Tukul Arwana Mengajar di SMP Berstandar Internasional

Tahun ajaran baru sudah dimulai, kelas baru teman baru bagi yang masih duduk dibangku sekolah, sedangkan di bangku kuliah selamat menikmati masadepan baru. Saat menyaksikan berita disalah satu televisi Lokal dikota semarang, tidak tahu mengapa rasa muak ini timbul terhadap isi beritanya.

Pewarta mengemukakan “untuk masuk SMP berstandar Internasional yang “bilingual” siswa diwajibkan memiliki laptop”. Jegleeerrr bak disamber kereta ditengah jalan tol. Sungguh pernyataan yang membuat bulu kuduk berdiri membangkitkan amarah.

Yang membuat jengkel, kenapa diwajibkan punya laptop? buat apa itu alat, terus apa keunggulannya?. Apakah sistem pendidikan sudah memanjakan dan memaksakan anak didik dengan teknologi?. Laptop, note book, komputer jinjing atau apalah namanya, apakah sudah menjadi kebutuhan mengalahkan buku tulis. Apakah gara-gara embel-embel sekolah berstandar internasional.

Pendidikan saat ini menurut saya adalah bagaimana kepribadian anak, ahklak, tingkah laku dan pola pikir itu bukan dikembangkan. Hal-hal tersebutlah yang tentunya diutamakan terlebih dahulu, bukannya pelajarna teknologi informasi, biar tidak ketinggalan jaman. Hah… apanya yang ketinggalan?

Untuk mempelajari dan menjalankan Laptop tidak perlu sekolah berstandar Internasional cukup main ke mall, warnet, tau ke game center, atau lembaga pendidikan sudah cukup, walau cuma untuk ngetik atau fesbukan saja. Yang menjadi wacana, bagimana memanfaatkan laptop untuk hal positif dan teraraf.

Gengsi sekolah, gengsi siswa, tetapi menjadikan manusia yang sulit diarahkan dikendalikan, sebab sudah merasa wahhh… aku bisa. Bisa apa….? Bayangkan masuk bangku SMP sudah dijejali Laptop,dan fasiltas yang serba instant. Apalagi sekolah sudah disediakan hotspot atau area berinternet, maka berdukalah para pustakawan, sebab sebentar lagi akan tutup. Cari tugas dari guru, cukup menjelajahi laman google atau wikipedia, nah bagaimana dengan buku teks?. Buku teks yang seyogyanya memaksa siswa untuk mencari, memilah dan memilih sudah digantikan mesin pencari yang didalangi laptop.

Pendidikan yang merupakan sebuah proses sudah terpotong mata rantainya dengan gunting yang menamakan diri teknologi. Jangan-jangan nanti guru digantikan oleh tutorial dari dunia maya?. Olah raga digantikan game online, menggambar diambil alih potosop, matematika diganti software, geografi ditendang google earth, dan RPUL disikat habis wikipedia. Tidak ada yang tidak ada, semua ada disana, silahkan pilih dan kunjungi.

Kembali ketopik didepan, nah untuk anak orang mampu tidak menjadi masalah, nah bagaimana kalau ada OCUK, otak cukup uang kurang, alias tidak mampu. Sungguh ironi dunia pendidikan, disaat pemerintah menggemborkan sekolah gratis agar seluruh rakyatnya melek pendidikan, malah ada yang bikin ulah dengan sekolah berlaptop.

Apakah sudah saatnya bersekolah dengan komputer jinjing, lha gurunya nyalakan komputer berbasis DOS saja berkeringat dan glagepan….? Mirip Tukul Arwana yang berhiaskan teknologi tetapi tidak bisa memanfaatkan secara optimal, apakah nanti akan ada anakan arwana jebolan SMP SI…. “kembali ke laptop”

mohon maaf bila kurang berkenan, cuma inspirasi dimalam yang susah tidur.
Ahklak Tanpa Ilmu itu Lemah, Ilmu tanpa Ahlak itu Buta

Salam

DhaVe

emper kost, 28 Juli 2009, 22:01

15 thoughts on “Tukul Arwana Mengajar di SMP Berstandar Internasional

  1. aguschristiant said: Biaya masuknya berapa neeh yah??pasti ajib gila..hahahaha…

    @vivi; itulah mahalnya pendidikan, komersialisasi pendidikan… padahal sekolah berkwalitas di negeri sebrang sana gratiiis…. yang bodo siapa sekarang…?emang dengan 6juta anak 3 tahun langsung pinter? pendidikan di awali dari keluarga katanya begituuu…

  2. aguschristiant said: Biaya masuknya berapa neeh yah??pasti ajib gila..hahahaha…

    @agus; hacker… SMA dah telat tuh… hacker ntuh smp dah mahir… sapa tuh anak australia ma amrik yang ketangket jadi hacker, padahal baru 13 tahun…. hehehe… lha kita-kita yang udah lama megang laptop ma kompi saja susahnya minta ampunn buat ngertiin semua hehehe….makasih bradher atas kunjungannya… yang pasti SMA jadi tambah piinter weheheheh

  3. dhave29 said: Jegleeerrr bak disamber kereta ditengah jalan tol.

    coba visit http://www.greenschool.orgkeren deh.semua orang sibuk dengan sekolah standar internasional (dengan fasilitas high tech tapi guru gaptek mendingan makan lotek aja).nah ini bule.. sibuk dengan sekolah di alam.um.. beda sama sekolah dik doank.tapi aneh yah.. bule bikin sekolah di ubud.anyway busway.. coba liat deh.menurut saya sih konsepnya keren.

  4. timezoneofpii said: coba visit http://www.greenschool.orgkeren deh.semua orang sibuk dengan sekolah standar internasional (dengan fasilitas high tech tapi guru gaptek mendingan makan lotek aja).nah ini bule.. sibuk dengan sekolah di alam.um.. beda sama sekolah dik doank.tapi aneh yah.. bule bikin sekolah di ubud.anyway busway.. coba liat deh.menurut saya sih konsepnya keren.

    coba deh meluncur…..

  5. timezoneofpii said: coba visit http://www.greenschool.orgkeren deh.semua orang sibuk dengan sekolah standar internasional (dengan fasilitas high tech tapi guru gaptek mendingan makan lotek aja).nah ini bule.. sibuk dengan sekolah di alam.um.. beda sama sekolah dik doank.tapi aneh yah.. bule bikin sekolah di ubud.anyway busway.. coba liat deh.menurut saya sih konsepnya keren.

    gengsi mengalahkan prestasi.buku teks akan tetap memiliki penggemar sendiri jhe, jo kuatir…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s