Fenomena Pengemis dan Atlet Marathon di Balik Tirai Biru Membuat Indonesia Semakin Gebleg

Fenomena pengemis saat ini menarik dicermati dan menjadi fokus pemerintah. Dibeberapa daerah pengemis sudah difatwa haram (Sampangan), bahkan di Tangerang sudah ada perda yang melarang ngemis. Banyak yang menjadikan ngemis sebagai kedok profesi dan hasilnya luarbiasa dari gaji saya. Dengan tayangan dimass media, telah menyingkap perspektif masyarakat tentang pengemis, dan saat ini sudah mendapat pencerahan siapa sebenarnya siapa pengemis tersebut. Pengemis yang benar adanya pengemis menjadi tersingkir karena pola pikir masyarakat yang sudah diracun mass media.

Masih ingat Mardi Lestari atau yang menjadi fenomena saat ini Suryo Agung Wibowo?. Mereka adalah atlet lari kebanggaan Indonesia yang mampu mengharumkan Indonesia dimata dunia. Ternyata orang Indonesia tidak kalah kencang dari orang Afrika, Kenya atau Amerika. Berlari dan berlari untuk yang menjadi yang tercepat guna memdapat medali.

Nah lantas apa hubungannya pengemis dan pelari di Indonesia, hanya orang bego-lah yang menghubungkannya. Saya termasuk satu diantara yang membegokan diri untuk menyambungkan pelari dan pengemis untuk sebuah kebodohan. Hanya mencoba melihat dari sisilain untuk mengungkap sebuah fenomena.

Mencoba menyibak tirai biru yang semakin memasyarakat dan membodohi masyarakat. Banyak yang memakai tirai biru untuk mengemis belas kasihan kepada semua teman yang sudah di approve, di add, bahkan setidaknya memberi tahu tentang kondisinya. Ironis lagi adalah mengemis untuk sebuah keberhasilan dan kemewahan, seperti @thailand, @maem-maem di KaeFCi, @humz cyaNk dan tempat lain yang bikin iri.

Lebih bodoh lagi, orang yang notabene sudah gerang (dewasa) dan poel (tua) menjadi kekanak-kanakan. Capek, enaknya dipijit ah…., Q cdih nie, Ih buneqx luthu2, muup q gk cempulna, dan lain sebagainya. Sungguh naif dan gebleg, di profil kelahiran awal 80an di status mirip anak 5 tahun dalam hati…. “kakeane” (terlalu, sudah tua macem-macem).

Selesai mengiba saatnya lari dari kenyataan yang ada sebenarnya. Saya sering menemuai wajah-wajah yang dipampang diprofil tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dibuat, dipermak dan dipaksa agar lebih wah cantik, imut, macho, cakep menjadi landmark sebuah profil dan sudah lari dari sebuah kenyataan karya penciptaan.

Berlari dari kenyataan juga dipampang didata diri, sungguh kebohongan dan kemunafikan bagi pengguna tirai biru. Yang sudah beranak 2 masih bilang “single”, yang baru diputus “gak berani nampilin statu”, dan banyak lagi yang lainnya. Semua serba dipaksa dan memaksakan diri. Benar-benar sebuah pelarian dari sebuah realita tanpa ada penyadaran sepenuhnya.

Sudah separah inikah memanfaatkan jejaring sosial, kebohongan, kemunafikan, pelarian dan ngemis semua tercurah disana, ditirai biru, walaupun kebanyakan tidak seperti apa yang saya tulis.

Sudah saatnya bijak dalam exploitasi diri dari semua narsisme, aktifitas dan pikiran kita yang dituang dalam status, komentar, profile yang dituangkan dalam tirai biru.

Maaf bagi yang kurang berkenan untuk pecinta FaceBook, dan ini Mulkiply ikut-ikutan buat mencetak pengemis dan pelari-pelari baru.

Salam

DhaVe

Internet Putus, 9-9-2009, jam 09:09:09

16 thoughts on “Fenomena Pengemis dan Atlet Marathon di Balik Tirai Biru Membuat Indonesia Semakin Gebleg

  1. dhave29 said: Capek, enaknya dipijit ah…., Q cdih nie, Ih buneqx luthu2, muup q gk cempulna, dan lain sebagainya.

    @sulisyk: wah virus yang tidak ada obatnya, kecuali internet dicabut kaya dikantor saya hahaha… gara-gara para juragan asyik pesbuk kita bawahan kena dampaknya hahaha… untung mulkipli masih eksis..Wah hetsotnya, banyak yang manggil “mas cangkir Kopi” hehehehe…

  2. dhave29 said: Capek, enaknya dipijit ah…., Q cdih nie, Ih buneqx luthu2, muup q gk cempulna, dan lain sebagainya.

    hehehhee…..it’s a no man’s land….ga ada peraturan baku tentang kaka trama, eh salah, tata krama bersosialisasi di dunia maya… hanya sekedar himbauan saja..belum ada peraturan tetap nya.Hal hal yang Mas Dhanang sebutkan diatas sebenarnya banyak juga ditemukan di real life and real world. Bukan cuman di dunia maya, hanya saja, semua orang berkesan jadi lebih pengecut, lebih sinikal dan lebih sarkastik karena di dunia maya, kita bebas menutupi segala identitas diri yang kita ga mau orang lain tau.Saya termasuk orang yang seperti itu, bahkan orang yang seperti Mas Dhanang sebut diatas.Dan saya ga mencoba untuk men justify diri dalam bentuk apapun. Saya malah setuju dengan pendapat Mas Dhanang… Saya juga sebel ama orang2 yang kayak gitu, terlebih saya lebih sebel kenapa saya bisa jadi salah satu orang yang seperti itu..ya ga parah2 amat kayak “ichhH…ceBeL d, q taDi diKiR4 tiN994L di p3duR3N4n…. ” wuehehhehehehehe…. nulis segitu aja mikir lama gue…hehehhehee…Saya adalah salah satu korban dunia maya…. dan kebiasaan lama itu sulit mati… di MP pun saya masih bisa norak….i need help…hehehhehee….

