Sehat Berkat Berkalung Termos Menjinjing Rantang

Masih ingat ketika duduk dibangku Taman Kanak-kanan dulu. Setiap hari berangkat sekolah tidak pernah lupa untuk membawa bekal makanan dalam lunch box (tepak) dan sebotol air minum (gembes). Orang tua melarang untuk jajan, dengan alasan makanan tidak sehat, biar belajar hidup hemat dan yang pasti tidak punya uang, karena berlatar tidak mampu (bisa sekolah TK saja sudah bagus).

Menginjak SD, SMP dan SMA kebiasaan membawa rantang dan termos ke Sekolah tidak berlaku lagi dan sirna sudah. Alasan klasik adalah malu, gengsi dan tidak praktis, “masak harus kalungan tremos dan menjinjing rantang, apa kata teman”. Nah makan siang di Sekolahan berganti dikantin bersama teman-teman sambil disertai canda tawa. Walau hanya minum teh hangat dan gorengan sudah memberikan rasa kenyang, padahal lebih kenyang kalau bawa bekal sendiri.

Menginjak kuliah, saya kembali ke Taman Kanak-kanak lagi, ada beberapa hal yang mendasari kenapa harus menenteng rantang dan termos. Hidup sehat coba saya terapkan dengan mengutak-atik menu makanan. Terinspirasi dari seorang Dosen jebolan Belanda, setiap hari selalu menenteng rantang dan termos untuk bekalnya, sedangkan dosen lain asyik dikafetaria disaat jam makan. Hampir sekitar 7 tahun saya di ajar oleh dosen tersebut, dan dari catatan saya “TIDAK pernah ABSEN, kecuali dinas luar”.

Sungguh luar biasa bisa bikin sengsara mahasiswa dan dosen lain seringkali bolos, alasan sakit, tidak enak badan, meriang dan lain sebgainya. Nah rahasia sang dosen sakti tersebut adalah perut. “sumber segala sesuatu ada diperut dan pikiran”, jadi apa yang kita makan dan apa yang kita pikirkan untuk apa yang kita lakukan, itulah sumbernya. Nah perut sebagai pusat energi dan pikiran sebagai pusat komando memegang peranan penting.

Kunci rahasia adalah dipola makan dan pikir. Dari pola makan, jelas dia manusia rantang dan dosen, tanpa mengkesampingkan masakan orang lain. Dia meracik sumber energinya sendiri, sesuai dengan kebutuhan dan porsinya, sungguh luar biasa bisa mengetahui derajat kemampuannya. Dari pengalan tersebut saya mencoba mengaplikasikan pada diri saya, sodara, dan keluarga dan hasilnya luar biasa.

Pagi berangkat kerja sambil menenteng botol alumunium berusia 5 tahun yang dari luar nampak penyok, kumal dan ancor. “mbok diganti dengan yang baru?” kadang ledek teman kantor. “wah ini botol penuh sejarah, kemana naik gunung, hunting, kerja, kuliah selalu menemani disaat berharga” nah itu alasan kenapa tidak saya ganti.

Hemat, aman dan sehat itu menjadi moto saya. Hemat, karena saya cukup nyedot dari galon air mineral kantor, coba dibayangkan apabila saya harus beli air mineral boto, berapa duit yang saya keluarkan untuk 1 hari 4-6liter air. Aman, karena anti pecah, anti karsino genik (dari alumunium), anti maling (tak mungkin ambil botol jelek). Sehat, karena gampang dicuci, cukup dengan air panas, tidak berasa, berbau, bocor, dan bisa jadi pemberat tas (otot pundak terlatih).

Saat ini bertebaran air mineral dari botol, kalau dihitung ekonomis harga yang dibayarkan paling banyak adalah untuk botol pengemas daripada air mineralnya. Jadi kalau beli ADK (air dalam kemasan) sama saja beli botol bonus air, nah alangkah baiknya dengan modal botol yang aman, kita bisa ambil air sehat dan murah tentunya. Keuntungan lain adalah akumulasi sampah berkurang, budaya hidup hemat dan sehat terbentuk (ajarkan pada junior sedini mungkin, saya sudah coba).

Saatnya merubah pola hidup yang bersinergi dengan alam, hidup murah ternyata bisa sehat dan aman kok….

Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan…

Salam

DhaVe

Safari Ijo, 8 agustus 2009, 14:15

7 thoughts on “Sehat Berkat Berkalung Termos Menjinjing Rantang

  1. @jarody: iyo Om… ni aku mulai meracuni juniorku buat bawa termos kemana-mana…. buat apa gengsi kalo termosnya swiss army atau victorinoc hehehe… apapun minumannya tetap gendong termos… hehehe makasih yow buat apresiasinya.. salam

  2. vivianaasri said: Sepakat! *pembawa tumbler isi air putih stiap saat*

    @alex… setuju… habis makan getuan langsung infantrian makin tambah sehat, jare Rudy “kon pernah meriang paska infantrian yo Cak” hehehe… racun masih dalam proses ituu…

  3. vivianaasri said: Sepakat! *pembawa tumbler isi air putih stiap saat*

    @alex… setuju… habis makan getuan langsung infantrian makin tambah sehat, jare Rudy “kon pernah meriang paska infantrian yo Cak” hehehe… racun masih dalam proses ituu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s