Puncak 03.30 menit Haaah… 03.10

Minggu ini terasa lelah sekali, bahkan dibayangkan saja buat otak ini tambah stress. 4 Hari digenjot dikantor untuk kejar target ekspor. Masuk kerja pukul 6.30 pulang 18.00, dan hampir 6 jam hidup dijalan raya untuk mobilitas. Jumat sore mendapat undangan dari rekan kampus untuk merayakan lulus dari jurang Master dan Strata 1, dan seperti biasa pesta ala orang mikrobiologi pasti ada wedang gendeng(alkohol). Malam itu mata terasa berat, tengkuk terasa sakit, dan baru sadar paginya kalau sudah menenggak minuman jahat itu.

Alarm berbunyi menandakan pagi menjelang dan bangkit juga dari sisa pengaruh alkohol untuk jemput teman dari jakarta, Riris (polarbugs.multiply.com) yang akan mencoba track merbabu. Pertemuan yang singkat dilajutkan menuju perpisahan dimana saya harus kembali ngantor dan besok berjanji untuk bertemu dilereng utara merbabu.

Malam menjelang untuk bergegas menuju ruang resepsi teman yang menikahi teman saya, yach sungguh reuni menyenangkan. Disaat bersalaman dengan mempelai pria, tiba-tiba saya dipeluk dan terdengar bisikan “makasih banyak yo…”. 3 kata yang gentle man dan sangat berarti bagi saya. Mendengar bisikan tersebut membuat saya bangga akan teman saya dan air mata coba kutahan untuk tidak menetes (istrinya mantanku hehehe…). Di akhir acara kembali saya berpamitan (setelah kenyang tentunya) “selamat buat kalian berdua,semoga menjadi keluarga yang bahagia,dan buat Dodo, dia sudah syah milikmu, jaga dan lindungi dia dengan kasih sayang yach…”.

Malam semakin larut dan tidak terasa pagi menjelang, jam 4.30 bangun untuk segera lari ke meeting point untuk menjumpai rekan yang akan naik merbabu. Mas Robin biasa saya menyapa (mbin034.multiply.com), dia berencana akan memecahkan rekor atas namanya sendiri, untuk tracking base camp Cuntel-puncak Kenteng Songo kurang dari 5jam. Wah saya yang mencoba menemani kembali berdegug “wuedannn tenan”, apa kuat aku ini. Sudah 1 minggu kurang istirahat, makan tidak teratur, keracunan alkohol sialan lagi.

Bersama Dinar, kita bertiga berjalan dari Basecamp pukul 8.52 menit. 1 jam pertama mas Robin sudah jauh berlari meninggalkan kami, sedangkan kami baru sampai pos bayang 1. Jalan semakin pelan dan semakin pesimis bisa menyusul mas Robin, kata dinar “singo dilawan”. Akhirnya saya putuskan untuk berjalan di depandan Dinar dibelakang, setiap bertemu orang bertanya tentang posisi mas Robin, “wah jauh mas… ia berlari”, semakin ciut ini nyali. Sampai di Savana berjumpa dengan tema dari Riris yang masih nampak terseok-seok menuju pemancar. Akhirnya pukul 11.30 sudah sampai di Pemancar, disana bertemu dengan Yos sang master navigasi, kita sempat ngobrol bareng dan bernarsis ria dikit. Baru berjalan 1 menit bertemu dengan Team Riris yang sudah kepayahan di bawah pohon. Obrolan yang singkat ternyata sudah menyita waktu saya untuk menyusul mas Robin yang terlihat berlari menuju Puncak.

Berjalan setapak demi setapak dan akhirnya sampai juga dititik tertinggi, dimana GPS menunjuk angka 3142…4145…3146… tepat pukul 12.28. Akhirnya hitung-hitungan dimulai, mas Robin menghentikan chronometer di angka 3.28 dan saya 3.36, yach beda 8 menit saja ternyata, tetapi bagi Valentino Rossi adalah musibah. Saya tak menyangka bisa secepat ini mencapai puncak, yach biarlah menjadi catatan bagi saya.

