Buah Salah Kaprah

Ilmoe Hadjat, atau sering kita sebut biologi. Biologi yang berasal adr kata Bios (hidup) dan Logos (ilmu) telah memberikan warna tersendiri. Para biologis sudah bersusah payah mencatat dan mempelajari semua benda hidup dimuka bumi, baik dari yang segede gajah sampai yang sekecil DNA.

Saat ini, jerih payah para ahli tersebut seakan-akan dikesampingkan oleh penyampaian orang yang setidaknya mengerti bilogi. Salah kaprah telah menghinggapi generasi muda. Saya yang secuil mengerti tentang biologi, menjadi sedikit prihatin.

Ada beberapa kesalah pahaman dalam penyebutan, pemakaian dan pemaknaan terhadap benda hidup. Banyak penyelewengan yang salah arti, baik binatang, tanaman dan mikroorganisme. Orang-orang menganggap sebagai hal yang biasa, tetapi saya sebagai hal yang luar biasa.

Contoh cara yang melenceng dari ilmu biologi.
1. Kerajinan tangan dari batang Eceng Gondok, benarkah? yang benar Kerajinan tangan dari Tangkai Daun Eceng Gondok. Cukup sederhana, tetapi jauh dari benar. Eceng gondok batangnya mana?
2. Asinan Daging Buah Salak, benarkah? Yang benar, Asinan kulit biji Salak. Secara anatomi buah dibagi menjadi 4 bagian; kulit, daging buah, kulit biji dan biji. Coba kalau daging buah, apa ndak makan lapisan yang tipis ntuh hahaha….
3. Buah jambu mete, hayo yang mana? pasti semua menunjuk pada bagian yang bulet gede yang berwarna merah atau kuning waktu masak. Salah besar, itu namanya tangkai buah. Buahnya yang mana?
4. Kalau anda makan nangka, apa yang dimakan? Daging buah, kulit buji…? salah yang benar adalah Kulit nangka itu yang anda makan, coba di urutkan

Masih banyak contoh yang sudah salah kaprah, pokoknya bagian yang enak dimakan, manis itulah daging buah, padahal belum tentu.

Yach, tidak perlu berpanjang lebar soal bagian-bagian buah, biarkan orang bioloi yang berdebat dilaboratorium.

Salam, semoga bisa bermanfaat…

Pasar Buah Pandaan, 29 Mei 2009, 12:30

18 thoughts on “Buah Salah Kaprah

  1. debapirez said: waw….kayaknya om Dhanang ini ahli Filsafat Biologi neh smp mengupas masalah sebutannya hehe..

    Mas Dhanang ini seorang biologis kah? Tapi mas itu biologi bukan Ilmoe Hadjat, tapi Ilmoe Hajat, karena DJ = J (EYD) sefangkan J = Y (EYD) kalau hadjat itu dibacanya HAJAT (EYD) kalau HAJAT dibacanya HAYAT (EYD). Lha kalau Ilmoe Hadjat nanti dikira Ilmu ngeden dong he..he..

  2. debapirez said: waw….kayaknya om Dhanang ini ahli Filsafat Biologi neh smp mengupas masalah sebutannya hehe..

    @alexam; udah lama kepikir lum sempat nulis…tapi nggelitik di otak nih.. sekarang udah plong…@debapirez; cuma nimba secuil ilmunya ampe mau di DO..@grelia92; oke Boss..matur suwun koreksinya, ntar aku edit lagi… maklum niru-niru, ternyata keliru juga.. siip anda telaten juga.. salam

  3. tabayun said: ya kita semua makan biji kalapa….ta iye

    @Time; biji…merupakan representasi dari embrio…. nah ada yang berbelah ada yang tidak, kalo kelapa masuk monokotil, maka biji kelapa ada disaat sudah tua dan biasa disebut ”kenthos”

  4. dhave29 said: biji…merupakan representasi dari embrio…. nah ada yang berbelah ada yang tidak, kalo kelapa masuk monokotil

    yang warna ijo…. bulet…. nah ntuh buah…kulit; yang licin ijowdaging; serabut yang bwt lesetkulit biji; tempurung…biji; yang diparut bwt santan…

  5. dhave29 said: biji…merupakan representasi dari embrio…. nah ada yang berbelah ada yang tidak, kalo kelapa masuk monokotil

    ooooooooooooooooo…iya.. iya..hehehehehe..maap. banyak nanyanya.abis penasaran :Dpiss ah ^^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s