Gadis Ayu Jual Dawet (reportase kuliner PRPP)

Band Cendol? masih ingatkah itu… ya Kangen Band mendapat predikat seperti itu, karena salah satu personilnya berjualan cendol. Lantas bagaimana begitu kangen Band sudah terkenal, uang melimpah dan menjadi idola para remaja. Ungkapan Band Cendol kian lama semakin surut tergerus oleh kepopuleran Andika dan kawan-kawan.


Nah bagaimana dengan penjualan cendol betulan, apakah menjadi fenomenal seperti kangen Band?. Dawet Ayu Banjar Negara coba saya angkat dalam secuil artikel lepas kantor. Minuman khas Banjarnegara mengambil hati tersendiri dikalangan masyarakat diberbagi daerah. Begitu melihat orang mendorong kereta atau memikul rombong dengan tulisan Dawet Ayu Banjarnegara dengan logo Semar- Gareng yang menjadi ciri khasnya.

Kenapa disebut Dawet Ayu Banjarnegara, kenapa tidak Dawet Segar, Dawet Manis dan yang lainnya. Ditilik dari sejarahnya, Dawet Ayu pada mulanya dijual oleh sesosok gadis manis. Logos Semar dan Gareng, dua personil Punokawan menjadi ciri kahs-nya dibanding dawet-dawet lainya. makna filosofinya adalah, Semar dan Gareng sebagai simbol rakyat jelata yang mengabdi kepada kaum besar. Simbol tersebut bisa dimaknai, Dawet Ayu bisa dinikmati dari kaum kelas bawah sampai dengan kaum kelas atas.

Dawet ayu dengan komposisi; cendol, santan, air gula, es batu dan kadang ditambah durian memberikan sensasi tersendiri bagi penikmatnya. Nah sudah enak, terus yang jual Ayu-Cantik bagaimana? mana ada gadis cantik jualan dawet hehehe…


Jangan salah, saya sudah menemukan contohnya, bahkan kontak personnya. Rasa dawet yang kleler-kleler di leher dan memberikan sensai di lidah ditambah bonus gadis ayu, semakin betah pembelinya. Apakah ini trik dari sebuah marketing atau karena situasi kondisi saja? , tanya saja kepada penjualnya. Kalau tidak percaya, silahkan datang di stand kabupaten Banjarnegara di ajang PRPP semarang. Selamat menikmti dawet Ayu dan mbak ayu, jangan lupa bayar dan foto bareng, siapa tahu dapat nomer ponselnya. Tidak Percaya… TERBUKTI….

salam

DhaVe

Barisan patah hati, lab mikro, 7 agustus 2009; 17:05

4 thoughts on “Gadis Ayu Jual Dawet (reportase kuliner PRPP)

  1. alexamzah said: hahahahaaa… kok sama ma foregrounnya… dawet ayu po dawet asu?

    hush.. mboten pareng nulis Su ya Su…. hehehe…. doyan gak mbe dawete mbak,,e.. gretong dan bisa putu bareng hayooo…..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s