Anjing Memarahi Manusia “jangan sebut namaku sembarangan Suuuu…!!”, bagaimana Manusia Membalasnya?

Dirumah saya memiliki 2 ekor anjing, jenis doberman dan anjing kampung. Nyaris sibongkok dan sibulan yang berjauhan segalanya. Doberman, hitem, tinggi dan galaknya minta ampun, sedang anjing kampung gendut, kecil, lemah gemulai lagi. Tiba saat pembagian jatah makan pagi, terlihat dominasi, dimana Leo sang doberman menyalak ganas “gerrhhhh hough….!!!” kepada Moly anjing kampung. Si Moly juga tidak mau kalah dan tetap saja kalah, hanya bisa meringis sambil euw..euww..euwww…uwuwww… memelas. Gara-gara berebut makanan terjadi hal yang demikian sadisnya, seolah terlupakan 10 menit saat mereka bercanda, saling gigit, tindih, kejar-kejaran sampai bobo bersama.

Saat yang bersamaan tiba saat harus berangkat ngantor, seperti biasa berjalan kaki menuju trotoar disebrang jalan untuk menanti kotak sabun beroda plat kuning. Saat mau melangkahkan kaki di zebracross, didepan ada sedikit insiden, dan membuat rasa penasaran muncul. Ternyata ada seorang mBak-mBak mau tersundut mobil (cukup mewah) dengan dikendarai seorang pemuda.

Terdengar diskusi yang cukup terdengar jelas tentang topik pembicaraan mereka berdua.
“wew…Goblog… MATAMU tarooh mana, mau mati yaa..!!!!” salak sang pemuda
“ndak liat ya… ini sebrakros buat nyebrang, bukan buat nabrak orang..!” mBaknya coba membela diri.
Kemudian yang terjadi mBak-nya mundur ke arah saya dan mobil melaju sambil memberi salam.
“oowww Asu Kowe… modaro kono”…
Hanya elusan dada yang bisa dilakukan mBak-nya tadi.

Saya kira, siapa yang mau jadi orang bodoh dan sial? “tak ada yang berani mengangkat tangan kan? dan berkata akuu….”, tetapi ada orang yang mau menghakimi orang untuk jadi bodoh dan sial “goblog, mau mati yo!”. Nah apa bedanya dengan si Leo dan Moly dibanding dengan mBak dan Mas tadi?. Leo dan Moly memperebutkan makanan, mBak dan Mas memperebutkan jalan, Leo terus menyosor dan mBak e memberikan jalan

Yang menjadi pembeda adalah Anjing dan Manusia. Konflik dalam dunia hewan adalah hal yang biasa, dimana menguasai dan berebut, makanan, betina dan lokasi sudah menjadi hukum alam. Bagimana dengan manusia?. Pepatah mengatakan “malaikat tidak punya nafsu, hewan tidak punya akal budi”. Manusia secara alami bisa menyamai apa yang menjadi trade-mark malaikat dan binatang. Perkataan “aww Asu kowe..modaro kono” (dasar anjing, mati saja sana) apa bedanya dengan “herghhh… haughh..!”, tetapi leo tidak bilang “moly plis deh… mati sana… yuuuukkk….!”. Langkah mundur, memberi jalan dan elusan dada saya kira tidak berbeda dengan malaikat, tanpa dendam, dengan hati tulis, dan mengalah. Nah bagimana jika mbaknya bilang “dasar… bajingan tak punya aturan”, tetapi yang dikatakan “silahkan jalan duluan, maaf Mas saya yang salah”.

Sudah sebobrok inikah hakekat sebagai seorang manusia, ada benarnya juga perkataan “asu kowe”. Tidak berbeda jauh dengan anjing, tetapi Leo dan moly habis berkelahi, setelah kenyang kembali kejar-kejaran, saling gigit, bercanda dan setelah lelah bobok bareng dalam kandang yang hangat, mungkin dalam mimpinya “coba andaikata manusia sedamai kita….”

“MIMPIIII…..Kaleeee….. ayooo bangun …!!!”
“Dasar Asu… molor melulu….”
“lha emang kita disuruh ngapain Suuu… herggh haugh auw..uw..?”

Semoga berkenan…

Kandang Asu, 31 Agustus 2009…

16 thoughts on “Anjing Memarahi Manusia “jangan sebut namaku sembarangan Suuuu…!!”, bagaimana Manusia Membalasnya?

