terasa; hawa dingin menusuk, kicauan burung merdu sekali, sapuan embun pagi menyejukan hati. Perlahan mentari beranjak naik dan menghangatkan suasana. Desa yang seolah tertidur mulai bergeliat menampakan pekerja-pekerja rajin yang keladang.

Pagi itu berencana mengikuti langkah seorang sahabat yang akan memulai tahapan petualangannya. Saat saya masih dibalik selimut tebalnya, terlihat sahabat sudah sibuk dengan kunci L untuk merakit sepeda. Seperti tanpa buku petunjuk semua rangkaian sepeda gunung yang sudah dimutilasi disusun satu persatu. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk merakit sebuah sepedan dan settingan gigi-giginya.

Daypack, tripod, kamera, helm dan botol air sudah ditempatnya masing-masing. Sekilas melirik sebuah peta topografi dan terlihat tangan sedang melukis jarak tempuh tujuan perjalanannya. Manggut-mangkut seolah mengeri dengan resiko skala 1: 25000, berarti setiap 4cm menempuh jarak 1km.
“ayo bangun…kita hunting kemadu*…”
Lompat dari tempat tidur dan langsung mengikuti kemana putaran roda sepeda.

Jalan aspalan kampung dilibas menembus kabut pagi hari, kemudian berbelok menuju jalan makadam dan setapak. Naik turun bukit, keluar masuk kampung, saling tegur sapa dengan penduduk yang sedang asyik berkebun atau sekedar mencari rumput. Bau asap dari perapian dapur nampak khas sekali dan kontras dengan asap dari perkotaan. Asap yang seolah mengisi energi untuk terus mengayuh keledai besi ini. Saat tanjakan terakhir, terlihat kakinya sudah mulai bergetar, nafas tidak teratur maka diputuskan untuk menuntuk keledainya.

Tanjakan terakhir berhenti disebuah turunan yang sebelah kanannya sungai dan ada sebuah jembatan kecil sebagai penghubung.
“yachhh sampai, ini dia kemadu dan tidak terasa sudah 7km” begitu giranng mendapatkan buruannya.
Kamera segera dikeluarkan dan didokumentasikan tanpa berani menyentuh itu dahan. Seolah rasialis dan begitu takut untuk menyentuh, tetapi penasaran 5 tahun yang lalu ingin dikenangnya kembali. Kelingking tangan kiri coba diusapkan dihalusnya bulu-bulu daun kemadi, tak berapa saat terlihat gigi-giginya terlihat merapat seolah menahan geli, ternyata gatalnya luar biasa.

Debu menjadi obatnya, sambil dioleskan ditanah yang mengering dan bergegas untuk segera pulang. Perjalanan pulang terasa lebih jauh, tetapi dilihat dari topografi jaraknya sama saja. Sampai rumah sudah disambut Boly, anjing mungilnya.

*Kemadu (LAPORTEA SINUATA) adalah sejenis tanaman perdu yang banyak ditemukan didaerah tropis. Kemadu termasuk dalam famili URTICACEAE dan berkerabat dekat dengan Jelatang (GIRARDINA PALMATA). Tanaman penyengat menjadi julukannya, karena dibulu-bulu halusnya terdapat racun yang salah satunya adalah asam formiat (formic acid). Sensasi rasa yang ditimbulkan gatal, perih, panas dan menyengat, tanpa penanganan medis akan hilang setelah 2 minggu. Menurut penduduk sekitar, cara paling efektif saat terkena Kemadu dengan menggosokan dengan tanah kering gembur dan jangan dicuci. Dibalik sadisnya tanaman ini tentu ada rahasia tersembunyi dibalik racunnya yang luar biasa. Tuhan menciptakan pasti ada tujuannya.

Foto menyusul…

Semoga memberi inspirasi, tak selamanya bulu halus dan lembut itu nikmat… selamat menikmati KEMADU…

Salam

DhaVe
Getasan, 18 September 2009; 10:40

21 thoughts on “Dibalik Bulu Halusmu, Kurasakan Racun yang Nikmat Luar Biasa… (kemadu tak layak dicintai)

  1. dhave29 said: @lave; akuh nyoba ntuh… sungguh luar biadab gatelnya.. ampun dah… lebih baik jangan dekatin dia hehehe… ampoon…

    @lave; hehe..jadi malu…@arief;yups dari Salatiga 9km arah Kopeng… ndesaku…

  2. dhave29 said: @lave; akuh nyoba ntuh… sungguh luar biadab gatelnya.. ampun dah… lebih baik jangan dekatin dia hehehe… ampoon…

