Puasa Menanam Berkah atau Musibah..?

Mahluk hidup untuk dapat terus bertahan hidup harus bisa adaptasi dengan lingkungannya. Saat ini saya benar-benar survive untuk bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada. Apabila sesehari disuguhi makanan minuman yang melimpah dan tinggal tukar uang, sekarang sudah tiada lagi.

Bulan penuh berkah bagi umat Muslim, sedikit musibah musibah bagi saya, tetapi banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kondisi yang ada. Lain dari yang lain atau sudah salah kaprah saya melihat fenomena yang ada saat ini. Makna dari puasa apakah sudah bergeser atau memang diselewengkan bahkan ada yang tidak tahu, nah saya juga kurang mengerti.

“apabila engkau berpuasa, hendaklah Tuhanmu yang tahu, basuhlah mukamu, minyakilah rambutmu agar orang tidak tahu jika engkau berpuasa”. Secuil penggalan dari Alkitab, yang menjadi pemahaman saya. Logika kesehatan, puasa bertujuan untuk mengisirahatkan sementara organ pencernaan, logika logistik tentu saja untuk penghematan pangan tentunya.

Beberapa anjuran saat berpuasa yang acap kali terdengar dimedia massa seolah hanya menjadi pelengkap berpuasa. Beramal atau bersedekah dibulan Ramadhan, harus memilah dan memilih siapa yang mau dikasih sedekah, sebab banyak pengemis yang hidupnya jauh lebih mapan. Berjalan apa adanya, tetapi yang terlihat sebaliknya, kinerja menurun, malas-malasan, tidur (walau dikatakan sebagai ibadah, bagaimana kalau berlebih?), dan hal lain yang tidak sesuai dengan keseharian, semua dihiasi dengan “maaf saya sedang puasa”, bukannya semua orang tahu anda sedang puasa.

Fenomena yang menarik adalah peningkatan nilai gizi masyarakat. Aneh, “puasa kok tambah gendut” kata teman saya. Sahur dijejali dengan makanan 4 sehat 5 sempurna, berbuka balas dendam 2x porsi makan sesehari. Nah perhatikan ibu-ibu, banyak yang mengeluh uang belanja kurang saat puasa tiba?. Nah apa bedanya dengan uang belanja saat tidak berpuasa?.

Menu istimewa menjadi alasan, setelah seharian menahan lapar mari kita berbuka yang istimewa, nah itu yang membuat belanjaan bengkak. Saya yang kadang tidak ikut berpuasa jadi bisa ketiban berkah setiap hari. Mungkin ide saya, bulan puasa berselang setiap bulan, betapa indah dunia ini.

Puasa bisa saya analogikan dengan memindah jam makan dan memperpanjang masa vakum disaluran pencernaan, dalam dunia kedokteran, Pasien harus berpuasa dahulu sebelum masuk dapur operasi. Kondisi demikian sebenarnya tidak ada bedanya dengan keseharian, makan 3x sehari dengan menu yang ada, tetapi dirubah cukup 2X dengan menu yang ada pula. Nah apabila bisa dilaksanakan, idealisme puasa Insya Allah terlaksana denga benar, walaupun harus dibumbui beberapa perlakuan khusus.

Secara religi, dengan berpuasa diajarakan untuk bisa mengendalikan diri dari segala hal. Hakekat manusia yang memiliki lambung dan nafsu yang besar, Tuhan memerintahkan untuk bisa dikendalikan dengan memberi pelajaran selama 1 bulan penuh untuk menjalankan 11 bulan didepannya, dan nantinya akan dievaluasi 1 bulan didepannya. Berpuasa adalah menabung kemenangan, yaitu dengan mengalahkan diri sendiri dari sifat dasar manusia. Kemenangan dengan mengalahkan diri sendiri akan ditutup dengan membukan pintu maaf dan merendahkan diri untuk bersujud minta ampunan.

Sudahkan, kita bisa Mengalahkan Diri Sendiri, sebagai hakekat puasa, atau tetap berkata “Heeee…!!! Aku sedang puasa, jangan macam-macam kamu….!!!”

Mohon maaf bagi yang kurang berkenan, saya hanya mencoba melihat dari sisi yang berbeda.
Selamat menjalankan ibadag Puasa sodaraku, raihlah kemenangan dengan mengalahkan diri sendiri…. saya tunggu fitrah dan THR-nya…

Salam

DhaVe

Pintu kost, kaget suara SaHuuuurrrrr……. 26 Agustus 2009 03:00

17 thoughts on “Puasa Menanam Berkah atau Musibah..?

  1. @arief; wadooh Gimana Om.. minum sereal yang isinya oat, susu, gandum, remukan roti… hah itu mah lebih kenyang dari makan nasi.. ditambah minum buah… dah 4 sehat 5 kerupuk nie… ayao banyak minum biar gak dehidrasi, nafsunya di ganti untuk berkarya dan berbuat baik buat sesama Oke Om…

  2. @vivi: saya kira santan kandungan LDL (low density lipid)/kolesterol jahat sedikit.. berbeda dengan kolak jeroan kambing hehehe… ya kalau semua pada porsinya saya kira baik hehehe…Cak Alex sedang mencari pencerahan untuk kembali memotret, pasca merit masih ilfill hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s