PAMITRAN LELANA GIRI JAGA BHUMI

PAMITRAN LELANA GIRI

JAGA BHUMI

Pamitran Lelana Giri Jaga Bhumi (PLG JB) adalah salah satu ekstrakurikuler di SMU 1 Salatiga. Ekstrakurikuler tersebut mengarah pada kegiatan diluar dan alam bebas, mendaki gunung kususnya. Pada awal berdirinya jaga Bhumi di pelopori oleh 5 orang siswa SMU 1 Salatiga pada tahun 1987.

17 september 1987, 5 orang siswa yakni; Jimbron, Idot, Jayus, Hohok dan Kempoon menjejakan kaki di puncak Garuda gunung Merapi. Mereka berlima lantar mengukuhkan berdirnya Jaga Bhumi.

Berdirinya Jaga Bhumi tidak lepas dari kontribusi dan partisipasi dari Rudi handoyo. Beliau memberikan andil besar, dimana selalu memberikan dukungan dan partisipasi dalam setiap kegiatan yang dilakukan Jaga Bhumi.

Pada tahun 1993 diksar pertama kali dilakukan bertempat di Peromasan Gunung Ungaran selama 3 hari 2 malam.

Kegiatan Jaga Bhumi berupa kegiatan alam bebas, pendakian gunung, berikut beberapa kegiatan Jaga Bhumi pada awal terbentuyknya;

· Bersepeda Salatiga-Ranupane (Kempoon, Idhot, Hohok dan Jayus)

· Ekspedisi Pegunungan Seribu

· Ekspedisi Triple S (Sindoro, Sumbing dan Slamet)

· Pendakian Rinjani

· Telusur Vegetasi Rinjani (bersama Walhi)

· Pendakian Kerinci

· Pendakian Agung, Raung

· Diksa
r

· Arung Jeram Citarik

· Ekspedisi Lore Lindu

· Ekspedisi Merubetiri

Minimnya peralatan, pendanaan dan perijinan tidak menyurutkan semangat anggota Jaga Bhumi pada awalnya dan menjadi catatan manis untuk PA setingkat SMU. Dengan rasa solidaritas dan dedikasi yang tinggi menjadikan anggota-anggota Jaga Bhumi memiliki sifat loyal terhadap organisasi. Dari sifat loyal tersebut memberikan idealism dari masing-masing anggota dan salah satunya adalah slogan yang di lontarkan Hohok, Idhot dan Jayus yaitu “ Jangan Tinggalkan Nama, Tetapi Tinggalkan Organisasi dengan Catatan Manis”. Sampai saat ini, penulis belom bisa menghubungi 3 nama tersebut yang kemungkinan masih memegang idealismenya.

Jaga Bhumi dengan Simbol topi rimba hijau dengan garis kuning yang beradasar abu-abu memiliki makna yang dalam, terutama warna dasar abu-abu. Para pendiri menggunakan warna dasar abu-abu sebagai perlambang terhadap alam yang tidak menentu (tidak hitam atau putih). Kondisi alam yang susah ditebak dijadikan filosofi dari Jaga Bhumi, dimana setiap anggota harus siap dalam menghadapi segala kemungkinan yang ditimbulkan oleh alam. Jimbron sebagai pendiri memberikan kata-kata bijak dalam menghadapi situai alam yang tidak menentu tersebut. “Keraskanlah dirimu, maka alam akan lunak kepadamu”, yang artinya dengan latihan dan ketrampilan di alam bebas yang baik sudah bisa dijadikan bekal dalam legiatan alam bebas.