Saat mau turun terdengar teriakan dari arah puncak sebalah barat, ada sekita 12 orang yang berjalan menyusuri lereng. Seperti orang kurang kerjaan, kenapa sudah disediakan jalur yang bagus dan aman lewat jalur yang lain, ternyata mereka tersesat. Sungguh hal yang mengerikan apabila merekan meneruskan jalannya, saat itu hanya kami berdua yang dipuncak, dan akhirnya saya meminta mereka untuk berhenti sambil memandu menuju lereng timur. Hampir 2 jam kami menolong mereka yang sudah nampak lelah dan frustasi, sebab dalam team mereka tidak membawa perbekalan sama sekali, hanya tubuh dan pakain yang menempel.

Sungguh persiapan yang berbahaya yang dilakukan oleh para pendatang baru tersebut, sisa-sisa minuman isotonik dan air mineral saya kasih kemereka semua. kasihan, jengkel, marah sungguh manjadi satu dalam sebuah emosi. Saya bersyukur bisa menolong mereka, coba…

Perjalanan turun kali ini lebih lambat dan pelan karena tenaga sudah terkuras waktu naik. Dalam perjalanan masih juga bertemu dengan Polarbugs yang masih terseok-seok seperti siput yang menggendong cangkang tridacna squamosa (kerang super gede). Berjalan dengan gontai dibalik hembusan debu tebal terlihat sosok samar-samar dan ternyata Dinar. Dia muntah habis-habisan, karena sejak awal perjalanan sudahmengeluh pusing. Akhirnya kami bertiga berjalanm pelan namun pasti, pukul 17.00 sudah menginjakan kaki dan bertemu dengan kawan-kawan. Saat berbagi cerita, pak Tono berkata “kemarin ada yang naik cuma 3.10” HAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHH…..

—SELESAI—

Semoga menjadi inspirasi

Terimaksaih
Jesus Christ, Robin, Dinar, Sigit, P.Tono&Yakub, Ndom, Riris, Andi dkk,

Merbabu 19 Juli 2009 8.42-13.28

28 thoughts on “Puncak 03.30 menit Haaah… 03.10

  1. Beuh puasnyaaa ngatain… “cangkang tridacna squamosa (kerang super gede). ” bukan.. itu kulkas 4 pintu.. isinya macem2.. mau pir, apel, pisang, telor, beras, teri, sayur asem, roti bakar, nutrijel, macem2 kopi, apa aja ada dehh :p

  2. polarbugs said: Beuh puasnyaaa ngatain… “cangkang tridacna squamosa (kerang super gede). ” bukan.. itu kulkas 4 pintu.. isinya macem2.. mau pir, apel, pisang, telor, beras, teri, sayur asem, roti bakar, nutrijel, macem2 kopi, apa aja ada dehh :p

    kulkas 4 pintu 2 jendela 1 kmar mandi 1 ruang tamu 2 kamar tidur hehehe,,,,,, mending malah si Dinar bialng BEKICOT GENDONG CANGKANG KURA-KURA hehehe,,,,,, whayooo…. nyasar lagee..?

  3. dhave29 said: kulkas 4 pintu 2 jendela 1 kmar mandi 1 ruang tamu 2 kamar tidur hehehe,,,,,, mending malah si Dinar bialng BEKICOT GENDONG CANGKANG KURA-KURA hehehe,,,,,, whayooo…. nyasar lagee..?

    emg.. makanya dikit2 ngecamp.. nemu tmpt enak, buka dapur, buka kamar tidur juga.. lengkap ma selimutnya.. kamar mandi juga ada! percaya gak kita bawa pacul? =))bilang dinar,, uda, muntahnya berentiin dulu…nyasar? uda sering.. :p

  4. dhave29 said: kulkas 4 pintu 2 jendela 1 kmar mandi 1 ruang tamu 2 kamar tidur hehehe,,,,,, mending malah si Dinar bialng BEKICOT GENDONG CANGKANG KURA-KURA hehehe,,,,,, whayooo…. nyasar lagee..?

    wahahaha, emang kepayahan!!segitu tanpa alkohol mas :p

  5. dhave29 said: kulkas 4 pintu 2 jendela 1 kmar mandi 1 ruang tamu 2 kamar tidur hehehe,,,,,, mending malah si Dinar bialng BEKICOT GENDONG CANGKANG KURA-KURA hehehe,,,,,, whayooo…. nyasar lagee..?

