Nyumbang Motor Susuki Buat Kedua Mempelai

Semasa mengenyam bangku perkuliahan yang namanya kegiatan mahasiswa beraneka ragam. Kepanitiaan dalam setiap acara atau lomba dalam event-event tertentu memberikan pelajaran tersendiri. Saat-saat yang menyenangkan adalah saat acara sudah selesai, laporan sudah jadi dan tinggal mengitung sisa hasil usaha atau laba dari setiap acara. Sisa uang yang ada biasanya sudah mutlak menjadi hak panitia dan digunakan untuk kesejateraan anggotanya. Tidak berbeda dengan EO (event organizer) yang marak belakangan ini, setiap mengadakan acara pastilah meraup keuntungan yang luar biasa.

Dalam bulan ini, ada 4 undangan nikah dan 2 undangan khitan mampir dimeja kantor saya. Kucoba buka satu persatu, isinya adalah “dimohon kehadirannya dan mohon doa restunya”. Dalam hati “ndak salah nih, bukanya mo hadir atau nggak kek bukan urusannya, yang penting amplopnya masuk, tar doanya dari rumah gak apa-apa”.

1 bulan ini ada 6 surat undangan, dan hari pelaksanaan menjelang akhir bulan, berti sisa-sisa nafas dompet akan semakin tercekik. Lantas apa hubungannya dengan acara mahasiswa dan EO di atas?. Apakah sama-sama mengadakan acara, pesta, makan-makan? ya itu beberapa hubungannya, tetapi yang lebih ditekankan adalah sisa hasil pesta.

Dari kacamata, saya mencoba menerawang jauh kedepan tentang fenomena bisnis manten, sunatan atau apalah. Saya menerima 3 buah undangan yang tidak jelas hubungan dan sangkut pautnya dengan saya, bahkan sama sekali tidak mengenal siapa yang mengundang dan keluarganya. Lantas apa yang harus saya lakukan dan apa yang mereka lakukan. Mau datang lha tidak kenal, tidak datang nyata-nyata dapat undangan.

Lebih ironis sekali, anaknya sudah dikhitan 2 bulan yang lalu, baru mengadakan hajatan. Dengan embel-embel tasyukuran, atau sekedar pesta, tetapi kenapa mesti ada budaya “ngamplop”. Beginikah cara orang bersyukur, berpesta yang ujung-ujungnya ada kotak tempat amplop. Kalau memang berniat syukuran, kenapa harus begitu, cukup dengan berdoa ucapan syukur, dan menikmati apa yang ada. Kalau memang berniat mengadakan pesta ya jangan tanggung-tanggung, muliakanlah tamu dengan jamuan.

Beberapa kali saya sengaja datang di beberapa undangan tanpa memberikan sumbangan, lagi pengin jadi orang sableng “dimohon kehadiran dan doa restunnya”, saya sudah hadir dan memberikan doa restu. Tidak peduli bisikan 2 cewek cantik yang jaga kotak amplop dan buku tamu “aku tetap cuek saja”, bahkan nekat makan hidangan dengan lahap.

Kondisi nyaris berbeda disaat orang tua tetangga wafat. Yang empunya rumah dengan rendah hati meminta segenap handai taulan untuk tidak memberikan sumbangan dalam bentuk apapun, tetapi cukup dimohon dukungan doanya saja. Alasan klasik yang saya peroleh “masak jenasah dinilai dengan amplop”. Menurut hemat saya, dalam kondisi berdukalah sumbangan wajib dan mutlak diberikan, baik moral maupun material. Berbeda dengan kondisi orang yang bersuka cita, berpesta pora dan kelimpahan kenapa mesti menyediakan kotak amplop?.

Akhirnya pestanya bubar, pihak keluarga langsung ke dealer sepeda motor terdekat dan dalam beberapa hari datanglah motor dengan merk SUSUKI, Sisa Usaha Sukuran dan Khitan.

Mohon maaf tanpa mengkesampingkan adat istiadat dan pakem yang ada, ini hanyalah pandangan dari sudut yang berbeda saja. Suatu saat saya juga menikah dan mekhitankan anak saya…..
“Surat Undangan yang penuh sukacita diterima dengan derita”

Salam

DhaVe

Emperan Kost (pusing cari pinjeman buat resepsi) 11 Juli 2009 20:00WIB

12 thoughts on “Nyumbang Motor Susuki Buat Kedua Mempelai

  1. kenapa mas…? lagi di jajah undangan di tanggung bulan ya…? xixixi…..Btw, saya juga berpikiran sama seperti sampeyan, kalo mw bersyukur, bersyukur saja….. muliakan tamu, beri mereka jamuan dan gak perlu ada “kotak amplop”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s