Mahalnya Setiap Tarikan Nafas dan Murahnya Setiap Hembusan Gas Racun

Pada awalnya manusia diciptakan dari kumpulan debu-debu, dan menjadi hidup setelah diberi nafas. Yach udara menjadi unsur utama kehidupan yang diberinama Oksigen, yang nantinya berkolaborsi bersama hidrogen menjadi air kehidupan.

Sebut saja “Kerno”. dia adalah teman akrab yang sekarang bekerja disebuah stasiun televisi di Jakarta. Dia spesialisasi di kameramen bawah air (under water campers). Pernah saya bertanya, berapa duit yang dikeluarkan sekali menyelam, tentunya untuk tabung oksigen. Wah ternyata mahal juga buat 1 tabung yang bisa memberi udara segar dikedalaman air.

Satu teman lagi, sebut saja “Sholikin” dia penyelam kompresor dikepulauan Karimunjawa. Untuk mencari tiram didasar laut, dia memanjangkan nafas dengan selang yang dihubungkan dengan kompresor. Hanya untuk bernafas harus ditebus dengan dekompresi, yang fatal akibatnya. Kelumpuhan, bahkan kematian yang menjadi taruhannya, akibat dari dekompresi tersebut. Sungguh mahal bukan untuk sebuah resiko?

Terakhir yang menjadi contoh adalah teman saya “Agung”, dia terkapar dirumah sakit dan harus dibantu dengan selang berisi oksigen untuk menambah pasokan O2 dalam tubuhnya. Sungguh harga yang mahal pula, agar darah ini kaya akan oksigen.

Pendakian gunung yang saya tempuh acapkali membutuhkan oksigen untuk membantu tune-up power saya. Di atas 3500mdpl, terasa agak sesak nafas ini, makan sentuhan moncong oksigen bisa diberikan agar lebih joss lagi menuju puncak. Sungguh berat dan mahal sekali untuk sebuah hembusan gas mulia ini, mulai digendong dari bawah lalu dibuang di atas.

Bagaimana kita yang sesehari menghirup udara ini dengan gratis, cuma-cuma bahkan menyia-nyiakan gas kehidupan ini. Berapa yang harus kita bayar? mahal sekali seharusnya, bila dihitung seperti saat teman saya menyelam, dirumah sakit atau waktu saya naik gunung. Dengan bebasnya kita memakai tanpa harus membayar, hufff “TIDAK ADIL…..!!!!” ada yang berteriak, ternyata dia adalah TANAMAN.

Kenapa tanaman berteriak dan merasa dirinya tidak mendapat keadilan?. Usut punya usul, ternyata tanamanlah yang menghasilkan oksigen yang kita pakai selama ini. Lantas kenapa dia berteriak lagi, yach… karena perlakuan manusia-lah yang membuat tanaman merasa dizolimi.

Fotosintesis Cahaya+C6H12O6+CO2——>H2O+O2+Energi, maksudnya tumbuhan mengubah CO2 ditambah glukosa menjadi Oksigen, air dan energi. Sungguh rumit bila dijelaskan secara ilmiah dari siklus ini, intinya tumbuhanlah yang berjasa besar menghasilkan pasokan oksigen diBumi.

Setiap hari ada penebangan pohon, pembakaran hutan, pembakaran bahan bakar fosil dan semua itu berdampak meningkatnya kandungan CO2 dalam udara, dan bisa ditebak, kerja tanaman semakin berat sebagai fungsi ekologi. Jumlah CO2 meningkat, tetapi jumlah tanaman semakin berkurang, Borneo yang dijuluki paru-paru dunia sudah kena bronkitis, Amazon kena bengek, sedangkan kepulan asap semakin meningkat.

“hey apa balas budimu terhadap aku? biadab, nafasku kau ambil, tubuhku kau panen, halamnku kau bakar, tanahku kau tanami beton”. Yach itulah yang terjadi saat ini, yang ada adalah nilai ekologi sudah berubah fungsi orientasi ke ekonomi. Satu pohon tumbang, puluhan liter oksigen hilang, berarti 1 orang sesak nafas bila dianalogikan seperti itu, maka berapa orang yang tersengal-sengal hidupnya.

Sekarang saatnya kita dirikan pabrik oksigen, satu orang satu tanaman, hentikan penebangan yang tidak bertanggung jawab ekologis, kurangi pembakaran bahan bakar fosil, budayakan hidup yang berwawasan lingkungan. Apabila semuanya sudah berjalan dengan baik, maka tanaman tidak akan berteriak, tetapi akan bernyanyi….

Saatnya Berpikir Global bertindak Lokal…

Semoga menjadi inspirasi malam ini…

Terimakasih;
Jesus Christ, kangMas Alex “nDom”, Djeng Netty dan Ellen…

Salam
DhaVe

Kursi Merah 21 saat nonton Ketika Cinta Bertasbih, 2 Juli 2009, 19:15 s/d selesai…

3 thoughts on “Mahalnya Setiap Tarikan Nafas dan Murahnya Setiap Hembusan Gas Racun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s