Kontrasnya 2 Sahabat Mudik, Mana yang Kau Pilih…?

Kardus berserakan, tali rafia menjuntai-juntai, pakaian dipack, aneka jajanan dibungkus, uang ratusan ribu telah ditukar dengan pecahan ribuan, dua ribuan keluaran terbaru. Persiapan menjelang lebaran yang nampak kontras dengan tetangga kamar sebelahnya.

Kontrasnya pemandangan terlihat apa yang dibungkus, ransel gunung berisi tenda dan peralatan pendakian, sepeda gunung sudah dimutilasi untuk dikarduskan, kamera sudah dipack, dan lembaran uang receh untuk bekal. Kedua sahabat mempunyai tujuan yang sama, liburan yang sama, tetapi memiliki tempat yang berbeda begitu juga sensasinya.

Lebaran bertemu sanak keluarga, bagi-bagi fitrah, makan ketupat, silaturahmi dan malamnya takbir bersama. Begitu berbeda dengan kawannya yang sudah 18 tahun merantau, tanpa bertemu sanak keluarga, tetapi bertemu dengan keluarga besarnya dilereng gunung. Perbedaan dalam menyikapi sebuah makna liburan panjang, antara kekeluargaan dan egoisme.

Setelah sholat Ied, keluarga besar berkumpul, salim maaf-maafkan, berbagi cerita rindu, makan opor ketupat, dan membagikan fitrah kepada ponakan-ponakan. Setelah bertemu dimeeting point disebuah ketinggian, cerita manis dipuncak ketinggian kembali diputar, berbagi pengalaman, menikmati hangatnya minuman dibalik tenda sambil bercengkrama. Kunjungan ke sanak family, mutar-mutar sambil lirak-lirik siapa tahu ada gadis kampung yang kebetulan mudik tertarik, menjelajahi menu masakan tuan rumah, kenyang dan nikmat. Menggapai puncak dan punggungan, berharap bertemu penggiat alam bebas, menikmati secangkir berdua.

Pulang kerumah, duduk manis sambil menunggu waktu libur yang terus berlalu. Pulang ke basecamp, bersepeda meluncur sambil menuju rumah idaman bertemu dengan keluarga besar. Kebosanan menghinggap mana kala liburan menjelang batas waktu, keengganan kembali ketempat kerja begitu terasa. Nafsu untuk menambah liburan dan menjelajah jalanan kampung, penuh cerita dan kenangan untuk oleh-oleh ditempat kerja. Rasa enggan kembali ke kota begitu terasa, rasa rindu kembali keperadaban menggelora dalam sanubari.

Akhirnya pulang juga kekota, kembali kerutinitas pekerjaan untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk persiapan akhir tahun. Nambah 1 hari libur untuk kembali ngantor, beragam kenangan tergambar disebuah monitor lcd 14″, bersiap mengumpulkan informasi untuk pendakian dan perjalanan akhir tahun.

Dua sisi pribadi yang memiliki kesamaan dalam pekerjaan dan berbeda dalam kehidupan. Pekerjaan adalah sebuah pilihan hidup…

sepeda sudah dipacking
kamera sudah dijinjing
carrier sudah dipunggung nangkring
duit cukup sudah dicangking
saatnya mlencing
munggah gunung, sepedaan, hunting…….

Salam

DhaVe

Curahan Hati, 15 September 2009; 09:45

Advertisements

33 thoughts on “Kontrasnya 2 Sahabat Mudik, Mana yang Kau Pilih…?

  1. dhave29 said: ntar camp bareng sie hehehe…

    @sole; biarkan diriku menghangatkan dia… (pake secangkir cokelat hangat dan biskuit, dengan kobaran api unggun disenja sebelum malam), jadi inget masa romantis dulu hehehe…. ntar tak posting gambarnya… lereng Rinjani, 15 Agustus 2005…

  2. dhave29 said: ntar camp bareng sie hehehe…

    @sole; yo pasti… indah banget waktu itu… menjelang larut malam lebih hangat lagi…. masuk tenda masing-masing, membungkus dengan kantong tidur masing-masing, mimpi bersama dan paginya menikmati matahari terbit ditemani secangkir teh hangat….i miss you hunny… (sayang dikau udah punya orang)

  3. dhave29 said: @lave; aduuh aku mang mudik..? mau naik gunung, motret ma sepedaan hehehe… okedah huny… tak tunggu lebaran taun depan yach…

    @angel; yukkk mari dan terimakasih… salam dari alam hehehe… “ada mbah dukun… sedang asyik memotret pasyennya…. konon katanya, gayanya diguna-guna.. dengan skali jepret..crak..crak….langsung di upload..” hahahaha….

  4. dhave29 said: @lave; aduuh aku mang mudik..? mau naik gunung, motret ma sepedaan hehehe… okedah huny… tak tunggu lebaran taun depan yach…

    @begundal and @alexwes ayo berangkat…gak pake lama… udah syap nie… lets gooo..goooo

  5. dhave29 said: @lave; aduuh aku mang mudik..? mau naik gunung, motret ma sepedaan hehehe… okedah huny… tak tunggu lebaran taun depan yach…

    @vivi… 24 buat anda, 23 buat sulisyk 4 bwt mbin… wah kaya cowok bukingan hahaha… syap serpis anda.. tak hunt dulu ajah…

  6. dhave29 said: @lave; aduuh aku mang mudik..? mau naik gunung, motret ma sepedaan hehehe… okedah huny… tak tunggu lebaran taun depan yach…

    @lala; makasih@andiphe; haha..iyo 2-3 hari lagi tak dolan kesana.. udah kangen aku hehehe.. seger..seger…

  7. dhave29 said: @lave; aduuh aku mang mudik..? mau naik gunung, motret ma sepedaan hehehe… okedah huny… tak tunggu lebaran taun depan yach…

    setiap perjalanan pasti mempunyai ceritanya masing masing…dan cerita itu akan lebih menarik kalo di bagikan… nice posting, Mas!…semoga semua perjalananmu bakal berarti…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s