#5 Maryamah Karpov di Karimunjawa

Pertarungan Chris John

Tragedi bola api ala Ki Kusumo berlalu dan saya paginya pulang ke Karimun dengan Ford Ranger. Malam nanti rencana kami akan nonton bareng acara tinju di RCTI antar Chris dengan petinju dari Amerika Latin, namanya lupa saya (nggak kecatet gara-gara lihat penonton bertinju).

Malam sudah di tentukan, kami nonton bareng di rumah mas Poniman “kerapu”, beliau penjaga karamba kerapu di Pulau menjangan. Teh hangat menjadi teman kami saat nonton bareng, begitu sang MC (pranoto coro) menjelaskan rekor bertanding Kris jon dan musuhnya sebut saja Gonsales.

Arena pertaruhan di buka, Solikin, ki Kusumo dkk yang nasionalis memegang Kris Jon, sedangkan Waluyo, Poniman, Pono dkk yang buta tentang dunia pertinjuan menjadi oposisi dengan membela kangmas Gonsales. Ronde pertama di mulai “teng” terdengar speaker TV RCTI dan teriakan penonton didalam dan luar kaca TV terdengar. “ayo jotos kris, antem, pupoh…” teriak supporter petinju asal Banjar negera. Tak mau kalah kubu lawan lebih kencang “ayo kampleng, jotos..modaro kris…modar..”.

Ronde 2,4,7,9,10 lewat semakin seru pertandingannya begitu pula adu mulut di depan layar kaca. Begitu ronde 11 suasana di depan layar kaca semakin memanas, di mana adu mulut semakin keras dengan ditambah kata-kata kasar menjurus SARA. “wes dadike neng njobo nek ora terima piye , wani ora..!!!!” (udah kita jadikan (berkelahi diluar kalo berani) tantang pro Kris Jon, tak mau kalah para pembela Gonsales yang tida tahu apa-apa “ayo sapa wedi”.

Sarung di ikat, lengan di gulung dan akhirnya terjadilah perkelahian tinju bebas di jalan, tak tahu kawan, tak tahun lawan, semuanya pengin menang..menang dan menang. Ada yang piting, pelintir, yang ndak berani cuma teriak sambil provokasi saja. Dari kejauhan nampak bapak-bapak yang sedang asyik ngobrol dibawah rimbunya jambu mete pada berlarian menuju TKP (tempat kejadian perkelahian). Saya hanya menyaksikan dari atas pematang, takut kena bogem mentah orang-orang pesisir yang segede lengan gorilla tersebut. Kena upper cut apa ndak langsung UGD, iya kalo ketolong…?

Semua di pisah, dilerai dan setelaha agak tenang ditanya duduk perkaranya, semuanya kembali tenang dan suasana dingin kembali dan damai. Tiba-tiba Solikin berteriak “Tinjune piye” semua berlarian di depan TV, saat semua melototi layar kaca hanya seorang pakai jas biru berkata “kita berjumpa lagi dilain kesempatan” kata Bung Tris Irawan.

“@5UUUUUUUUUU…..telat’ semua menggerutu dan saling menyalahkan. “gara-gara kowe gak bisa nonton sapa sing menang”. Dan untungnya tidak terjadi kick BOXING lagi setelah kejadian, sebab tidak ada yang tahu siapa yang menang antara Kris Jon dan Gonsales. Untuk mengetahui baru besok malam, itupun kalau di TV ada beritanya. Sebab listrik menyala dari jam 18.00 s/d 00.00, karena tenaga listrik dari PLTD.

Itulah secuplik dari capter saya waktu di Karimunjawa, begitu heboh, meriah, lucu, konyol, goblog dan penuh kesan bermakana. Tidak beda jauh seperti apa yang di tulis Andrea Hirata dalam Maryamah Karpov, tetapi saya mencoba menulis dalam versi Karimunjawa Karpov.

TAMAT

2 thoughts on “#5 Maryamah Karpov di Karimunjawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s