Dilarang Membuang Sampah Pada Tempatnya

Bahasa adalah duniamu, jadi dengan mengerti bahasa maka kita akan mengerti isi dunia yang dibahasakan. Lantas apakah sebatas, tahu, mengerti, paham, jelas tetapi tidak bisa melakukan apa yang dituliskan.

Pernah saya ikut sesi kelas bahasa Inggris, trus ditanya dosen “kamu tahu artinya artikel ini? tolong diterjemahkan”. Sayapun mengikuti perintah dosen, lalu saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia. Setelah saya diterjemahkan kemudian ditanya lagi “kamu paham yang kamu terjemahkan?”. Saya geleng-geleng, “maaf saya hanya sebatas tahu ini-itu artinya apa, tetapi saya tidak tahu apa arti, makna dibalik tulisan itu”. Maka sang dosen mengatkan “orang yang mempelajari bahasa, akan kesulitan membahasakan bahasa”.

Dari pelajaran itu saya jadi paham apa yang dimaksudkan kesulitan berbahasa dan memahami sekaligus melaksanakan. Dalam pintu ATM, minimarket, indomerit, atau betamart, ada tulisan pull (tarik), push (dorong). Masih saja pintu yang ada tulisannya push di ogrek-ogrek buat ditarik. Kalo andai pintu tersebut dari baja, menjadi tebak-tebakan “pintu apa yang paling berat didorong?, pintu yang ada tulisannya PULL”.

Itu baru pintu, ini ada kalimat yang selalu ada dimana-mana tetapi orang salah kaprah mengartikan dan melaksanakannya. BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA. Kalimat yang sepele dan mudah, tetapi bisa menjadi musibah. Membuang bisa dilakukan dengan melempar, menendang, menggelontor, dan lain sebagainya, intinya sampah terbuang ditempatnya. Saya yang menentang tulisan “buang sampah pada tempatnya”, karena meskipun mulut tempat sampah selebar mulut singa, isinya masih kosong sekering tabungan saya, kenapa disekitarnya masih banyak sampah tercecer dan berserakan? Jawabannya adalah orang membuang sampah pada tempatnya dengan melempar, menggelontor, menyepak dan lain sebagainya.

Sekarang kalau tulisan yang melegenda tersebut saya ganti “LETAKAN SAMPAH DITEMPATNYA”, “TARUH SAMPAH PADA TEMPATNYA”. Saya menjamin setiap orang yang paham akan arti dan maknanya akan dengan tulus menaruh sampah tepat didalam tempatnya, dan dadahhhh….sampah berceceran.

Mari kita letakan sampah pada tempatnya, jangan buang sampah pada tempatnya.

Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan…

Salam

DhaVe

Emperan Gadjah Mada Foto, 3 Juni 2009, 10:30 wib

13 thoughts on “Dilarang Membuang Sampah Pada Tempatnya

  1. Kalimat “Buang Sampah Pada Tempatnya” membuat rancu. Jadi jangan salahkan orang yang tidak membuang tepat ke tempat sampah. Tidak semua orang terlahir dengan otak cerdas. Definisi “tempatnya” juga kabur. Orang bisa saja mendefinisikan tempat sebagai kali, sungai, got, pinggir jalan, atau apa pun definisi yang mereka mau.Kalo mau lebih tepat, tulisannya “Buang Sampah di Tong Sampah ini” dengan menambahkan gambar PANAH menunjuk ke tong tersebut. Atau ” Buang Sampah di Bak Sampah ini” dengan menambahkan gambar PANAH menunjuk ke bak sampah tersebut. Atau apa pun bentuk tempat sampahnya.

  2. @Bambs;Buleh saja, sampah hati, sampah masyarakat dan sampah apapun silahkan dituang disini… blog mbantargebang hehehehe… dunia semakin indah karena ada sampah…

  3. @mbams; iyo Om… SILAHKAN BUANG SAMPAH DITEMPATKU, nanti saya olah kembali menjadi bahan ramah lingkungan wehehehe… so green..so green is the best…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s