    @angelinelex; hehe.. sudah membuktikan dan terbukti.. gatelnya luar biadab….😀

  3. dhave29 said: @lave; akuh nyoba ntuh… sungguh luar biadab gatelnya.. ampun dah… lebih baik jangan dekatin dia hehehe… ampoon…

    hehehhee…nice posting! thank you!…mungkin ajah kemadu punya bulu2 alus di sekujur badan daunnnya karena daunnya mengandung nutrisi yang baik.. biar ga dicolongin ama kewan…. beberapa tanaman sifatnya begitu…. agak2 egois ga mau bagi2 rejeki…. hehhehee…

  4. dhave29 said: @lave; akuh nyoba ntuh… sungguh luar biadab gatelnya.. ampun dah… lebih baik jangan dekatin dia hehehe… ampoon…

    @harataya; matursuwun mbak…Tadi sempat ngobrol sama penduduk setempat, katanya daun muda kemadu bisa dijadikan obat… entah obat apa kurang begitu jelas, kemudian dari beberapa literatur mengatakan banyak kandungan nutrisi dan vitamin. Yang menariknya kemadu atau jelatang digunakan untuk menggateli kelamin kelinci jantan pada masa birahi, sehingga lebih greng… untuk melibas selir-selirnya (kata penduduk seperti itu).Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

  5. dhave29 said: Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

    hehehhee…liat ajah kewan disitu..ada yang makan kemadu ga? kalo ada, berarti ada kemungkinan daun kemadu memang bisa dimakan….

  6. dhave29 said: Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

    @haratany; oh iya lupa nulis…banyak ditemukan semut dirumpun buahnya, kayaknya ada gula ada semut “manis kali buahnya”, trus beberapa daun berlobang, kayaknya ada ulatnya ntuh, tiap haru makan kemadu bisa kaya apa gatelnya?. Burung-burung kecil juga banyak yang bertengger, dan aman-aman saja. Kayaknya “manusia” saja yang dilarang menjamah, kecuali “tidak tahu”.

  7. dhave29 said: Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

    mungkin kalo bisa dimakan, dibutuhkan pengolahan yang baik buat ngilangin racun pada daun kemadu…hehhehee… jengkol ajah kan beracun…tapi masih bisa dimakan…khkhkhkhss…. (racun halitosis! wuehehhe!!!)…. kalo semut yang ngerubungi mungkin bukan karena manis aja.. biasanya semut doyan ama yang bau..kayak bangke…

  8. dhave29 said: Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

    @harata; bener juga ya Mbak… mungkin bisa di oseng-oseng kemadu “rasa penasaran”, ya gak taulah.. masih misteri… sapa tau bisa ya hehehe…Semut, saya kira bener juga… kok… setuju saya…

  9. dhave29 said: Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

    hehehhehee…. oseng2 rasa sayangsayange…. khkhkhss… kita coba masukkan saja ke kuliner ekstrim…. bwuehehehhehehee…… tantangan makan kemadu…yang berhasil dapat tanah kering satu gerobak…

  10. dhave29 said: Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

    @harataya; setuju mbak Dyan… buat fear factor sajah… biar ususe bodhol..gatelen…

  11. dhave29 said: Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

    Aku penasaran sama yg namanya kemayu eh kamadu deng hehehehhehetunggu fotonya aja deh

  12. dhave29 said: Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

    @lala; sabar ya… didesaku gak ada internet… sabar ntar kalo dah turun gunung wehehehe..

  13. dhave29 said: Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

    pengalaman tentang tanaman ini :mbiyen pas isih SD kelas 5, isih seneng gelut, mungsuhku tak sabet mbek tanduran iki, aku malah diparani mbe wong tuwane kon ngobatke…walah, jan sial tenan e…hehehe

  14. dhave29 said: Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

    @ndipe; ealah cak… untung gur kan nambake… coba genti disabet.. apa gak ciloko hehehe… asyikk.. asyiik…matursuwun berbagi kemadu…

  15. dhave29 said: Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

    oalahh, iki ta kemadu. nek arek-arek ngarani iki “jancuk-an”, hehehe…dipilih gampange, soale nek wis kesenggol mesti misuh-misuh.”jiancok…”!!sipp!

  16. dhave29 said: Sapa tau bisa dijadikan kuliner, pecel kemadu atau lalapan kemadu, untuk kosmeti, ya bedak, lulur kemadu hehehe…nglantur terus malahan….

    @nakamura; owwhhh… wis pernah njajal ya hehehe…Makasih Mas….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s