    salut buat yang niat naek gunung lari2, wehehehe :p

  6. dhave29 said: kulkas 4 pintu 2 jendela 1 kmar mandi 1 ruang tamu 2 kamar tidur hehehe,,,,,, mending malah si Dinar bialng BEKICOT GENDONG CANGKANG KURA-KURA hehehe,,,,,, whayooo…. nyasar lagee..?

    weh weh….asyik bgt bro keknya….huaa jdi kgn gunung ki

  7. dhave29 said: wahahaha…. sudah start belum ntuh?

    Haha..belom..baru satu tarikan napas tuh..saya mah nyadar diri atuh..jalan aja masih kalah cepet.ama keong racun..xixi…Eh tp yg bikin “hemm” itu bukan masalah larinya…kl mas dhave dkk lari naek gunung mah sdh tdk mengherankan….ada satu adegan yg cukup menggelitik…xoxo

  8. alenia24cappuccino said: Haha..belom..baru satu tarikan napas tuh..saya mah nyadar diri atuh..jalan aja masih kalah cepet.ama keong racun..xixi…Eh tp yg bikin “hemm” itu bukan masalah larinya…kl mas dhave dkk lari naek gunung mah sdh tdk mengherankan….ada satu adegan yg cukup menggelitik…xoxo

    apa toh hayoooo…?bukan pas resepsi kan….

  9. alenia24cappuccino said: Haha..belom..baru satu tarikan napas tuh..saya mah nyadar diri atuh..jalan aja masih kalah cepet.ama keong racun..xixi…Eh tp yg bikin “hemm” itu bukan masalah larinya…kl mas dhave dkk lari naek gunung mah sdh tdk mengherankan….ada satu adegan yg cukup menggelitik…xoxo

    #jlebb hehe..lupakan saja komen saya

  10. alenia24cappuccino said: #jlebb hehe..lupakan saja komen saya

    wehh….ternyata yg bikin gamang a.k.a GALAU bbrapa hr terakhir ini cerita lama ini tah….xoxoxoxo… move on doong *gampang ngomongnya wong ga tau rasanya jew* hehe…memang tak jodoh ya 😀 moga segera dipertemukan dengan tulang rusuknya😀 Tuhan psti dah nyiapin.jodoh trbaik buat orang sebaik dan full of talenta seperti mas dhave…tinggal usahanya… heehe klise banget yaks kalimat saya *miskin kata*garuk2 dengkul* cuma bs mendoakan siii….amin-kan saja😀 Hamasah ^__^v

  11. alenia24cappuccino said: #jlebb hehe..lupakan saja komen saya

    wehh….ternyata yg bikin gamang a.k.a GALAU bbrapa hr terakhir ini cerita lama ini tah….xoxoxoxo… move on doong *gampang ngomongnya wong ga tau rasanya jew* hehe…memang tak jodoh ya 😀 moga segera dipertemukan dengan tulang rusuknya😀 Tuhan psti dah nyiapin.jodoh trbaik buat orang sebaik dan full of talenta seperti mas dhave…tinggal usahanya… heehe klise banget yaks kalimat saya *miskin kata*garuk2 dengkul* cuma bs mendoakan siii….amin-kan saja😀 Hamasah ^__^v

  12. alenia24cappuccino said: wehh….ternyata yg bikin gamang a.k.a GALAU bbrapa hr terakhir ini cerita lama ini tah….xoxoxoxo… move on doong *gampang ngomongnya wong ga tau rasanya jew* hehe…memang tak jodoh ya 😀 moga segera dipertemukan dengan tulang rusuknya😀 Tuhan psti dah nyiapin.jodoh trbaik buat orang sebaik dan full of talenta seperti mas dhave…tinggal usahanya… heehe klise banget yaks kalimat saya *miskin kata*garuk2 dengkul* cuma bs mendoakan siii….amin-kan saja😀 Hamasah ^__^v

    wuauauuauauuaa….kata orang papua… “manangis pica-pica”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s