  3. dhave29 said: Capek, enaknya dipijit ah…., Q cdih nie, Ih buneqx luthu2, muup q gk cempulna, dan lain sebagainya.

    @horotyo….. lha di atas kan saya termasuk yang gebleg itu… memang tidak ada aturan yang baku dalam memainkan privasi diri, tetapi apakah explotasi perlu jor-joran begitu. Saya juga korban dunia maya, tetapi sekarang mencoba untuk lebih realistis apa adanya, memang tidak perlu menutupi atau membuka, cukup menampilkan apa yang ada, its my life style hehehe….Lha kere yo kere, gebleg ya gebleg, gak usah mindah-mindahin status takdir hehe…makasih sudah nambahin dengan panjang lebar… dan ampun bahasa saya tidak gaul, apalagi pakai bermacam karakter yang sulit di eja dan dipahami, kaya anak sekarang update status atau sms sulit dipahami hahahasalam dari kota katropolitan, sembarang

  4. dhave29 said: Capek, enaknya dipijit ah…., Q cdih nie, Ih buneqx luthu2, muup q gk cempulna, dan lain sebagainya.

    khkhkhkhsss….. satu yang saya tau, saya berterima kasih sama MP dan dunia maya laennya… karena disini, saya bisa berkenalan dengan Mas Dhanang dan teman2 yang lain juga….. itu yang menyenangkan….

  5. dhave29 said: Capek, enaknya dipijit ah…., Q cdih nie, Ih buneqx luthu2, muup q gk cempulna, dan lain sebagainya.

    Hehehe.. Stuju mas..Karena tak ada aturan baku, maka jd sesukanya n sebisa mungkin berusaha tampil ‘lebih’.Betul jg bhw hal2 yg ga perlu (menurut saya) dipublish di update status, dll. Hmm.. Tergantung kesadaran aja kali ya.. Tp gmn mo sadar, wong update status aja baru bangun tidur, msh ileren n merem.. (termasuk saya..=)) )Yg kemudian ngajak mbatin:’1d1cHh.. n94p41n k3k 91tchu d1pubL15H..’* fyuhh.. Emg susah nulis bgituan..Tapi… Hmm..I’m one of the ‘geblegers’ too.. =pHal yg menyenangkan adalah ketika sahabat didunia maya kemudian mjd sahabat di dunia nyata.. =D

  6. dhave29 said: Capek, enaknya dipijit ah…., Q cdih nie, Ih buneqx luthu2, muup q gk cempulna, dan lain sebagainya.

    @horotoyo…. bethul mbak menyenangkan juga bisa belajar banyak dari dunia maya… asyik juga nie kenalan ama wong eDyaN tenan, seperti serasa dekat…. like your story… semula berawal didunia maya untuk menuju realita didunia nyata… semoga tidak ada tetesan air mata penyesalan yang ada hanya suka cita… salam…piss Mbak Dyan…@angelinelex; hahaha bener… sudah menjadi berhala dan berhala…. belum bangun saja sudah update status gebleg hahaha… saya juga xixixixi… jadi malu, tetapi yang menyenangkan bisa bertemu dengan anda-anda yang bisa berkawan untuk saling belajar…. makasih mBak Intan…

  7. dhave29 said: Capek, enaknya dipijit ah…., Q cdih nie, Ih buneqx luthu2, muup q gk cempulna, dan lain sebagainya.

    semoga kita bisa terus berteman…. dunia maya terlebih dunia nyata…asal jangan dunia lain…wuehehehhe!!!…

  8. ndiphe13 said: wah bener-bener tirai biru….kena ni aku…hahaha

    terkadang arus yang ada dihati begitu kuat untuk menuangkan semuanya ke media ini, meski disadari betul bahwa itu tidak sepatutnya diungkapkan. “Menelanjangi diri sendiri”, saya pernah mengalaminya tapi syukurlah seorang teman baik sudi menyeret saya dari arus itu…. hingga kini saya terus mengingat pengalaman berharga itu sebagai sebuah pelajaran yang harus saya taati.ulasannya begitu bagus hingga mengenai sasarannya telak… hehehehhee klepek2 nih😀

  9. lalarosa said: terkadang arus yang ada dihati begitu kuat untuk menuangkan semuanya ke media ini, meski disadari betul bahwa itu tidak sepatutnya diungkapkan. “Menelanjangi diri sendiri”, saya pernah mengalaminya tapi syukurlah seorang teman baik sudi menyeret saya dari arus itu…. hingga kini saya terus mengingat pengalaman berharga itu sebagai sebuah pelajaran yang harus saya taati.ulasannya begitu bagus hingga mengenai sasarannya telak… hehehehhee klepek2 nih😀

    hehehe….. baru kena yach hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s