  1. sepertinya fenomena yang wajar di Sem(b)arang…. “Ojo Porek ta (ke)Rek!!!”.. “Ojo Nesu ta (a)Su” heheheeee…eee mengikatkan saya 2 bulan berdinas disana.. xixixiiiiiiii

  2. alexamzah said: sepertinya fenomena yang wajar di Sem(b)arang…. “Ojo Porek ta (ke)Rek!!!”.. “Ojo Nesu ta (a)Su” heheheeee…eee mengikatkan saya 2 bulan berdinas disana.. xixixiiiiiiii

    ow..begitu ya…. hehe… dasar sembarang hehehe…. piss Om…

  3. alexamzah said: sepertinya fenomena yang wajar di Sem(b)arang…. “Ojo Porek ta (ke)Rek!!!”.. “Ojo Nesu ta (a)Su” heheheeee…eee mengikatkan saya 2 bulan berdinas disana.. xixixiiiiiiii

    Kata anjing k manusia : “yo man, ngapain nyebut2 nama gw man…jgn mencemarkan nama baik gw man.. Kita Piss aj man.. Rasta fara..hahaha..!”

  4. alexamzah said: sepertinya fenomena yang wajar di Sem(b)arang…. “Ojo Porek ta (ke)Rek!!!”.. “Ojo Nesu ta (a)Su” heheheeee…eee mengikatkan saya 2 bulan berdinas disana.. xixixiiiiiiii

    @vivi: hahaha…. piss mBak…. makasih

  5. alexamzah said: sepertinya fenomena yang wajar di Sem(b)arang…. “Ojo Porek ta (ke)Rek!!!”.. “Ojo Nesu ta (a)Su” heheheeee…eee mengikatkan saya 2 bulan berdinas disana.. xixixiiiiiiii

    khkhkhsss…cerita yang bagus…. hehehhee…. saya pun pribadi ga akan marah kalo dikatain “Sapi”…. (berhubung badan saya besar, banyak yang ngatain saya Sapi)… soalnya Sapi itu mulia banget…. ga salah apa2 tapi dia terima nasib buat dikorbankan… tiap taon, keluarganya harus ada yang mati… buat ngasih makan kaum yang kurang beruntung…. saya ga marah dikatain Sapi…malah senang….

  6. alexamzah said: sepertinya fenomena yang wajar di Sem(b)arang…. “Ojo Porek ta (ke)Rek!!!”.. “Ojo Nesu ta (a)Su” heheheeee…eee mengikatkan saya 2 bulan berdinas disana.. xixixiiiiiiii

    @harataya: hehehe… aku malah dijuluki kebo gering, udah kurus, kering, item kalo maen bola gak bisa belok larinya… kuterima, karena di Toraja kebo lambang status seseorang, bagaimana dengan kebo gering?

  7. alexamzah said: sepertinya fenomena yang wajar di Sem(b)arang…. “Ojo Porek ta (ke)Rek!!!”.. “Ojo Nesu ta (a)Su” heheheeee…eee mengikatkan saya 2 bulan berdinas disana.. xixixiiiiiiii

    terima saja… toh semua itu hanya sebutan…. kalo diurut urut, banyak banget nama2 ejekkan gue kecil dulu..malah pernah gue disorakin ama satu kelas “orang gila! orang gila!” waktu SD dulu… gue inget banget…. cuman gara2 gue didandani kepang dua ama nyokap dan dipakein kaos kaki setinggi lutut… tapi emang dasar gue gebleg, gue malah cengangas cengenges..ampe guru gue bingung kok gue ga marah minimal nangis… pas ditanya ama guru gue, gue cuman bilang “kan enak bu, disorakin orang banyak..”terserah dah pada mau bilang apa…. indahnya dunia kalo kita semua belagak tuli dengan cemooh2 orang lain…hehehhehehe…. *status: EGP*

  8. alexamzah said: sepertinya fenomena yang wajar di Sem(b)arang…. “Ojo Porek ta (ke)Rek!!!”.. “Ojo Nesu ta (a)Su” heheheeee…eee mengikatkan saya 2 bulan berdinas disana.. xixixiiiiiiii

    @harataya; orang gila..orang gila… sekarang bener jadi seorang eDyaN… sama kita senasib…@mbam; melok dadi eDyaN yo Cak… heheheheee?

  9. dhave29 said: @harataya; orang gila..orang gila… sekarang bener jadi seorang eDyaN… sama kita senasib…

    aku pikir, manusia yg merendahkan manusia lain sejajar dengan hewan, dirinya tidak lebih tinggi dari orang yg direndahkan…..kan wujudnya samašŸ˜€ juga tabiatnya karena lidahnya sendiri…….menungso oh menungso….

  10. dhave29 said: @harataya; orang gila..orang gila… sekarang bener jadi seorang eDyaN… sama kita senasib…

    Itulah penduduk negriku…Kalo di Luar Negeri, yg namanya zebra cross, padestrian sangat di takuti pengendara mobil. Kalo sampe nabrak orang/nyrempet di area ini … waduh… dendanya berat dan bisa bisa di bui…

  11. dhave29 said: @harataya; orang gila..orang gila… sekarang bener jadi seorang eDyaN… sama kita senasib…

    @xblackstone; kapan ya… infantri (pejalan kaki) dihormati, bukan dikesampingkan… maluu negeri ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s