Nama-nama angkatan di Jaga Bhumi didasarkan candra sengkala tahun

1991 esti ambuko bhumi

1992 esti rahayu manjing bhumi

1993 suku dewa gapuraning bhumi

1994 latu kususma gapuraning bhumi

1998 cahyaning bumi gapuraning suryo

Kerasnya alam yang menuntut para penikmatanya harus tampil gagah tidak berarti jauh dari kesan romantis dan mellow. Berilut ada sepotong puisi yang di ciptakan Heru Eko “Hohok” Nugroho sebagai persembahan ulang tahun Jimbron

Usai kerja tak pernah berasa

Hanya ada rasa bahagia

Keinginan untuk giat berkarya

selalu ada penuh serta sempurna

tunggulah kami

ku kan datang kembali

dengan membawa lebih bekal diri

hingga

kokoh dan tegaklah Jaga Bhumi

(Peromasan, 18 oktober 1992)

Sampai saat ini sosok fenomenal dibalik berdirinya Jaga Bhumi adalah mas Jimbron, beliau merupakan orang yang berkontribusi besar dalam berdirinya Jaga Bhumi dan perkembanganya. Kata teman-teman, dia adalah sosok yang tegas, galak dan disegani. Hal yang paling ditakuti teman-teman Jaga Bhumi adalah, apabila beliau hadir dalam diksar. Bak bencana ketiban sial bila ada kesalahan dan ketahuan oleh beliau.

Dibalik wajah kalem dan dingin ternyata beliau memiliki dedikasi yang tinggi dengan Jaga Bhumi. Bahkan beliau yang terkenal keras dengan didikan pada saat diksar dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan fisik. Beliau dalam mengajari anak angkatan menentang segala macam bentuk tindakan yang bertentangan dengan hal-hal yang tidak mendidik, seperti hukuman yang terlalu berat dan tidak masuk akal, segala bentuk perploncoan. Dalam menghukum beliau memberikan kebijakan “jangan menghukum secara keras, biarlah kerasnya alam yang menghukum”.

Dalam perjalanan pendakian, beliau bercerita banyak tentang pengalaman yang menarik. Diantara pengalaman yang paling berkesan adalah, dimana belaiu tersesat selama 5 hari di gunung Rinjani tanpa bertemu siapapun. Di Sindoro beliau mengaku ditolong Marning (keripik jagung) yang sudah 2 mingguan tersimpan dalam ransel, dimana pada saat itu sekitar 20an anggota Jaga Bhumi kocar-kacir karena terserang hujan badai. Pengalaman pahit beliau adalah disaat tidak dapat sepeda pinjaman saat ekspedisi Kemiri-Ranupane, sehingga membatalkan niatnya.

Ada hal yang menarik dari sejarah berdirinya Jaga Bhumi, dimana ada seorang anggota yang sampai saat ini tidak ada foto. Beliau adalah Jayus, dimana saat difoto selalu menghindar. Demikian sekilas berdirinya Jaga Bhumi, apabila ada tambahan silahkan langsung kontak penulis.

by Dhanang

diksar VIII

8 thoughts on “PAMITRAN LELANA GIRI JAGA BHUMI

  1. salam kenal om..bener ya..itu foto diksar tahun 1993 .. ada endog dewo berarti ada aku juga.. hehehe semoga bener… kalo gak salah inget juga, nama JB berkumandang waktu upacara bendera hari senin karena mendapatkan piala kejuaraan Survival Lintas Lama di Semarang yang diadakan oleh UNDIP.. mungkin masih ada pialanya…dulu kalao gak salah inget om jimbron memberi nama setiap angkatan dengan chandra sengkala.. waktu itu kalo gak salah nama angkatanku “suku dewo gapuraning bhumi”…kalo diterjemahin 1992.. dengan syal warna abu-abu..

  2. bener 1993, coba dicari kira-kira ada yang mirip gak..?salam juga dari sesepuh kita “Jimron” hehe..kapan pulang kapung naik bareng lagi hahaha..lam kenal yooooooo?

  3. Jaga bhumi smansa paling top dimasa ku, salam buat mas ndok dewo,,, dan ak satu2nya dri jaga bhumi smansa yg di kirim buat ikut diksar se jateng di merbabu,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s