Sadar Kalau Makan Racun

Bahan pangan yang sehat dan aman menjadi idaman bagi semua orang. Disaat isu formalin mereda, masyarakat seolah terlena dengan kondisi yang ada. Tingkat kepekaan dalam memilih jenis-jenis bahan pangan juga sudah mulai menurun. Masyarakat boleh pahan dan getol memerangi formalin, tetapi bagaimana dengan jenis makanan berpengawet yang lain? tahukan masyarakat.

Hampir semua kalangan masyarakat di Jawa kususnya pernah menikmati krupuk nasi (karak/Jawa), pecel, gendar, lontong dan lain sebagainya. Beberapa produk diatas acapkali memakai bahan pengawet yang disebut borax, dan dalam bahasa jawa dinamakan bleng. Borax atau bleng disebut juga sebagai natrium biborat, piroborat yang berbentuk batangan berwarna kuning. Rasa yang dihasilkan asin dan getir. Borax dihasilkan dari pemurnia air ladang garam kawah lumpur, dan Bledug Kuwu, Purwodadi menjadi penghasil salah satunya.

Apa peranan borax dalam mengawetkan bahan pangan? kontribusinya diantaranya; anti bakteri, pengeras, pengeyal, mempertahankan warna dan tekstur, mempercepat proses pemasakan. Dampak yang ditimbulkan borax, tidak secara langsung dirasakan, tetapi komulatif. Gangguan pencernaan (mual, muntah), gangguan pernafasan, gangguan syaraf dan apabila sudah terakumulasi maka kangker mulai muncul.

Borax banyak digunakan diindustri krupuk nasi/karak. Pengolahan karak dimulai dengan merebus nasi atau nasi sisa (biasanya) dengan ditambah bleng kemudian diaduk, setelah itu adonan ditumbuk sampai menjadi kenyal dan setelah dingin di iris tipis lalu dijemur. Bahan karak yang telah kering kemudian di goreng dan jadilah krupuk nasi atau karak.

Ditempat lain, bleng digunakan untuk campuran membuat ketupat dan lontong, alasannya ketupat atau lontong lebih kenyal dan tahan lama, begitu juga dengan bakso. Di Warung Padang, ada yang memasak daun singkong ditambah borax, dan hasilnya daun singkong lebih cepat empuk, warna tetap hijau dan tahan lebih lama, begitupula dengan pedagang pecel dimana toge dan sayuran diperlakukan sama dengan daun singkong.

Pemerintah melalui BP POM telah melarang penggunaan borax dalam bahan pangan, tetapi lagi-lagi terganjal budaya kuliner. Masyarakat seolah enggan berpindah dari bleng, karena belum ada penggantinya. Tingkat pengetahuan masyarakat yang relatif kurang berbanding lurus dengan upaya pemerintah yang angin-anginan. Beberapa beranggapan “enak kok dilarang?”, “mulut..mulut saya sendiri”, kalau sudah begitu repot jadinya. Banyak yang tidak sadar dan peduli kalau sedang mengkonsumsi racun, ibarat bom waktu yang dihitung mundur, tetapi tidak tahu kapan meledaknya.

Nah apakah karak didepan kita akan kita diamkan saat menikmati soto lalu bertanya “pak… itu karaknya buatnya pakai bleng..tidak?”. Apakah saat di warung Padang menjadi paranoid terhadap daun singkong dan menjadi anti terhadap ketupat lontong, dan menghindar dari pecel toge?. Semua berpulang pada kita, paling aman masak sendir, tidak enak bukan masalah, toh cuma lidah yang merasakan, yang penting aman.

Mohon maaf bila kurang berkenan…

Salam

DhaVe

Mie Mugas, 6 Agustus 2009 22:45

10 thoughts on “Sadar Kalau Makan Racun

  1. Gara2 minum cendol di pasar salatiga, saya kemasukan bakteri salmonella typhosa. Opname deh di rumah sakit :pIye benar, di tempat saya banyak yg jual ketupat yang kenyal empuk gak normal. Judul ketupatnya adalah “Kupat Tahu Padalarang”

  2. mbin034 said: Gara2 minum cendol di pasar salatiga, saya kemasukan bakteri salmonella typhosa. Opname deh di rumah sakit :pIye benar, di tempat saya banyak yg jual ketupat yang kenyal empuk gak normal. Judul ketupatnya adalah “Kupat Tahu Padalarang”

    wadooh… bentar jangan claim cendol dulu,,, bukanya anda makan di pinggil polder juga? udah cuci tangan kah? salmonela banyak sumbernya, bukan berarti claim cendol sebagi sumbernya kan? hehehe jus kidding Om…kan lebih baik hati-hati aja dah..

  3. mbin034 said: Gara2 minum cendol di pasar salatiga, saya kemasukan bakteri salmonella typhosa. Opname deh di rumah sakit :pIye benar, di tempat saya banyak yg jual ketupat yang kenyal empuk gak normal. Judul ketupatnya adalah “Kupat Tahu Padalarang”

    Ya bisa cendol, bisa juga nasi gudeg. Inkubasi kan 7 hari, pas hari ke 7 kena flu juga. Mangkanya bakteri typhoid-nya bisa meraja lele. Typhoid B jadi usus belum luka.

  4. mbin034 said: Ya bisa cendol, bisa juga nasi gudeg. Inkubasi kan 7 hari, pas hari ke 7 kena flu juga. Mangkanya bakteri typhoid-nya bisa meraja lele. Typhoid B jadi usus belum luka.

    hahaha… gak jaga kesehatan seh… hayoo..? masak pelari terkapar gara-gara cendol, dengan predikat triathlon hehehe……

  5. mbin034 said: Ya bisa cendol, bisa juga nasi gudeg. Inkubasi kan 7 hari, pas hari ke 7 kena flu juga. Mangkanya bakteri typhoid-nya bisa meraja lele. Typhoid B jadi usus belum luka.

    Ya namanya juga alam semesta, saya kan gak hidup sendiri. Ada kuman, bakteri, virus, mereka suka2 ajah masuk ke sistem tubuh dan memporakporandakan semua organ di tubuh. Oh iya, sekedar info, banyak juga pelari yang mati gara2 kangker ato serangan jantung.

  6. mbin034 said: Ya bisa cendol, bisa juga nasi gudeg. Inkubasi kan 7 hari, pas hari ke 7 kena flu juga. Mangkanya bakteri typhoid-nya bisa meraja lele. Typhoid B jadi usus belum luka.

    @mbin; anda benar, jadi hubungan kita kadang sinergis kadang pula antagonis, terutama untuk mahluk-mahluk kasat mata. Nah masalah hidup mati sudah ditanganNya…

  7. mbin034 said: Ya bisa cendol, bisa juga nasi gudeg. Inkubasi kan 7 hari, pas hari ke 7 kena flu juga. Mangkanya bakteri typhoid-nya bisa meraja lele. Typhoid B jadi usus belum luka.

    Benul. Plg aman masak sndri. Tp kl gk msk, y jajan aj. Hehe.. *perut mahal, gk blh jajan sembarangan, gampang diare + kena thypus*

  8. alexamzah said: gmn klo racun strobish? apakah juga yang termasuk berbahaya?

    oy..iya jelas…tidak baik untuk orang waras… ntuh obat buat yang rada-rada Gemblung kaya aku.. sampean juga tentunya..mana racunnya.. udah kebelet nie…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s