Anak TK Mengendarai Motor di Jalanan

Pagi ini berangkat kekantor sungguh memuakan apabila melihat kaca jendela Bus umun yang saya naiki. Saya melihat anak-anak kecil bersliweran naik motor, sungguh pemandangan yang tragis dan ironis sekali. Apakah ini sudah pertanda evolusi yang prematur atau sudah berhentinya evolusi manusia?. Saya melihat kemunduran moral dan mental manusia yang kian masuk dalam jurang periketidakmanusiaan.

Sifat dan mentalitas anak kecil terlihat pada manusia dewasa yang memakai jalan umum. Saya memberanikan menyebut seperti anak kecil bahkan tidak lebih dari anak kecil. Mungkin anda pernah melihat tayangan i”m no more from 5th grader, dimana orang dewasa disuruh mengaku tidak lebih pandai dari anak kelas 5 Sekolah Dasar.

Saat ini kondisi tersebut jelas ada, bahkan tidak lebih dari anak-anake TK bunga matahari (kawanya Shinchan). Sifat dilayani, didahulukan, tidak mau mengalah, dan tidak mau di atur menjadi sifat dasar manusia sejak lahir ke dunia. Pelan-pelan sifat dasar tersebut dikikis oleh orang tua, dunia pendidikan dan pelajaran moral agama.

Pada saat ini sifat dasar tersebut kembali menjangkiti orang-orang dewasa. Lihat saja contoh pengendara motor, saling serobot, saling mendahului, naik ke trotoar agar bisa paling depan. Sungguh sifat kekanak-kanakan yang menyebabkan masalah yang kronis. Rambu lalulintas seakan menjadi hiasan jalan raya, polisi yang serak karena tersedak peluit seakan dijadikan anjing penjaga (tak lihat, lewat saja).

Saya mencoba antre naik angkutam umum, tetap saja hampir mau disikat motor ketika sudah mau nyebrang di zebra cross. Apabila mendengar teman-teman yang pulang dari negara tetangga dan membicarakan dunia lalulintas, negara kita bak jaman purbakala dan jahiliyah ketika dijalan raya. Tidak punya aturan, menangnya sendiri, menguasai, tidak mau mengalah, nah tidak berbeda dengan manusia purba yang masih menganut paham jahiliyah dan terlempar didunia modern.

Coba dan berandai-andai, saling mengalah, menghormati, tertib, melayani, mendahulukan yang didepan, dan tahu akan aturan…oh alangkah seperti singapura ini jalan raya. Nah bagaimana mendidik orang yang kekanak-kanakan… mungkin hukum alam yang menyadarkan “accident” semoga tidak terjadi.

Maaf yang tadi mau menubruk saya di Zebra cross… anda mungkin buru-buru dan saya ditempat yang salah…

Salam

DhaVe

Bus Damri, 24 Agustus 2009, 08:20

11 thoughts on “Anak TK Mengendarai Motor di Jalanan

  1. Krn ke-Aku-an yg slh kaprah. Maunya didahulukan seakan dirinya punya urusan plg pntg sedunia. Hehe.. Mari Belajar sabar di jalan raya, dimulai dari diri kita… Ocree.. *ke-Aku-an itu cuma milik Tuhan, bukan manusia*

  2. @lave; yups jadi malu dengan bangsa sendir.. apa yang mau dibanggakan… makanya saya tidak mau seperti itu… ntar kaya Ali Topan hehehe… makasih.. kasih contoh yang tertib yaaa?

  3. @arifkur: setuju Om… mereka yang ngawur di jalan sedang kesurupan… gak sadar sama sekali… kesadaran hanya sebatas angan yang mengangkasa nan jauh disana…

  4. @vivi; setuju mbak… ya seharusnya begitu… kalau semua berjalan baik niscaya alangkah indahnya, tetapi kalau semua baik saya ndak posting tow.. gak ada bahan hehehe… trims udah maen dan makasih buat apresiasinya… salam tertibbbb

  5. @pilar; udah sampe OM, jam08:$45, telat sieh.. bingung cari alasan… makanya tak kasih link disini aja biar tau kenapa saya terlambat…(sambil menunjuk parkiran sepeda motor)

  6. @pilar; udah sampe OM, jam08:45, telat sieh.. bingung cari alasan… makanya tak kasih link disini aja biar tau kenapa saya terlambat…(sambil menunjuk parkiran sepeda motor)

  7. @dhave..mentalitas bangsa kita yg sdh trn grade menjadi anak TK,ehm cb ke jkt lebih serem lg kl di jln raya,tdk ada kata takut mati.td siang aja mobilku br aja nabrak motor yg ngebut di kompleks ruko dkt kantor,tetap aja mobil disalahin…otaknya ditaruh di pantat jd didudukin mulu makanya gak pinter2…sori ini kasar tp itu fakta..

  8. @trexma: wow… turut berduka atas musibahnya… iehh aku kalo disuruh dinas ke Jakarta paling ogah… ampunn mending di suruh ke pesisir pantai atau kota kecil… di jakartas stres bukan karena kerjaan, tapi karena jalanan… semoga bisa jadi pelajaran buat kita semua.. makasih Om…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s